Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 40


__ADS_3

Terdengar suara mesin motor terparkir di garasi rumah, Senja sudah mengira itu Langit yang datang, benar saja tidak lama terdengar suara pintu rumah terbuka.


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumusalam.. " Ayah dan Ibu berbarengan


" Ayah, ibu " Langit menyalami kedua mertuanya


" Sehat Lang.. " tanya Ayah


" Alhamdulillah yah "


" Alhamdulillah.. Senja dimana yah, bu " tanya Langit


" Ia dikamar, tadi dia mual dan sempat muntah, sekarang sedang istirahat "


" oh iyaa bu, saya menemui Senja dulu "


" iya silahkan nak "


Langit berjalan menuju kamar ia melihat Senja sedang berbaring miring membelakangi pintu kamar, ia melihat tubuh Senja seperti agak kurusan.


" Ya Allah... perjuangan kamu untuk anak kita " batin Langit


Ia menghampiri Senja lalu duduk di tepi kasur, ia melihat wajah Senja, Senja menutup mata, ia sedang tidur, Langit tidak membangunkannya karena ia merasa kasihan.


Saat Langit bangun dari duduknya, Senja merasa ada orang lain, ia langsung bangun lalu membalikkan badannya, dilihat Langit sedang berdiri membuka lemari baju.


" Kak.... " Panggil Senja

__ADS_1


Langit menoleh, lalu menghampiri kembali Senja


" iyaa .. kamu gimana sekarang ? "


" tiap aku mencium aroma makanan, aku langsung mual bahkan muntah kak "


" hmm.. yang sabar yaa.. kamu mau minum hangat ? air jahe mungkin ? " tanya Langit


" engga kak, nanti aja " Senja tersenyum tipis


Tanpa Senja sadari Langit terus memandangi wajah Senja, wajah Senja yang cubby sekarang berubah menjadi agak tirus, dulu ia selalu bingung jika berat badan nya naik, ia selalu berfikir keras bagaimana bisa menurunkan berat badan dengan cepat, namun sekarang tanpa diet pun berat badan Senja turun beberapa kilo.


Karena setiap kali makan pasti dimuntahkan kembali oleh Senja, Semoga ini tidak berlaku lama, harapan Langit, sebetulnya ada yang ingin Langit sampaikan pada Senja, Langit sudah mendapatkan surat mutasi untuk pindah dinas di puskesmas daerah, pada saat ada penerimaan dokter desa, Langit sempat ikut, karena ia belum tahu akan kerja dimana pada saat itu, selang beberapa tahun, surat itu baru dikeluarkan.


Mau tidak mau Langit harus menerima itu, ia harus memutuskan resign sebagai dokter poli di rumah sakit terkemuka di kota, untuk berdinas di desa, karena apabila tidak diambil akan berimbas ke karir Langit kedepannya.


Namun ia bingung untuk menyampaikan nya, karena melihat keadaan Senja yang seperti ini, disisi lain ia ingin selalu dekat dengan istri dan kedua orangtuanya, namun disisi lain ia pun sudah harus menjalani tugas yang diperintahkan oleh negara untuknya.


" Kaak... " tidak ada jawaban dari Langit


" Kak Langit... " Senja membuyarkan Lamunan Langit


" ehh.. iyaa kenapa ? "


" kakak yang kenapa ? kok ngelamun ? " tanya Senja


" ehmm.. engga kok, engga ngelamun " Langit tersenyum


" hmm.. ada yang kakak fikirin ? " tanya Langit

__ADS_1


" mmh... kalo seandainya kakak nanti dinas di desa gimana ? "


" hah maksud nya dinas di desa gimana kak ? " tanya Senja


" Iya, kan yang namanya seorang dokter harus siap kan dinas dimana aja, saat masyarakat membutuhkan kita untuk pengobatan dan di tempat itu belum ada dokter, kita harus siap dong "


" hmm.. emang nya kakak mau pindah kerja ? "


" kemungkinan .. "


" kenapa sih kak, lebih enak disini kan ? " Senja sedikit meninggi


" iyaa.. kakak juga ga nyangka, dulu kakak kan pernah ........ " Langit menjelaskan kepada Senja


Senja hanya menyimak penjelasan Langit, lalu manik bening Senja terlihat berkaca-kaca, wajah nya yang tadinya hangat berubah menjadi ditekuk, membuat Langit semakin bingung.


" terus aku gimana kak ? " tanya Senja


" kamu ikut kakak pastinya, tapi.. tidak sekarang, kakak harus lihat dulu kondisi disana seperti apa, kamu kan sedang hamil "


Senja hanya terdiam.. ia membayangkan sedang hamil harus ditinggalkan oleh Langit, ada Langit saja ia ringkih apalagi ga ada Langit pikir Senja.


" jangan terlalu dipikirkan ya.. masih bulan depan kok, masih banyak kemungkinan yang akan terjadi.. "


Senja hanya terdiam


" udah yaa.. jangan sedih.. kemanapun kakak pergi kamu pasti ikut disamping kakak ... hmm.. " Langit tersenyum lalu memeluk Senja


Senja membalas pelukan Langit " Jangan tinggalin aku kak.. "

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2