
Sebelum berangkat Senja mengecek kembali keperluan yang harus dibawa, ia takut ada yang tertinggal karena perjalanan dari rumah ke rumah sakit tempat praktek nanti beda kota, ia tidak mau hal hal sepele yang ketinggalan bisa menghambat pendidikannya nanti.
Setelah dirasa semua siap Senja menutup kopernya, ia membawa beberapa kopernya keluar kamar, Langit yang melihat Senja mendorong-dorong koper langsung menghampiri nya.
" Kenapa sih gengsi banget minta tolong " Langit mengambil koper itu lalu membawanya
Senja hanya nyengir
" bukan gengsi Kak, cuma ya aku masih bisa kok sendiri "
" buat apa ada aku, kalo hal kaya gini aja kamu lakuin sendiri "
Senja terdiam namun ia tersenyum dalam hati, ia merasa aneh sendiri dengan dirinya, dulu ia memang suka manja kepada Langit, tapi setelah menjadi sepasang suami istri ia menjadi canggung untuk meminta bantuan kepada Langit.
" kakak anter kamu, hari ini kakak sudah minta ijin tidak praktek, oya bulan depan kakak dapet gaji, nanti kakak transfer ya "
" hemm... uang 1,5 tahun yang lalu juga masih ada kok kak "
" hah masih ada ? uang yang mana ? "
__ADS_1
" kakak kan pernah ngasih atm ke aku, aku cek saldonya banyak banget untuk makan dan keperluan aku aja itu sangat lebih kak dan sampai hari ini saldo di atm itu masih ada "
" ya ampun.. emang kamu selama ini ga pernah kemana-mana ? kebutuhan kamu gimana, malah aku khawatir itu ga akan cukup, makanya kakak selalu tanya, dan kamu selalu bilang ada, apa jangan-jangan kamu minta ke orangtua kamu ya "
" engga kok kak, ya aku juga malu kali kalo harus minta ke ayah atau ke ibu, ya sekarang kan aku udah punya suami aku kan istri kamu ! "
Deeeggggggg...
Senja sedikit kaget dengan ucapan nya sendiri, kata yang keluar dari mulut manisnya bahwa ia mengakui jika ia adalah istri dari Langit.. Langit yang mendengar pun tak kalah kaget, namun tidak dipungkiri bahagia dihati Langit.
Senja dengan cepat menutup mulutnya, namun Langit menahan tangan Senja. Langit tersenyum Senja masih terdiam.
" Kak... udah ya... aku makasih banget ke kakak, aku sadar kak, walaupun sebetulnya ini keinginan orangtua kita, aku sama kakak jadi terikat pernikahan, disaat kita yang seharusnya masih sama-sama bebas, tidak memikirkan hal lain, hanya memikirkan pendidikan kita agar cepat selesai, tapi itu tidak berlaku untuk kakak, disaat kakak sibuk dengan praktek-praktek kakak, sibuk memikirkan tugas-tugas kakak, kakak pun harus sibuk memikirkan bagaimana cara nya menafkahi aku... kak.. maafin aku yaa.. aku udah egois... maafin keegoisan orangtua aku juga... aku sekarang tahu kakak begitu tulus ke aku... " Senja meneteskan air matanya
Tanpa dikomando Langit langsung memeluk Senja, semakin deras air mata yang mengalir..
" Udah.. ini mungkin perjalan hidup kita harus seperti ini, jangan nangis... nanti kakak sedih.. " Langit menggoda Senja
" kak... "
__ADS_1
" hemmm "
" Aku sayang kakak..... " Senja mengutarakan isi hatinya ia tidak peduli apakah Langit pun memiliki perasaan yang sama atau tidak kepadanya
Langit semakin mengeratkan pelukannya ke Senja.
" kakak juga sayang kamu.... istri kakak "
" kakak juga sayang aku ? " Senja mendongkak kan wajah nya
" heemm.. " Langit mengangguk
" jauh sebelum kamu sayang sama kakak, kakak udah sayang banget sama kamu, cuma kamu nya aja yang ga sadar "
" ihh.. kak Langit ... " Senja memukul Langit
" Jangan mukul dong sakit " Langit menarik kembali tangan Senja untuk kembali memeluknya lalu ia mengecup kening Senja dengan tulus.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ