
Pagi ini setelah shalat subuh Senja tidak kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur, ia duduk di sofa kamar, ia melihat ke arah jendela suasana masih gelap, terdengar pintu kamar terbuka, Langit membawakan segelas air hangat untuk Senja, setelah shalat subuh ia langsung turin ke dapur hanya untuk mengambilkan Senja minum.
" Minum dulu.. " Langit menyodorkan gelas berisi air
" hmm.. iya kak, makasih.. " Senja mengambil gelas itu lalu meminumnya
" mau jadi jalan santai ? " tanya Langit
" Jadi kak.. kapan lagi,aku sudah harus mulai berjalan-jalan santai, biar persalinan nya lancar.. Aamiin "
" Aamiin.. yaudah kakak siap-siap dulu ya "
" iya kak .. " Senja kembali melihat ke arah luar dari jendela, terasa udara segar masuk dari celah-celah ventilasi jendela
Senja pun menyusul langit untuk bersiap-siap, ia mengganti pakaiannya.
Setelah mereka berdua siap, Langit dan Senja keluar kamar turun ke lantai bawah, disana sudah ada ibu yang sedang di dapur mempersiapkan untuk sarapan mereka, ayah sedang berada di ruang tv.
" Senja.. Langit.. mau kemana sudah siap ? " tanya ibu yang melihat Senja dan Langit turun dari tangga
" ini bu, Saya mau mengajak Senja untuk berjalan-jalan di sekitaran komplek bu " Langit menjelaskan
Ayah menoleh ke arah Senja dan langit " berjalan-jalan ? yaa bagus itu untuk memperlancar proses persalinan Senja nanti "
" iyaa yah.. " Senja mengangguk
" Kita jalan-jalan dulu ya Bu, yah " Senja berjalan menyalami kedua orangtuanya bergantian yang disusul oleh Langit
" iya hati-hati ya nak "
Mereka berdua berlalu berjalan keluar rumah untuk sekedar berjalan-jalan, sang surya masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya, embun pagi masih menyelimuti awan menambah kesegaran pagi ini.
" Kak.. kakak kapan kembali ke Desa ? " Senja kepada Langit memulai pembicaraan
" hmm.. kemungkinan besok pagi "
__ADS_1
" hmm.. ya.. " Senja mengangguk
" kamu yang sabar yaa.. semoga stok sabar kamu tidak pernah berkurang "
Senja hanya tersenyum, lalu mereka melanjutkan kembali berjalan.
" kak, berhenti dulu ya disitu ada tempat duduk kayanya "
" oke "
Langit menuruti keinginan Senja untuk istirahat terlebih dahulu, Langit menyodorkan air minum dalam botol yang ia bawa, Senja mengambil botol itu lalu meminumnya, dari kejauhan terlihat tukang bubur yang mendorong gerobaknya ke arah Senja dan Langit
" kamu mau bubur ? " tanya Langit
" hmm boleh.. kakak mau juga kan ? "
Langit hanya mengangguk dan tersenyum, ia berjalan menanggil tukang bubur agar mendekat
"Pak bubur 2 porsi ya, yang satu tidak menggunakan kacang " Langit memesan bubur ia tahu jika Senja tidak begitu menyukai kacang
" baik mas " penjual bubur mulai meracik bubur
" siap mas "
Langit kembali menghampiri Senja
" udah pesan kak ? " tanya Senja
" iyaa.. yang kamu ga pake kacang kan ? " tanya Langit
" Iya.. masih hafal aja "
" iya dong masa makanan kesukaan atau yang ga suka dari istri sendiri lupa " Langit menggoda Senja
" hemmm... " Senja mencubit perut Langit
__ADS_1
" aww.. sakit " mereka berdua tertawa
Tidak lama tukang bubur datang menghampiri dengan 2 mangkuk bubut ditangannya
" permisi mba, mas ini pesanan buburnya, ini yang pakai kacang ini yang tidak "
" oke terimakasih ya pak "
" terimakasih pak "
" sama-sama mba mas, oya ini minumnya "
" ya terimakasih "
Penjual bubur berlalu meninggalkan Senja dan Langit ia duduk di dekat gerobaknya sambil menunggu pembeli yang lain datang.
Senja dan Langit memakan bubur yang sudah ada di depannya, setelah buburnya habis Langit mengantarkan mangkok bekas makannya ke penjual bubur sekalian membayar buburnya.
" ini pak.. "
" terimakasih mas, mari " penjual bubur berlalu meninggalkan Langit
Langit kembali ke bangku yang diduduki Senja, Langit duduk di sebelah Senja.
" Udah kenyang ? anak papa udah kenyang juga ? " Langit mengelus-elus perut Senja sambil berbicara
" Udah dong papa " Senja kepada Langit
Langit tersenyum dan terus berbicara ke depan perut Senja, seperti mendengar Janin di dalam perut Senja bergerak terlihat dari perut Senja yang bergelombang.
" Ga sabar deh nunggu kamu lahir nak " Langit terus berbicara di depan perut Senja
Senja hanya sesekali tersenyum dan tertawa melihat tingkah Langit, setelah dirasa cukup isirahat, Senja dan Langit melanjutkan perjalanan, karena sinar matahari sudah terlihat, dikhawatirkan akan semakin panas, maka Senja dan Langit segera berjalan kembali menuju rumah.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ