Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 64


__ADS_3

Senja masih sibuk dengan pasiennya, selain melakukan pertolongan pertama, Senja pun berkonsultasi dengan beberapa dokter Jantung dan Paru, sampai akhirnya Pasien bisa kembali bernafas dengan normal, walaupun masih harus di pantau secara intensif.


Setelah selesai menangani pasien tadi dan dirasa belum ada pasien yang datang lagi, Senja kembali ke ruang Jaga disana sudah ada dokter camel, ia duluan menuju ruang jaga karena ia pun sedikit lelah untuk hari ini.


" Eh.. dok sudah disini ? " tanya Senja kepada Camel yang sedang minum dari botol minumnya


" emmhh... uhukkk..iyaaa.. "


" Aduhh dok maaf... " Senja menepuk-nepuk punggung Camel


" engga.. engga .. ga apa-apa " Camel tertawa


" gimana tadi yang butuh RJP aman ? " tanya dokter Camel


" Alhamdulillah dok, tadi sempet konsul ke dokter Eka dan dokter Rio, Alhamdulillah tertangani, sekarang sudah masuk HCU "


" Alhamdulillah, ayo kamu istirahat dulu " Camel kepada Senja


" Iya dok.. " Senja duduk di kursinya ia mengambil air minum, lalu meminumnya dan mengeluarkan ponsel dari dalam saku jas nya, ia membuka ponsel nya ternyata ada notifikasi masuk ia membaca pesan yang dikirim oleh suaminya


Langit mengabarkan jika ia sudah sampai Desa dengan selamat, Senja lalu membalas pesan Langit, ada perasaan tenang dalam hati Senja jika suaminya sudah memberikan kabar.

__ADS_1


...****************...


Di desa setelah menyimpan beberapa perlengkapan yang ia bawa, ia merebahkan dulu tubuhnya diatas kasur, hanya sekedar ingin meluruskan punggungnya.


Tidak lupa Langit langsung memberikan kabar kepada Senja jika ia sudah sampai Desa, setelah pesan terkirim, lama Senja belum membalas nya, Langit tahu mungkin senja sedang menangani pasien.


Deni ijin untuk pulang terlebih dahulu ia alan kembali nanti sore saat Langit membuka praktek. Pak Mail masih setia menjaga rumah Dinas Langit.


Dalam istirahat nya Langit memikirkan rumah tangganya bersama Senja, ia ingin bersama dengan Senja apalagi sekarang tinggal menunggu hari Senja akan melahirkan, Langit diterpa kebingungan.


"apa aku harus meminta ijin untuk kembali berdinas di kota ? " batin Langit


Ia terus memikirkan itu, sepertinya untuk saat ini tidak mungkin Langit membawa Senja ke Desa, jalanan desa belum sepenuhnya diperbaiki, rentan bagi Senja yang sedang hamil besar jika ikut Langit ke desa.


terdengar pintu rumah diketuk, Langit langsung bangun dari rebahannya, berjalan menuju ruang tamu untuk membuka pintu.


" Ya sebentar... "


Ceklek pintu dibuka ..


" Assalamu'alaikum pak dokter maaf, anak saya ini kakinya terkena pecahan beling, tadi ia main bola dilapang tidak menggunakan sepatu "

__ADS_1


" Oh begitu, ayo bu masuk ke ruangan sebelah ya " Langit berjalan menuju ruangan prakteknya disusul oleh si ibu dan anaknya.


Setelah masuk kedalam ruangan, anak itu di tidurkan diatas bed, Langit mulai membersihkan luka anak itu.


" lukanya lumayan dalam ya bu, tapi jangan khawatir saya akan jahit agar lukanya bisa tertutup " Langit menjelaskan kepada ibu si anak


" silahkan dok, saya percayakan pada dokter "


" bu... ibu.. sakit bu.. " anak itu menangis


" iya sabar, atuh kamu main bola tidak pakai sepatu " si ibu kepada anaknya


" tunggu yaa sebentar, dibersihkan dulu lukanya supaya tidak infeksi " Langit kepada anak itu


" Bu.. dok ga mau di jahit bu... ga mau !! "


" aduhh ari kamu, jangan seperti itu malu sama pak dokter, sudah percayakan saja sama pak dokter, sakit sedikit dari pada nanti kamu kenapa-kenapa "


Anak itu masih saja menangis, namun prosedur perawatan luka harus tetap dilakukan oleh Langit agar tidak terjadi infeksi pada luka si anak itu.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2