Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 47


__ADS_3

Sudah hampir 2 bulan Langit berdinas di Desa, selama 2 bulan ini masyarakat desa sangat menerima keberadaan Langit, terkadang selama disana ia suka diberi hasil-hasil kebun dari warga, walaupun Langit sempat menolak karena ia hidup sendiri dan tidak ada yang dapat mengolah bahan makanan itu dikhawatirkan akan mubazir.


Namun warga tetap memberikan sebagian hasil panen nya untuk Langit, bukti terimakasih warga kepada Langit karena selama ini Langit banyak membantu dan menolong warga yang membutuhkan perawatan medis .


Jika bahan makanan hasil kebun sudah banyak, ia selalu membaginya ke Deni dan ke Pak Kades untuk diolah, namun untuk yang sekarang karena Langit berencana untuk pulang dulu, ia mengambil libur beberapa hari karena semenjak ia praktek ia belum sempat pulang, Langit akan membawanya pulang untuk oleh-oleh agar Senja dan kedua mertuanya tahu bahwa ia sangat di terima di Desa tempat ia bekerja masyarakat nya pun sangat baik kepadanya.


" Den, untuk beberapa hari kedepan saya ambil cuti dulu, mau pulang ke kota " Langit kepada Deni disela-sela membereskan ruangan setelah di gunakan praktik tadi


" Jadi libur dulu pak ? " tanya Deni


" Iya, saya mau pulang dulu, kangen istri " Langit tersenyum


" haahh... Pak dokter sudah menikah ? " tanya Deni karena selama ini Deni fikir Langit belum menikah


" Iya, saya sudah menikah istri saya sedang mengandung "


" Oh begitu pak, semoga Lancar sampai lahiran ya pak, istrinya "


" Aamiin... terimakasih ya Den " Langit kepada Deni


" Sama-sama pak dokter, oya mohon maaf pak dokter, kenapa tidak dibawa kesini pak istrinya ? " tanya Deni


" hmm.. ia masih harus menyelesaikan dinasnya di kota "


" berdinas ? " Deni kurang mengerti


" iya, istri saya dokter juga, jadi ia harus menyelesaikan dinasnya di kota, kemungkinan nanti kedepannya saya akan membawa istri saya kesini " Langit kepada Deni


" oh jadi istri pak dokter, dokter juga.. hebatt yaa pak dokter "


" hebat gimana maksud kamu den ? " tanya Langit


" Ya hebat saja dok... " Deni tersenyum


" hmmm... " Langit hanya tersenyum


Setelah selesai membereskan tempat praktek, Langit masuk kedalam rumah nya, ia mulai membereskan apa yang ia butuhkan untuk pulang ke rumah, ia tidak akan terlalu banyak membawa pakaian, karena dirumahnya pun masih banyak pakaian.


" Pak dokter ini semua akan dibawa ? " Deni sambil membereskan bahan makanan hasil panen

__ADS_1


" boleh masukkan saja ke dus secukupnya, kamu ambil aja yang kamu butuhkan, lagian saya juga ga akan dibawa semua terlalu banyak "


" engga apa-apa atuh pak, kan nanti diantar pake motor pak kades sampai perbatasan kota "


langit hanya tersenyum


" Ini untuk kamu bawa pulang, berikan ke orangtua kamu, oya ini honor kamu dari saya, karena kamu sudah membantu saya selama ini " Langit menyerahkan amplop ke Deni


" Terimakasih banyak pak dokter, padahal nanti saja pak " Deni menerima amplop itu dari Langit


" engga apa-apa siapa tahu kamu butuh kan selama saya berada di kota " Langit ke Deni


" terimakasih ya pak dokter "


" Sama-sama "


Setelah siap semua Langit memeriksa kembali semua tiap sudut rumah karena akan ditinggalkan beberapa hari kedepan, tidak lama terdengar suara beberapa motor parkir di depan rumah dinas Langit, Deni segera melihatnya berjalan ke depan rumah Langit


" Pak dokter.. pak kades sudah datang dengan beberapa warga yang akan mengantarkan bapa ke perbatasan "


" Oh ya, sebentar " Langit mengunci pintu rumah lalu membawa koper keluar


" Pak dokter sudah siap ? " tanya pak kades


" Mari silahkan " pak kades mempersilahkan, kepada yang lain pak kades mengintruksikan untuk membawa barang bawaan langit


Langit diantarkan oleh pak kades sampai perbatasan kota, disana sudah menunggu supir kenalan ayah Langit, karena sebelumnya ayah Langit yang menghubungi karena tahu Langit akan pulang ke kota, Langit sengaja tidak memberitahu Senja, akan pulang hari ini, Langit sempat bilang akan pulang, tapi tidak memberitahu hari apa.


Sesampainya di perbatasan Langit langsung menaiki mobil yang sudah dipesan oleh ayah Langit. Setelah berpamitan kepada pak kades dan warga, Langit meninggalkan desa untuk pulang bertemu dengan istrinya.


Senja hanya tahu kabar Langit hari ini namun tidak mengetahui jika ia akan pulang, setelah beberapa jam di dalam perjalanan akhirnya Langit sampai di depan rumah mertuanya, ia pun melihat rumah kedua orangtuanya di sebelah rumah mertuanya sepi tidak berpenghuni.


Langit turun dari mobil, suasana rumah yang masih sama seperti dulu, ia berjalan menuju teras, lalu ia mengetuk pintu rumah.


" Assalamu'alaikum .. "


Terdengar suara jawaban dari dalam rumah " sepertinya suara ibu " batin Langit


" Waalaikumusalam "

__ADS_1


Ceklekk.. pintu dibuka


" Ya Allah... Langit ? " Ibu masih heran


" Iya bu, Langit pulang dulu " Langit menyalami ibu


" Kenapa ga bilang ? kan ibu bisa jemput, kamu sama siapa ? " tanya ibu


" Sama supir rekanan ayah bun"


" ya ampun jauh-jauh kamu nelepon ayah kamu, padahal kamu minta jemput supir disini saja "


" hehehhe kejutan untuk Senja bu "


" hmmm.. kamu " Langit dan ibu masuk kedalam sambil membawa barang bawaan Langit


" Senja belum pulang bu ? "


" belum, ia masih di rumah sakit sepertinya, biasanya sih pulang sebelum ashar "


" hmm iya bu "


" ini apa banyak sekali " ibu melihat dus bawaan Langit


" Bu, ini pemberian warga, hasil kebunnya, yasudah langit bawa pulang aja "


" MasyaAllah.. Alhamdulillah " ibu kepada Langit


" ibu bawa kebelakang yaa.. "


" iya silahkan bu "


" oya kamu mu istirahat atau mau makan dulu mungkin " tanya ibu


" saya istirahat dulu saja bu "


" okee.. ibu tinggal dulu ya "


Langit istirahat di sofa ruang tengah,ia merasa lelah setelah perjalanan tadi, ia akan menunggu Senja pulang, ia tetap tidak menghubungi Senja jika ia sudah ada di rumah, ia ingin memberikan kejutan kepada Senja, tanpa terasa ia memejamkan matanya lalu tertidur di sofa.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2