Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 32


__ADS_3

Di rumah sakit Langit masih dengan pasien-pasien nya, setiap pagi pasien di poli umum sangat banyak, terkadang Langit menjadi kewalahan. Setelah selesai praktek poli Langit ingat akan bertemu dengan istrinya untuk cek lab.


Ia berjalan di koridor rumah sakit menuju ruang jaga dokter, ia akan mengambil tasnya terlebih dahulu, ia melewati ruang isolasi untuk pasien yang membutuhkan pengawasan khusus, saat Langit tepat di depan ruangan itu, ia melihat seorang wanita naik ke atas kursi , ia akan melangkahkan kaki nya ke jendela yang terbuka, Langit berfikir sepertinya ia akan bunuh diri, karena sekarang ia berada di lantai 5 rumah sakit.


Dengan sigap Langit membuka pintu ruangan, berlari menarik pasien tersebut agar tidak loncat dari jendela.


Bruuugghhhhh


" Awww... " Langit menahan sakit


" Argghhh..dokter kenapa dokter menolong aku, biarkan aku mati dok "


Langit memperhatikan wanita itu, ia baru ingat ini adalah pasien yang tempo hari ia rujuk ke poli kandungan.


" kok bisa di ruang isolasi ? ada apa ? " fikir langit


" tenang dulu ya, kamu tidak boleh seperti itu "


" apa peduli dokter sama aku, aku hamil, kekasihku tidak bertanggungjawab, orangtuaku marah sama aku, lebih baik aku mati aja " Pasien itu terus berontak


Langit berusaha untuk memencet tombol bantuan, tidak lama terdengar suara dari stasion perawat


" Selamat siang ada yang bisa dibantu ? "


" Sus, saya dokter Langit, segera kesini pasien berontak "


" Oh ya baik dok, segera kesana "


Tidak lama 3 orang perawat datang menghampiri Langit dan pasien wanita, mereka bertiga mengambil alih pasien itu, pasien itu diikat lalu ditidurkan di bed nya.


" Lepasiinnn aku mau mati aja, dokter kenapa dokter nolong aku !!!! "

__ADS_1


Langit masih shok dengan kejadian itu, baru kali ini ia menghadapi pasien seperti itu, terakhir ia menangani pasien yang hampir seperti itu saat koas itupun dibimbing oleh konsulennya.


" mba tenang ya mba " perawat menenangkan


" ini pasien dokter siapa sus ? " tanya Langit


" pasien dokter Gilang, Sp.J dok "


" oh yaa.. apakah sudah dihubungi dokter Gilang nya ? "


" sudah dok, masih dalam perjalanan "


" mba.. tenang ya kita bicara baik-baik tidak boleh berlaku kasar dan menyakiti diri seperti ini "


" arrgghhhh.. aku akan membuat perhitungan sama dokter, dokter yang sudah menggagalkan ku untuk bunuh diri "


" oke ... oke.. kita bicara tapi tenang.. "


" tapi dok .... " perawat yang masih memegang tangan pasien itu ragu


" engga apa-apa, dia sudah tenang kok "


" baik dok "


" saya mau berbicara sama pasien ini, semoga tetap tenang dan tidak berontak "


" baik dok saya permisi "


Niat Langit untuk memberikan terapi agar si pasien bisa mengendalikan emosinya sebelum dokter kejiwaan yang menangani nya datang, ia merasa iba di usia yang masih sangat muda, pasien ini harus mengalami hal seperti itu, hamil diluar nikah, depresi, frustasi sampai akhirnya berniat untuk bunuh diri.


" tenang yaa kita bicara .. tenang dulu.. "

__ADS_1


" dok.. kenapa sih dokter ngehalangin aku buat bunuh diri, semua membeciku dok, orangtua ku sudah tidak menerimaku lagi karena apa ? karena aku hamil karena anak yang ada di rahim aku dan karena laki-laki bajingan itu "


" jangan menyalahkan diri sendiri dan orang lain " Langit berusaha menenangkan


Pasien terus saja menangis lalu ia secepat kilat naik keatas kursi lagi berusaha untuk melompat kembali dari jendela.


Langit dengan sigap kembali menarik wanita itu.


" kenapa dokter terus menghalangi aku "


" apa kamu fikir dengan kamu bunuh diri, urusan akan selesai ? bagaimana dengan anak dikandungan kamu, bagaimana dengan orang tua kamu ? " langit kepada wanita itu


" aku ga peduli, aku ingin ada yang bertanggungjawab atas kehamilan aku... " pasien itu terus menangis


" jika aku harus menanggung ini sendiri aku ga sanggup.. aku ga akan sanggup ! aku lebih baik mati aja "


" engga, kamu jangan bertindak gegabah ! " Langit kembali menghalangi pasien itu


" oke kalo dokter terus menghalangi aku untuk bunuh diri, maukah dokter bertanggungjawab atas anak yang aku kandung ? "


Langit bingung, ia tidak menyangka pasien itu berkata seperti itu.


" kenapa dokter diam ? kalau dokter diam aku akan bunuh diro sekarang juga "


" oke oke.. oke.... saya akan tanggungjawab atas kehamilan kamu ! " Tidak ada pilihan lain, yang ada di fikiran Langit yang penting pasien dokter Gilang tidak bunuh diri, pasiennya berkata dan bertindak seperti itu karena dipengaruhi oleh goncangan kejiwaannya.


Braakkkkkkk....


Sepasang mata yang melihat adegan tadi tak kuasa untuk melihat, ia berlari menuju lobby rumah sakit untuk kembali pulang.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2