Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 79


__ADS_3

Langit sudah di bandara, jika menuruti jadwal sekitar 30 menit Lagi orang tuanya akan sampai di bandara, Langit duduk di kursi yang tepat mengarah ke tulisan Pintu Kedatangan.


Ia mengeluarkan ponselnya lalu membuka beberapa informasi melalui beberapa media sosial lalu ada pesan masuk ke ponsel Langit, Langit langsung membukanya


" Sore.. dokter Langit, saya dari pihak dinas kesehatan sudah menerima dan menelaah berkas pengunduran diri dokter, semua sudah Lengkap, pertanggal 5 bulan depan, dokter sudah resmi tidak bertugas di Desa Padasenang, untuk informasi lebih Lanjut semua kami kirimkan melalui email, terimakasih "


Setelah membaca pesan dari Dinas, Langit langsung menghubungi dokter Arif.


Telepon tersambung


" Halo.. dokter Langit "


" Halo.. dokter Arif apa sudah mendapatkan kabar dari Dinas ? " tanya Langit


" oh ya, baru saja saya menerima pesan, saya mulai berdinas di Desa per Tanggal 5 bulan depan "


" ya.. saya juga baru saja mendapatkan kabar dari dinas "


" kira-kira kapan saya harus ke desa ya dok ? "


" mmh.. mungkin satu atau dua hari sebelumnya dok, untuk Persiapan sekalian berkenalan dengan perangkat desa "

__ADS_1


" baik dok nanti berkabar ya, tumben dok sinyal nya sedang bagus ya hehehe "


" oh hehehe.. saya sedang tidak di desa, istri saya baru saja melahirkan, saya ambil cuti beberapa hari ini, kemungkinan besok atau lusa saya kembali ke desa "


" oh seperti itu, selamat ya dok.. sudah menjadi seorang ayah "


" terimakasih.. Alhamdulillah.. kalau begitu saya tutup ya teleponnya, sampai ketemu "


" baik dok .. "


klik telepon di tutup


Setelah menghubungi dokter Arif, Langit kembali menyimpan ponsel nya di saku jaket yang ia kenakan, ia sesekali melihat ke pintu kedatangan, karena tadi ia mendengar sekilas jika pesawat yang ditumpangi kedua orangtuanya sudah mendarat, tidak lama dari kejauhan ia melihat sosok yang ia kenali, mendorong kopernya, ia menghampiri untuk mendekat benar saja itu kedua orangtuanya.


" Assalamu'alaikum, ayah.. ibu .. sehat ? " Langit menyalami kedua orangtuanya


" Alhamdulillah sayang.. gimana kamu ? "


" Alhamdulillah yah, bu "


" Oya selamat ya . sudah jadi ayah sekarang .. kita sudah jadi oma dan opa yaa yah.. " ibu kepada ayah

__ADS_1


" iyaa bu " Ayah tersenyum bahagia


" oya sini yah bu biar Langit bawa " Langit mengambil koper dari tangan Ayah dan ibunya lalu berjalan menuju parkiran mobil


Setelah sampai di parkiran semua barang sudah dimasukkan Langit kedalam mobil, disusul oleh kedua orangtua Langit masuk kedalam mobil, setelah semua masuk Langit duduk dikursi kemudi menyalakan mesin, berlalu meninggalkan bandara.


Selama perjalanan Langit dan kedua orangtuanya ngobrol meluapkan kerinduannya, dari mulai pekerjaan hingga saat-saat Senja akan melahirkan, kedua orangtuanya menguatkan Langit bahwa anak nya tidak lama lagi akan sembuh, akan sehat dan tumbuh menjadi anak yang tampan dan gagah


" Oya.. ibu belum tahu loh nama anak kamu Lang ? "


" ya bu, Langit memang belum memberikannya nama, kemarin sudah ngobrol sih sama Senja, ada beberapa pilihan nama, tapi kita masih bingung "


" hmm.. ya itu sih hak kamu sebagai Ayah nya untuk memberikan nama yang terbaik untuk anak kamu dan Senja, Nama terbaik karena nama adalah doa kedua orangtuanya "


" Iya bu.. Insyaallah.. nanti mungkin setelah ini "


" Senja sehat ya sekarang Lang ? " tanya Ayah


" Alhamdulillah yah, sudah berangsur pulih "


" Alhamdulillah " ayah dan ibu berbarengan

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2