
Hari dimana Langit untuk berdinas di Desa semakin dekat, ia telah mengajukan pengunduran diri di rumah sakit ia bekerja selama ini, ia akan mulai mempersiapkan segala keperluan nya di Desa nanti, karena Akses jalan ke Desa sedang diperbaiki sehingga tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, hanya roda dua yang dapat masuk Desa, Langit akan membawa kuda besi kesayangan nya yang telah setia menemani semenjak ia kuliah dulu.
Di Desa Langit sudah diberikan tempat tinggal walaupun tidak sebagus rumah yang sekarang tetapi layak huni, Langit akan mengabdi beberapa tahun kedepan di Desa. Karena disana masyarakat Desa jika ada yang sakit harus ke rumah sakit terdekat dari Desa itupun Lumayan jauh menempuh waktu sekitar 2,5 jam.
Senja sedang membantu Langit membereskan keperluannya, sekarang Senja sudah mulai menikmati kehamilannya, mual muntah sudah berkurang, sedikit-sedikit selera makan Senja mulai kembali normal dan perutnya pun sudah terlihat agak membesar. Membuat Langit menjadi gemas sendiri.
" Kak.. baju ini semua dibawa ? " tanya Senja
" hmm.. tidak perlu secukupnya dulu saja, yang penting baju kerja aja agar ada ganti tiap hari "
" iya kak " Senja memasukkan pakaian Langit satu persatu ke dalam koper
" Kamu, jangan terlalu lelah, kakak bisa kok melakukan ini sendiri " Langit mencekal tangan Senja
" engga kok kak, bukan pekerjaan yang berat " Senja kepada Langit
" Kamu nanti tinggal sama ibu aja ya, kakak ga ngijinin kamu tinggal disini sendiri, kakak khawatir nanti kalau kakak sudah tahu kondisi dan lokasi di desa, kamu kakak bawa kesana, yaa.. "
" hmm.. " Senja hanya mengangguk lalu tersenyum
" Kak, batas sewa rumah ini tinggal 2 bulan lagi, diperpanjang atau engga ? " tanya Senja
" Ga usah di perpanjang dulu, kita kan belum tahu kedepannya gimana "
" iya kak " Senja mengangguk
__ADS_1
3 koper sudah siap, rencana Langit akan berangkat besok pagi menuju Desa, ia akan diantarkan oleh kedua mertuanya dan juga Senja sampai perbatasan Desa, karena orang tua Langit sedang berada di luar provinsi, mereka hanya mendoakan Langit semoga lancar selama bertugas di Desa.
...----------------...
Keesokan harinya, Langit sudah sampai di perbatasan Desa, terlihat tanah merah sisa hujan yang jika diinjak akan licin, ada beberapa pasir dan batu koral bahan untuk membuat jalan. Motor Langit nanti akan dikirimkan, karena ia ikut bersama mobil kedua mertuanya.
Langit turun dari mobil lebih dulu, ia menatap jauh kedepan, disinilah tempat ia berdinas untuk beberapa tahun kedepan, semoga ia dapat di terima oleh warga sini, harapan Langit.
Supir keluarga Senja menurunkan semua koper Langit atas perintah Langit. Langit sudah ditunggu oleh kepala Desa setempat dan beberapa warga yang akan mengantarkan Langit sampai ke rumah dinasnya.
" Selamat siang Pak Dokter , saya kepala desa disini dan ini warga disini ada Pak Rt dan Pak Rw "
" Selamat siang pak kades, bapak-bapak yang lain selamat siang juga, perkenalkan saya Langit "
Semua yang ada disitu menyalami Langit
" hmm..baik pak tapi.. sebentar saya pamit ke keluarga saya dulu "
Langit kembali menghampiri mobil ia berpamitan kepada Senja dan kedua mertuanya, Senja sedikit sedih ia harus meninggalkan Langit, ia melihat jalan Desa yang masih tanah merah, beberapa tahun kedepan Langit akan tinggal disana.
" Kak... " Senja menggenggam tangan Langit
" Kakak pamit yaa.. kamu sehat-sehat jaga bayi kita yaa.. "
Senja hanya menatap langit, sambil berkaca-kaca
__ADS_1
" Jangan nangis.. nanti kakak ikut sedih, disini sinyal bagus kok, kamu kapan pun mau hubungi kakak bisa " Langit tersenyum
Senja hanya mengangguk dengan senyum.ya g dipaksakan
" Jangan membuat kakak khawatir yaa " Langit ke Senja
" Justru aku yang khawatir sama kakak "
" Jangan khawatirin kakak, pokonya kamu tenang aja, fokus sama kehamilan kamu ya.. mau mulai Internship lagi kan ? harus semangat ... ! " Langit mengacungkan tangannya
" iyaa kak.. kakak baik-baik yaa "
" Iyaa... " Langit memeluk Senja
Setelah berpamitan pada Senja, Langit berpamitan kepada kedua mertuanya, mereka berdua berpesan pada Langit jangan khawatir kan Senja dan kehamilan nya, karena ayah dan ibu yang akan menjaga disaat mereka tidak bersama.
" Tenang yaa nak Langit, fokus pada tugas kamu , jangan Risau ayah pun pernah di posisi kamu, tetap semangat "
" Ayah terimakasih ... "
Langit menyalami kedua mertuanya, setelah itu ia meminta tolong koper nya untuk dibawakan dan akan dinaikkan ke atas motor, Langit menaiki motor bersa pak kades,lalu warga yang lain membawa koper-koper Langit, jarak dari perbatasan menuju Desa tempat Langit berdinas sekitar 5 kilo meter dengan jalan bebatuan kadang tanah merah yang licin.
Dipinggiran jalan sudah banyak beberapa bahan untuk pembuatan jalan, menurut pak kades jalan ini nantinya akan di cor, agar lebih kuat dan tahan lama. Namun entah kapan selesai karena pengecoran pun belum dimulai masih harus meminta ijin para warga setempat.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ