
Senja bersama kedua orangtuanya sudah sampai di rumah, Senja sempat rindu dengan rumah ini, rumah yang ia tinggali sedari kecil dulu, di rumah ini juga ia bertemu pertama kalinya dengan Langit.
Senja masuk kedalam rumah melihat sekeliling rumah, masih sama belum ada yang berubah, ia merebahkan tubuhnya di atas sofa, menyender ke senderan sofa, menyalakan ac, terlihat perut buncit kecilnya, ibu yang memandang Senja menghampiri nya.
" Sayang.. kamu lelah ? " tanya ibu
" Lumayan bu, pinggangku agak pegal "
" Rebahan dulu aja yaa... " Ibu kepada Senja
" Iya bu.. " Senja mengangguk
" kamu mau minum apa ? " tanya ibu lagi
" nanti aku ambil sendiri aja bu "
" yaudah kalo gitu ibu ke kamar dulu ya, mau ganti baju gerah " ibu berlalu meninggalkan Senja
Senja masih duduk di tempatnya, ia teringat dengan suaminya kembali, Senja berniat untuk menghubungi Langit, ia mengeluarkan ponselnya, saat membuka kunci layar pada ponselnya ada beberapa notifikasi pesan yang masuk, ia membukanya, Senja tidak menyangka itu pesan dari Langit.
Senja membaca pesan itu, lalu membuka foto-foto yang dikirim oleh Langit, Senja hanya tersenyum ia berniat untuk menelepon balik Langit, namun tidak dapat terhubung.
" hmmm.. mungkin sinyal nya sedang tidak bagus " batin Senja
Ia mengetikan pesan ke Langit, ia berpesan agar Langit menjaga kesehatan disana dan juga jangan lupa untuk selalu memberi kabar, pesan sudah dikirim.
Senja berjalan menuju kamar ia berniat untuk beristirahat sejenak sebelum magrib menjelang.
...----------------...
__ADS_1
Di rumah dinasnya, Langit sudah membereskan perlengkapannya, esok ia sudah mulai untuk membuka praktek untuk melayani warga desa yang membutuhkan perawatan medis.
Sebelumnya ia sudah meminta tolong kepada pak kades untuk mencarikan pegawai yang siap membantunya nanti, untuk mengatur pasien, untuk bebenah dan sebagainya tapi ia meminta laki-laki saja yang menemaninya.
" Pak Kades, kalau ada saya minta pekerja yang siap membantu saya pak " Langit kepada kades
" membantu bagaimana pak dokter ? "
" hmm.. membantu saya nanti untuk mengatur pasien, bebenah di tempat praktek seperti itu pak "
" oh begitu, banyak pak dokter disini jika yang ingin bekerja seperti itu, yang sekaligus untuk bebenah rumah dan memasak untuk pak dokter "
" oh tidak perlu yang seperti itu pak, saya minta laki-laki saja, yang siap membantu saya saat praktik pak "
" hmm.. begitu.. ada pak, dia bisa bekerja apa saja, nanti saya coba hubungi jika bersedia saya akan meminta dia untuk langsung ke rumah pak dokter "
" jangan sungkan pak dokter, sudah kewajiban saya juga, jika bapak membutuhkan sesuatu hubungi saya saja "
" sekali lagi terimakasih pak " Langit kepada kades
Setelah itu Pak kades pamit kembali dari rumah dinas Langit, ia akan segera mendatangi pekerja untuk Langit, saat Pak kades keluar dari rumah Langit diluar sudah banyak warga yang ingin bertanya kepada Pak kades.
" ada apa rame-rame disini ? " tanya kades
" ehh.. engga pak kades, kita mah cuma mau lihat Pak dokter yang tampan itu saja pak "
" hmm.. kalian ini, sudah pulang ke rumah masing-masing, sebentar lagi maghrib "
" ih pak kades masa gitu, pak kades namanya pak dokter siapa pak ? "
__ADS_1
" nanti juga kalian tau sendiri, kalau memang kalian mau berobat, ada yang sakit, besok bisa langsung datang ke rumah pak dokter ya "
" besok udah buka ? " tanya warga berbinar
" iya udah, sudah ayo bubar "
" ihh.. asikk aku mah ya besok mau periksa ah ke pak dokter itu, kenapa ini telapak kaki aku teh jadi perpecahan gini ya .. "
" aku juga da besok mau, kenapa kalau habis dari kebun badan teh suka langsung pegal-pegal aku mah da "
" iya ahh yu kayanya besok mah ga usah dikasih obat juga langsung sembuh da, soalnya ya diliat-liat teh ya, dokter nya ganteng.. ihh ga sabar da pengen cepet diperiksa besok "
Begitulah para warga yang rata-rata berusia remaja, mereka dari awal melihat Langit sudah seperti melihat Artis selalu berkerumun di depan rumah dinas Langit.
Langit yang mendengar ada rame-rame di depan rumahnya penasaran untuk keluar rumah, ia melihat ada beberapa warga yang berusia remaja masih bertahan di depan rumahnya.
" eh.. itu... pak dokter " salah satu warga tersenyum dan menyapa langit
Langit hanya membalas dengan senyuman di susul oleh beberapa warga yang lain.
" permisi pak dokter .. "
" oh ya.. silahkan " Langit kembali masuk kedalam rumah
" hmm.. ada apa sih ? baru hari pertama ini ... ckckck " Langit tersenyum sendiri
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ
__ADS_1