Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 94


__ADS_3

Kirey sedang sibuk dikampusnya walaupun dengan keadaan luka yang masih agak sakit, karena rumah kirey jauh dari klinik perusahaan Sandyakala Corp, saat kontrol pasca jahitan ia tidak kembali ke klinik dimana ia diberikan perawatan oleh Langit.


Ia hanya bisa mengirim makanan dan terakhir ia memberikan dasi kepada Langit, ia berharap Langit suka dengan pemberiannya dan ia pun berharap Langit masih single, karena itu tujuan Kirey untuk menaklukan hati Langit.


" Hmm.. kangen juga ya sama dokter Ganteng " batin Kirey yang masih duduk di kelasnya


" pulang kampus ini aku kesana ahh.. karena perawat itu pernah bilang kalo dokter Langit tiap hari berdinas di klinik itu, jadi dia hari ini pasti ada disana " Gumam Kirey merasa bahagia sendiri


Setelah pulang kampus ia langsung tancap gas motor nya menuju klinik dimana Langit bekerja, sebelumnya ia membeli dulu kue untuk ia bawa menemui Langit.


Hampir satu jam perjalanan menggunakan motor Kirey sampai di klinik ia memarkirkan motornya di parkiran khusus kendaraan roda dua, setelah mengunci motor ia berjalan menuju klinik namun jalan yang ia gunakan salah.


" Kok dipalang gini sih ? " batin Kirey


" Permisi,mau kemana mba ? " tanya Satpam yang berjaga menghampiri


" hmm.. ituu pak saya mau ke klinik "


" oh klinik di depan mba, jalan nya kesini, lihat plang nya, kalo kesini perusahaan Sandyakala Corp, tidak sembarang orang bisa masuk, hanya karyawan dan pimpinan perusahaan, itupun harus menggunakan kartu identitas yang resmi dari perusahaan " Satpam menjelaskan


" oh iyaa pak, mohon maaf, terimakasih " Kirey berlalu meninggalkan Satpam dan jalan menuju klinik yang sudah diarahkan oleh Satpam tadi


" kok aku bisa salah masuk sih, malu-malu in banget " batin Kirey


Sesampainya di depan klinik, hati kirey semakin tak beraturan, ia akan bertemu dengan Langit, dia memikirkan apa yang akan ia ucapkan nanti saat ia bertemu dengan Langit. Ia masuk kedalam klinik mendorong pintu masuk dan terdengar suara bel.


Ting.. nong.. silahkan duduk


Tidak lama Amel dan Lengga menghampiri Kirey


" Siang mba ada yang bisa saya bantu, ada keluhan apa ? " Tanya Lengga


" hmm.. engga sus, saya mau bertemu dokter Langit, bisa ? "


Lengga dan Amel saling tatap


" oh sebentar ya.. saya panggilkan dulu " Lengga kepada Kirey

__ADS_1


Kirey langsung duduk kembali, Lengga dan Amel masuk kedalam untuk memanggil Langit


" eh.. akhir-akhir ini banyak yang cari dokter Langit ya " amel kepada Lengga


" heem.. itu siapa ya, mungkin pasien nya di rumah sakit lain "


" mungkin saja " Amel ke Lengga


Sampai di Stasion Perawat


" Pasien apa Mel ? " tanya Langit


" Maaf dok, itu yang mencari dokter, perempuan muda, saya kaya pernah liat, tapi lupa dimana " Amel ke dokter Langit


" Siapa ya.. ? kalian berdua ikut saya " Langit meminta Amel dan Lengga untuk ikut bersamanya


Langit berjalan menghampiri Kirey diekori oleh Lengga dan Amel, Sesampainya di tempat tunggu Langit mengingat-ingat siapa wanita itu


" permisi... "


" hmm.. iya dok " tidak dipungkiri hati Kirey menjadi dag-dig-dug


" hmm.. ini dok saya hanya ini ingin mengucapkan terimakasih ke dokter, sudah menangani saya saat saya kecelakaan tempo hari, yang kaki saya luka, ini dok sebagai ucapan terimakasih saya " Kirey menyodorkan kantong berisi kue yang tadi ia beli


" oh.. ya sama-sama, gimana sekarang sudah baikan ? " tanya Langit


" Alhamdulillah dok sudah baikan, saya setelah itu berobat di klinik dekat rumah karena kalo kesini lagi jauh "


" tidak apa-apa sama saja, yang terpenting sudah baikan kan "


" Iya dok.. oh ya .. hmmm... saya juga yang mengirim dasi untuk dokter semoga dokter suka yaa dan mau pakai dasinya " Kirey ke Langit


Langit kaget, juga Amel dan Lengga saling tatap kembali


" oh ... jadi yang sering kirim-kirim ke dokter Langit itu wanita ini " Lengga berbisik ke Amel


" Iya mel, wah gawat nih, harus kita lindungi dokter Langit, dia kan udah nikah "

__ADS_1


" iya bener Ga "


Langit merasa ada yang berbeda dari wanita yang dihadapannya, ia berusaha menetralkan suasana.


Kirey terus mengajak ngobrol Langit dan lama-kelamaan Langit merasa tidak nyaman, untung ia mengajak Amel dan Lengga ia memberikan isyarat kode ke Amel dan Lengga.


" Tolong ambilkan ponsel saya, sepertinya ada telepon dari istri saya " Langit kepada Amel


" Oh ya baik dok " Amel dan Lengga berlalu mengambil ponsel Langit yang memang tersimpan di meja stasion perawat


Kirey yang mendengarnya Langsung menghentikan pembicaraan nya, " apa dokter Langit sudah punya istri ? " batin Kirey serasa jantungnya berhenti berdetak ia merasa lemas sendiri laki-laki yang diidamkannya sudah memiliki istri, gagal semua ia merasa rugi sudah memberikan makanan da barang kepada Langit.


" hmm.. maaf dok .. dokter sudah menikah ? " tanya Kirey


" Iya.. saya sudah memiliki anak juga " Langit santai


Tidak lama Amel dan Lengga datang memberikan ponsel Langit


" Dok, ada banyak miscalled mungkin dari istri dokter " Lengga kepada Langit padahal itu siasat Lengga agar Kirey segera pulang karena tadi ia sudah diberi kode oleh Langit


" Oh ya.. terimakasih ya... permisi yaa saya kedalam dulu, oya terima kasih atas pemberiannya, semoga sehat selalu " Langit setelah berpamitan langsung masuk kedalam


Kirey hanya tersenyum


" mba .. masih ada perlu ? " tanya Amel


" oh engga, permisi ! " Kirey dengan ketus


Kirey berlalu meninggalkan klinik, saat punggung kirey audah tidak terlihat, Amel dan Lengga tertawa terbahak-bahak


" hahahahhaha .. kena mental kan .. ganjen sih " Amel ke Lengga


" iyaa bener .. hahahhaa "


" yuu masuk, ada-ada aja deh kejadian di klinik ini hahahah "


Lengga dan Amel masuk kedalam kembali berkumpul bersama Dokter Langit.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2