Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 41


__ADS_3

Senja bangun dari duduk nya dipinggiran kasur disusul oleh Langit berjalan keluar kamar untuk menghampiri Ayah dan Ibunya. Langit berniat untuk memberitahukan kepada kedua mertuanya jika ia bulan depan akan bertugas di desa.


" Senja , Langit.. sini nak, bagaimana Senja sudah mendingan ? " tanya ibu


" iya bu yang penting jangan mencium aroma yang menyengat " Senja kepada ibu


" hmm.. iya, sabar ya nak, kodrat seorang wanita memang sudah seperti itu, mengandung, melahirkan, menyusui nikmati saja prosesnya " Ibu kepada Senja


" iya bu " Senja tersenyum tipis


" oya bagaimana pekerjaan kamu, Lang ? " tanya Ayah


" Alhamdulillah yah, aman dan Lancar "


" syukurlah, ayah juga sepertinya akan mengurangi waktu praktek ayah, sudah tua perlu banyak beristirahat sekarang, yang penting ayah sudah tenang ada penerus ayah sekarang ada kamu dan Senja "


" Iya yah Alhamdulillah.. " Langit tersenyum


" oh ya, Ayah ibu ada yang ingin Langit sampaikan "


" mengenai apa nak ? " tanya ayah dan ibu


" mhh begini yah bu, dulu sebelum Langit bekerja di rumah sakit, Langit sempat mengikuti penerimaan calon dokter Desa, ya Langit berfikir siapa tau lolos karena pada saat itu Langit belum ada pekerjaan yang pasti....... " Langit menjelaskan semuanya kepda Ayah dan Ibu Senja.


Kedua mertuanya mengerti posisi Langit sekarang, karena ayah Senja pun dulu sempat mengalami nya saat menjadi dokter muda.

__ADS_1


" hmm.. begitu.. ya kalau ayah ikuti saja prosesnya, bagaimana pun itu sudah menjadi tugas kamu dan untuk Senja jangan khawatir ada ayah da ibu, kalaupun seandainya Senja belum bisa ikut ke desa, Senja bisa bersama kami dulu, iya kan bu "


" iyaa.. tenang saja nak Langit, insyaallah semua aman ya, kalau disana sudah tahu situasinya, Senja ikut dengan nak Langit pun tidak masalah " ibu kepada Langit


" bagaimana Senja ? " tanya Ayah


" hmm.. aku sih gimana baiknya aja, yaa.. walaupun sebetulnya aku pengen kak Langit kerja disini aja "


" yaa... berposes ya sayang " Ayah Langit ke Senja


" iyaa " Senja mengangguk


Tugas Langit tinggal memberitahu kedua orangtuanya sendiri, sudah hampir 3 bulan, ayah Langit dipindahkan tugasnya ke luar provisi, sebagai seorang perwira di kepolisian, sudah barang tentu dimanapun dibutuhkan harus siap.


Karena berada di luar provinsi, kedua orangtuanya belum sempat datang menengok semenjak Senja diketahui hamil, hanya telepon dan video call saja yang dapat mereka lakukan untuk mengetahui kabar anak dan menantu mereka.


Walaupun sebetulnya Senja berat hati, namun demi karir Langit ia harus ikhlas kembali berjauhan dulu dengan Langit, ia juga harus menyelesaikan Internship nya karena terpotong cuti hamil.


Senja bertekad jika kehamilannya sudah agak besar, ia sudah melewati masa trimester pertama yang dirasa cukup berat bagi dirinya, ia akan segera kembali untuk menuntaskan Internship nya.


Disaat ia sudah mendapatkan surat tanda Registrasi, ia bisa ikut dengan Langit untuk praktek di desa nantinya, apalagi nanti ia akan kembali cuti pada saat melahirkan, kalau tidak segera di selesaikan kemungkinan Internship nya akan tertunda kembali, pikir Senja.


" Kak.. aku ingin segera melewati masa ini, agar aku bisa kembali menyelesaikan Internship yang sempat tertunda beberapa pekan " Langit kepada Senja


" iya.. sabar ya.. semoga kondisi kamu bisa kembali stabil "

__ADS_1


" iya kak Aamiin "


" hmm.. kamu juga yang sabar yaa jika nantinya kita harus kembali berjauhan " Langit menggenggam tangan Senja


" iyaa kak.. doakan aku bisa melaluinya "


" harus... dan kamu pasti bisa, dulu hampir 3 tahun kita berpisah walaupun kita sudah menikah, tapi kita bisa melewatinya kan ? "


" iyaa kak, tapi itu kan dulu .. " Senja cemberut


" apa bedanya dengan sekarang ? " tanya Langit


" dulu aku belum hamil, aku juga belum sayang-sayang banget sama kak Langit "


" hmmm... gituu... jadi gitu yaa... ketauan yaa sekarang " Langit menggoda Senja


" iya itu kan dulu.. sekarang kan aku sayang banget sama kakak " Senja memeluk tangan Langit


" hmmm... " Langit tersenyum mengacak rambut Senja


" ihh kakak.. jangan acak-acak rambut aku ! " Senja paling ga suka rambutnya diacak-acak


" Hahahahhhaha " Langit hanya tertawa namun Senja menjadi cemberut


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2