Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 86


__ADS_3

Klinik perusahaan Sandyakala Corp sudah dibuka, untuk uji coba satu minggu pertama hanya menerima pasien dari karyawan dan keluarga karyawan, Langit sudah mulai berdinas di Klinik bersama satu dokter lagi yang bernama dokter Putra dan beberapa tenaga kesehatan yang lain.


Langit mulai menikmati kembali pekerjaannya setelah beberapa minggu kemarin ia lebih banyak dengan catatan dan laporan karena walaupun klinik belum dibuka Langit tetap harus datang ke perusahaan karena permintaan Aksa.


Langit sedang berada di ruang jaga bersama dokter Putra mereka sedang ngobrol tentang pekerjaan mereka, tidak lama terdengar suara orang berlarian.


" Ada apa sih ya kok diluar ramai sekali.. " Langit ke Putra


" Iya dok betul . . ada apa ya ? " Putra balik bertanya


Tok tok tok tok terdengar pintu ruangan di ketuk


" Ya masuk.. " Langit menjawab


"Permisi dok, di depan ada pasien kecelakaan dua orang "


" ayo.. segera kedepan " Langit mengajak putra


Putra bergegas mengikuti Langit menuju ruang tindakan disana sudah ada banyak orang yang mengantarkan korban kecelakaan, dua orang perempuan sudah ditidurkan di bed pemeriksaan, terlihat darah keluar dari kaki dan tangan korban.


" ini dimana kejadian nya ? " tanya Langit


" Persis di depan perusahaan ini pak dokter, karena jalan licin setelah dilintasi truk minyak sepertinya ada yang bocor, motor yang dikendarai mba ini dibelakang nya mungkin licin jadi ban nya tergelincir, untung sedang tidak banyak kendaraan yang lewat " Saksi yang mengantar kan korban kecelakaan


" oh gituu baik, saya periksa dulu ya " Langit menghampiri salah satu korban karena yang satunya sudah di tangani oleh dokter Putra


" Bapak-bapak dan ibu-ibu terimakasih banyak ya dan silahkan menunggu diluar, biarkan dokter memeriksa dulu keadaanya,mungkin nanti bisa membantu untuk menghubungi keluarganya " perawat kepada warga yang mengantarkan ke klinik


Di ruang tindakan..


" Aww...sakit dok.. " Pasien yang bernama kirey


" Ya sebentar ini lukanya sobek dan dalam jadi harus saya jahit agar tidak terus mengeluarkan darah " Langit kepada Kirey


" ga mau dijahit dok, kasih obat aja "


" iyaa saya kasih obat aja, tunggu sebentar ya, mba nya mau kemana ini ? " tanya Langit agar si pasien tidak merasakan sakit saat di jahit lukanya

__ADS_1


" mau ke kampus dok ada kuliah siang, oya temen saya gimana dok ? " tanya kirey


" Lagi di tangani oleh dokter Putra " Langit masih terus menjahit luka pasiennya setelah selesai ia langsung memperban luka di kaki Kirey


" oh iya dok, dokter sendiri namanya siapa ? " tanya Kirey


" Langit.. " jawab Langit singkat


" oh.. "


" sudah selesai ya.. sudah di perban juga, nanti dibantu sama suster nya ya .. untuk obat dan lainnya.. permisi "


" te..terimakasih dok "


Langit berlalu meninggalkan Kirey menuju ruang tindakan sebelah untuk menghampiri Putra


Kirey merasa sedikit kesal padahal ia masih ingin ngobrol dengan Langit


" duh kapan lagi di tolongin gini sama dokter ganteng, masih muda lagi " batin Kirey


" Mba.. masih ada yang sakit selain luka-luka ini ? " tanya perawat menghampiri


" oke saya sudah menghubungi keluarga mba, sedang dalam perjalanan menuju kesini "


" terimakasih sus, oya sus.. ini klinik baru ya.. ? "


" iya mba baru satu minggu ini "


" oh..kalo dokter Langit tiap hari dinas disini ? "


" iya dia dokter inti di klinik sini mba "


" oh ya .. "


" permisi.. saya tunggu di depan ya mba untuk pengambilan obat "


" iya sus, saya tunggu temen saya dulu "

__ADS_1


" ya silahkan "


Perawat berlalu meninggalkan Kirey yang masih terduduk di bed pemeriksaan, masih terasa ngilu luka yang dijahit tadi.


" ini tuh dijahit apa engga sih, kok ngilu banget .. " gumam Kirey, tidak lama temannya yang bernama Nada sudah selesai diberikan tindakan ia hanya luka dibagian tangan dan sobek nya cukup besar sehingga agak lama diberikan tindakannya.


" kirey... " Nada sambil meringis


" hey udah ? "


" iya udah, aku kaki cuma memar aja, tapi tanganku nih sobek "


" wahh sori yaa.. aku juga kaki yang sobek, ngilu banget "


" terus kita balik gimana, ke kampus harus dikabarin dong kalo gini ? " tanya nada


" katanya suster, dia udah nelepon keluarga aku, tunggu dulu deh, nanti kamu aku anterin pulang, aku udah kabarin sekretaris kelas kita berdua ijin karena jatoh dari motor "


" yaudah.. tunggu di depan yu sekalian ambil obat "


" ayo.. eh tadi dokter yang nanganin kamu gimana? ganteng ga ? " tanya Kirey


" hmm.. lumayan ganteng masih muda lagi " nada kepada kirey


" emmhh.. aku dong ganteng banget masih muda juga, namanya dokter Langit.. "


" Hah dokter Langit ? keren ya namanya " Nada tertawa kecil


" heem...emhh pokonya aku harus dapetin hati dokter itu siapa tau masih single kan ? "


" ya kalo single, kalo double, triple gimana ? "


" ya ga mungkin sih kayanya, orang masih muda banget, gini-gini juga aku calon psikolog, aku bisa liat dia itu masih muda banget "


" hmm terserah deh... "


Tidak lama terdengar suara yang tidak asing keluarga Kirey tiba, Kirey langsung dibawa pulang, setelah pengambilan obat, Nada juga diantarkan pulang oleh keluarga Kirey.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2