Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 39


__ADS_3

" Senja hari ini ibu dan ayah akan menjenguk kamu, ibu dan ayah mendapat laporan dari Langit katanya kamu tidak mau makan sama sekali karena kehamilan ini " ibu diujung telepon


" hmm.. iya bu, tapi sekarang dipaksakan sedikit-sedikit bisa bu "


" ya syukurlah kalau begitu, ibu sedikit tenang, tunggu ya ayah dan ibu segera ke rumah kamu "


" iya bu hati-hati dijalan "


Klik telepon ditutup


" aku harus hubungi Kak Langit, ayah dan ibu akan kesini " batin Senja


Tuut.....tuutt....


Tidak ada jawaban dari Langit


" hmm.. mungkin kak Langit sedang sibuk dengan pasien-pasien nya " batin Senja


Tidak lama ponsel Senja berbunyi tanda ada notifikasi masuk,ia segera membukanya


Maaf ga keangkat.. kakak sedang melayani pasien dulu, ada yang bisa kakak bantu ?


Senja langsung membalas pesan dari Langit


Maaf kak aku mengganggu, ayah dan ibu sudah dijalan menuju kesini kak


Pesan terkirim ke Langit belum ada balasan yang terpenting Senja sudah memberitahu Langit jika kedua orangtuanya akan menuju ke rumahnya.


Senja beberes rumah sebisanya, karena selama ini ia sudah jarang untuk bebenah rumah, disaat ia mulai pusing dan mual ia akan beristirahat terlebih dahulu, lalu melanjutkan pekerjaan nya lagi


Selama ini Langit pun tidak banyak menuntut Senja, untuk makan jika Senja tidak dapat memasak cukup untuk beli saja, bahkan mencuci baju pun bisa di kirim ke laundry, yang penting keduanya sama-sama nyaman, begitu pikir Langit.

__ADS_1


Karena untuk sampai di titik ini membutuhkan proses yang cukup panjang, hampir 3 tahun mereka sama-sama belajar untuk menyadari akan kemana ujungnya pernikahan mereka ini, sampai akhirnya Senja pun hamil.


Tidak lama terdengar suara deru mesin mobil tepat di depan rumah Senja dan Langit.


Senja menuju ruang tamu ia melihat dari jendela mobil yang tak asing baginya, orangtuanya telah tiba. Senja langsung membuka pintu rumahnya menyambut kedua orangtuanya.


" Senjaa.. nak... Assalamu'alaikum " ibu langsung menghampiri dan memeluk Senja


" ibu... waalaikumusalam, apa kabar ibu ? " tanya Senja membalas pelukan ibunya


" Alhamdulillah ibu baik, kamu pucat sekali nak ? " tanya ibu


" sudah bu, ayo masuk dulu " Ayah kepada ibu


" Ayah.. " Senja menyalami ayah lalu mempersilahkan kedua orangtuanya untuk masuk kedalam rumah


" Ayah.. ibu.. silahkan duduk yaa.. " Senja mempersilahkan


" Langit kerja ? " tanya Ayah


" Iya yah, kak Langit praktik poli, mungkin sampai siang sudah kembali pulang "


" hmm ya... bagaimana dengan Internship kamu ? " tanya Ayah


" Senja cuti untuk beberapa minggu kedepan yah "


" Ya, lebih baik seperti itu, fokuskan pada kesehatan kamu dan kehamilan kamu ya "


" iya yah "


" hmm... Senja kamu betah disini ya ? " tanya ibu meragukan

__ADS_1


" betah kok bu, Alhamdulillah yaa walaupun rumahnya sewa dan tidak sebesar rumah ayah dan ibu "


" Senja.. tidak boleh berkata seperti itu, apapun itu harus kamu syukuri, ini pilihan kalian berdua kan, agar supaya lebih mandiri, tidak apa-apa jalani saja, ayah dan ibu juga dulu sama, tidak langsung memiliki rumah, ngontrak dulu kesana kesini, apalagi dulu ayah ditugaskan di pelosok, ayah dan ibu berjauhan, ayah di pelosok ibu dinas di kota, tapi yaa selama kita menjaga komitmen, Alhamdulillah ya bu, sampai sekarang, sampai ayah melihat kamu menikah, menjadi seorang dokter dan sebentar lagi akan mendapatkan cucu, bukan begitu bu "


" iyaa yah... betul apa kata ayah mu Senja... nikmati saja prosesnya ya... "


" oya.. kamu sudah makan, ini ibu bawa makanan kesukaan kamu "


" ibu bawa apa ? " tanya Senja


" ini makanan " Ibu membuka kotak makanan


Saat Senja melihat ibunya membuka kotak makanan itu, Senja Langsung mual karena mencium aroma makanan yang menurut kita sangat wangi dan lezat, tapi tidak bagi Senja.


" bu... tolong tutup lagi makanan nya.. ak.. ga... uwekk..... uweekkkkk " Senja setengah berlarian menuju kamar mandi sambil menutup mulutnya


" senjaa..... " ibu dan ayah nya mengejar Senja ke kamar mandi


" sayang nak..... " ibu Senja memijit-mijit tengkuk nya


Setelah di rasa sudah Senja kembali ke ruang tengah di papah oleh orangtuanya.


" kamu separah ini ngidam nya nak... yang sabar yaa.. semua ini berproses "


" iyaa bu " senja tersenyum tipis


Ibu mengambilkan air minum hangat untuk Senja, agar lambung Senja tidak terlalu sakit setelah tadi ia sedikit mengeluarkan isi perut nya.


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2