
Di desa berita bahwa Langit akan kembali ke kota telah menyebar luas, banyak dari warga yang tetap menginginkan Langit berada di di desa dan berita Langit kembali ke kota karena istrinya akan melahirkan sudah diketahui hampir seluruh warga Desa.
Deni yang sedang membersihkan pekarangan rumahnya disapa oleh warga yang akan berobat ke dokter Langit
" Den, Dokter Langit masih belom praktik ? " tanya warga
" belum pak, sepertinya masih beberapa hari tidak praktik karena istrinya melahirkan "
" hemm begitu ya, jadi dokter Langit itu sudah menikah dan sudah punya anak kalau begitu "
" iya pak betul, oya bapak sakit apa ? mau berobat ke dokter Langit ? "
" saya sudah 2 hari ini buang-buang air terus Den, lemas rasanya badan saya "
"oh begitu, sudah minum oralit pak ? "
" belum den "
" yasudah Deni punya oralit pak, sebentar ya Deni bawakan dulu " Deni berlalu kedalam rumah untuk mengambil oralit tidak lama ia kembali menghampiri warga tadi
" ini pak oralit nya, ini untuk membantu menambah kan cairan tubuh yang hilang, bapak masih bisa makan dan minum kan, makan dan minum jangan yang pedas dan asam ya pak "
__ADS_1
" waduhh terimakasih ya den, saya doakan kamu nanti bisa seperti dokter Langit ya Den "
" Aamiin pak, terimakasih " Deni hanya mengamini apa yang dikatakan warga
Warga tadi berlalu meninggalkan Deni, Deni kembali membersihkan pekarangan rumahnya disaat yang bersamaan Kinan dan Denok melewati rumah Deni
" Eh kebeneran ada Deni tuh nan "
" Mana ? , eh iyaa "
Mereka berdua menghampiri Deni yang sedang menunduk membersihkan rerumputan.
" Den.. Deni... sekarang Kembali ya ke habitat Semula, ga kerja Lagi sama pak dokter kamu " Denok julid
" ada apa ceu Denok ? " tanya Langit kembali mencabuti rerumputan yang tumbuh liar
" Eh Den, bener ya pak dokter udah ga bakal praktek lagi di desa kita ? " tanya Kinan
" iya ceu Kinan " Deni dengan santainya
" ih kenapa sih, ada masalah apa ? ga boleh ya sama istrinya ? " tanya Kinan Lagi penasaran
__ADS_1
" kaya nya gara-gara kalian deh, suka kecentilan kalo ada pak dokter, mungkin pak dokter Risih kali " Deni menjawab sekenanya
" ihh masa gara-gara kita atuh, harusnya pak dokter seneng fans nya pada cantik campernik aduhai, iya ga Nok ? " Kinan kr Denok
" Hahahha.. emang kepedean sih eceu eceu ini mah " Deni menertawai mereka
" Ih apa sih si Deni teh malah ngetawain " Denok ngedumel
" Udah yu ah, Nok ga puguh ngomong sama Si Deni mah " Kinan mengajak Denok untuk pergi meninggalkan Deni
" Hayu ah.. kita cari info ke warga aja siapa tau ada yang tahu kan " Denok dan kinan berlalu meninggalkan Deni
Deni tetap cuek setelah kepergian kinan dan Denok
" hmm... ga habis-habis nya Kinan sama Denok selalu seperti itu.. ckckck " Gumam Deni sambil tetap membersihkan pekarangan rumahnya.
Dirumah dinas Langit terlihat sepi namun lampu-lampu sudah dimatikan, seperti Pak Mail yang sudah mematikan lampu-lampu rumah dinas Langit.
Pak Mail pun sudah mengetahui jika Langit akan kembali berdinas di kota, sebetulnya ia sudah sangat senang bisa bekerja dengan Langit walaupun tugas intinya adalah seorang Hansip Desa.
" apakah nanti pengganti dokter Langit akan seperti dokter Langit ya baiknya, perhatiannya.. hmmm.. " Pak Mail yang duduk di pos ronda sambil menyeruput kopinya.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ