
Senja masih terbaring di bed ruang perawatan vip ditemani oleh Langit dan kedua orangtuanya, ia masih sesekali mengeluarkan air matanya ia ingin sekali melihat anaknya, namun dokter belum memperbolehkan, karena bayi masih di ruang NICU dan Senja pun masih belum boleh untuk bangun.
" kak.. aku pengen liat anak kita kak.. "
" sabar yaa.. kamu pulih dulu kalo kamu udah bisa bangun nanti kita lihat anak kita "
Senja merasa tidak puas dengan jawaban Langit, ia meminta kepada ayah dan ibunya, jawaban yang sama dilontarkan oleh ayah dan ibunya membuat Senja semakin menderaskan air matanya.
Tidak lama pintu kamar diketuk, dokter Ayesha dan satu orang perawat menghampiri
" permisi pak bu, permisi dokter Senja, bagaimana keadaannya sekarang ? "
" masih terasa perih dok ada tadi sedikit mengigil "
" hmm.. ya saya sudah resepkan obat, nanti diminum ya selain obat yang sudah dimasukkan kedalam cairan infus ini, oya sekarang dokter Senja sudah bisa miring kanan miring kiri, perlahan bangun, agar badan nya tidak kaku, tapi dilakukan pelan-pelan ya "
" iya dokter Ayesha Terimakasih "
" ya sama-sama "
" sudah sus ? " dokter Ayesha kepada perawat
" sudah dok "
" oke kami permisi yaa.. "
Senja hanya menggangguk disusul oleh Langit dan kedua orangtuanya.
Selepas kepergian dokter dan perawat Senja mengikuti saran dokter Ayesha untuk mencoba bangun dari tidurnya, luka sayatan operasi masih sangat terasa, perih dan terasa sangat sakit ditambah ia belum dapat melihat sang anak karena setelah lahir langsung dibawa ke ruang perawatan NICU.
" Pelan-pelan sayang.. "
__ADS_1
" ya ampun perih banget.. " Senja meringis
" iya, kakak bilang juga pelan-pelan " Langit membantu Senja untuk setengah duduk lalu menyenderkan nya di senderan bed
" Oh ya, Ayah Ibu, lebih baik ayah dan Ibu istirahat di rumah, Senja.. Langit yang menjaganya " Langit melihat raut wajah lelah dari kedua mertuanya
" tidak apa-apa kalau ayah dan ibu pulang ? " tanya ibu kepada Senja dan Langit
"engga apa-apa ibu,aku disini sama Kak Langit kok " Senja sambil meringis
" tapi..ibu masih khawatir melihat keadaan Senja "
" tenang saja bu, Senja aman bersama suaminya " sambung ayah
" iya bu, lebih baik ayah dan ibu istirahat dulu di rumah " Senja menimpali
" yasudah kalau begitu ayah dan ibu pulang ya, kabari ibu dan ayah kalau ada apa-apa "
" iya bu, pasti Langit kabari '
Kedua orangtua Senja melewati lorong rumah sakit, mereka berdua teringat saat-saat mereka muda dulu, ayah Senja dan ibu dulu koas di tahun yang sama hanya berbeda ruangan, jadi mereka bertemu di ujung lorong ruangan masing-masing karena ruangan ibu Senja dan ruangan ayah Senja dulu hanya dipisahkan oleh lorong.
Sampai akhirnya mereka dekat dan selepas dinas mereka berdua selalu bertemu diujung lorong itu, pada saat sekarang ayah dan ibu Senja melewati lorong rumah sakit walaupun rumah sakit yang berbeda namun lorong rumah sakit mengingatkan kisah pertemuan mereka berdua.
" bu, apa kita tidak melihat cucu kita dulu di ruang NICU ? "
" oh iya ya.. kita kesana dulu yah "
Mereka berdua berjalan mencari ruangan NICU sampai akhirnya tepat di depan pintu ruangan
" selamat siang.. bolehkah kami melihat bayi ny. Senja ? "
__ADS_1
" mohon maaf bapak dengan siapa nya ? " tanya perawat
" kami kakek dan nenek nya "
" Sebentar ya pak bu kami tanya ke dokter jaga terlebih dahulu "
Tidak lama dokter jaga ruang NICU datang menghampiri kedua orangtua Senja, dan kebetulan dokter jaganya mengenali ayah dari Senja
" selamat siang.... d..dokter " Dokter jaga mengucapkan salam kepada ayah Senja
" dokter mohon maaf, kami tidak tahu jika dokter ada disini, ada yang bisa saya bantu dok ? "
" hmm.. tidak apa-apa, kami kesini hanya ingin melihat cucu kami sebentar bagaimana keadaannya "
" bayi dokter Senja ? "
" iya betul "
" Baik, sebentar ya dok, silahkan ke ruangan sebelah untuk menggunakan pakaian steril "
" ya terimakasih "
Ayah dan Ibu Senja akhirnya bisa melihat cucunya walaupun masih terhalang kaca, bayi mungil itu didalam inkubator masih dipenuhi alat yang terpasang di tubuhnya.
Dokter jaga lalu menjelaskan keadaan bayi Senja kepada kedua orangtuanya.
" Alhamdulillah.. masa kritisnya telah lewat, hanya saja kita fokus pada pematangan paru-paru nya dok, untuk hari ini dan seterusnya semoga lebih baik lagi.. "
" Aamiin... " Ayah dan ibu senja berbarengan
Tidak lama ayah dan ibu Senja kembali ke luar ruangan NiCu setelah berpamitan, mereka berdua kembali berjalan menyusuri koridor rumah sakit menuju parkiran, ada sedikit tenang di hati kedua orangtua Senja, masa kritis cucu nya dapat dilalui, tidak henti-hentinya mereka berdua memohon kepada sang maha kuasa untuk memberikan kesehatan dan kepulihan kepada Senja dan cucunya.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ