Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 59


__ADS_3

Didalam perjalan Deni banyak berbicara ke Langit, ia menceritakan segala sesuatu yang ia tahu, sampai di perbatasan antara desa dan kota jalanan mulai ramai, banyak mobil berlalu lalang.


Sudah memasuki jalan perkotaan Deni melihat salah satu Gedung Tinggi bertuliskan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan


" Kapan yaa Deni, bisa melanjutkan sekolah kesana " Gumamnya yang samar-samar didengar oleh Langit


" Kenapa Den ? " tanya Langit


" mmhh.. engga pak dokter, itu tadi saya lihat gedung kampus "


" ohh.. semoga nanti ada rejekinya yaa kamu melanjutkan sekolah kesana" Langit tahu pasti Deni melihat gedung kampus sekolah kesehatan yang mereka lalui barusan


" Aamiin pak dokter.. " Deni bersemangat


" Nah Den, di depan ada rumah sakit itu tempat istri saya berdinas " Langit menunjukan rumah sakit dimana Senja bertugas


" Wah rumah sakitnya bagus yaa pak, pasti fasilitas nya juga sangat baik, tidak seperti dulu saya waktu sekolah sempat berdinas di rumah sakit itu sebagai syarat lulus sekolah, rumah sakit daerah tipe D, yang disaat membutuhkan pertolongan medis yang lebih harus tetap merujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan lengkap " Deni menjelaskan


" Ya.. Den.. semua kan berproses dan tiap daerah pasti mempunyai kebijakannya masing-masing untuk membangun tempat pelayanan kesehatan "


" Iya pak, oya pak dokter sudah memberitahu istri pak dokter jika pak dokter akan pulang hari ini ? " tanya Deni


" istri saya sudah tau saya akan pulang, tapi... ia tidak tahu kalau hari ini saya sudah dijalan menuju rumah "


" oh seperti itu pak, bagaimana dengan istri bapak, jika saya ikut menginap di rumah bapak dan istri ? "


" tenang saja, istri saya baik kok, mertua saya juga baik, selama saya di desa, istri saya tinggal bersama kedua orangtuanya, mereka khawatir saya pun juga khawatir karena istri saya sedang hamil " Langit kepada Deni


" Iyaa juga ya pak.. " Deni dan Langit terus saja mengobrol sepanjang jalan


Jalan yang mulai padat karena hari menjelang sore, jam pulang kantor, menyebabkan kemacetan dimana-mana, awan sudah mulai berubah warna menjadi kelabu, Langit masih dalam perjalanan, di depan ia melihat ada mobil sedan berwarna hitam terparkir di pinggir jalan, ia sangat mengenali mobil itu.


" Seperti nya itu mobil ayah " batin Langit ia memelankan laju motornya, saat motor sudah berada persisi disamping mobil ia melihat seorang wanita hamil tengah berdiri di depan cap mobil yang sudah terbuka


" Senja.. ya itu Senja.... "


Langit segera memarkirkan motornya, membuat Deni heran.


" Ada apa pak dokter ? " tanya Deni


" Turun dulu Den " Deni menuruti apa kata Langit

__ADS_1


Langit berjalan menghampiri Senja, Senja masih saja berdiri poaisi nya membelakangi Langit, ia masih melihat-lihat apa penyebab dari mobil nya tiba-tiba mati. Deni mengekori Langit mengikuti kemana Langit berjalan.


Langit mulai menyapa Senja


" Permisi.. ada yang bisa saya bantu ? " tanya Langit


" Ini loh.. mobil saya tiba-tiba mati " Senja menjawab tanpa menoleh ke arah sumber suara


" Boleh saya lihat ? " Langit semakin mendekati Senja, Senja merasa ada wangi parfum khas suaminya


" Si... silahkan... " Senja menjauh lalu melihat ke arah Langit dan...


" Kak Langit.... !!! " Senja histeris langsung memeluk Langit


Langit hanya tersenyum, ia membalas pelukan Senja


" Aduhh... "


" Kenapa kak ? " tanya Senja


" perutnya ganjel hehehe "


" Kakak kok ada disini ? kenapa setiap pulang ga ngasih tau aku sih, kebiasaan " Senja mencecar Langit


emang yaa Langit kebiasaan tiap pulang tau tau udah ada hehehe


" Kan kejutann... siapa bilang kakak ga bilang, kan semalam kaka udh bilang, kakak akan pulang dulu "


" ya tapi kan, ga bilang hari ini " Senja memajukan bibirnya


Deni yang melihat Senja dan Langit seperti melihat sepasang kekasih yang sedang berdebat.


Senja sadar ada yang lain diantara mereka berdua, ia langsung bertanya kepada Langit


" Kak.. ini siapa ? " Senja menoleh ke arah Deni


Deni tersenyum lalu mengucapkan salam, Senja membalas salam Deni.


" Sayang ... ini Deni, ia yang membantu kakak selama praktek di desa " Langit ke Senja


" Oh yaa.. saya Senja "

__ADS_1


" Deni.. ini istri saya "


" oh iyaa bu dokter, salam kenal "


" jadi ini mobilnya kenapa ? " tanya Langit


" Ga tau kak tiba-tiba mati "


" Coba sini kakak lihat dulu, kamu masuk aja ke dalam mobil "


" Iya kak " Senja menuruti perintah Langit


" Den, bantu saya "


" Siap pak "


Hampir 30 menit Langit masih mengotak atik mobil sampai akhirnya mobil bisa menyala kembali.


" Udah nyala kak ? " tanya Senja


" udah sayang.. "


" Yaudah ayo pulang "


" hmm sebentar " Langit memanggil Deni


" Den, kamu bisa mengendarai motor kan ? " tanya Langit


" Bisa pak "


" kamu bisa pake motor saya, nanti kamu ikuti mobil ini, saya akan mengendarai mobil ini dengan istri saya "


" Baik pak "


Deni mengendarai motor Langit ia mengikuti kemana arah mobil yang dikendarai Langit, di dalam mobil Senja masih tetap mencecar Langit, kenapa setiap kali pulang ia selalu mendadak dan tidak memberitahu terlebih dahulu.


Dan Senja mengutarakan jika ia sebentar lagi akan selesai berdinas di rumah sakit itu, ia ingin keputusan Langit kedepannya apakah akan tetap menjadi dokter di kota atau ikut Langit ke Desa.


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2