Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 49


__ADS_3

Hari dimana langit kembali ke desa, hari ini ia akan pergi ke desa menggunakan motornya, agar ia cepat sampai dan masih mengharuskan Langit untuk bolak balik dari kota ke desa untuk pulang menemui istrinya, sehingga jika menggunakan motor akan lebih menghemat waktu.


" Kak.. hati-hati ya.. aku ga anter kakak ke desa " Senja ke Langit


" engga apa-apa, kakak pake motor kok, lagian juga kamu lagi hamil jangan terlalu capek, jalan ke desa kan masih belum selesai di perbaiki "


" Iya kak "


" Kamu sehat-sehat ya.. jaga kandungan kamu, jangan khawatir kan kakak "


Senja tersenyum merangkul tangan Langit.


Langit mengusap perut Senja yang sudah mulai membesar " Sayang.. jaga mama ya.. kamu baik-baik di dalam perut mama " Langit ke perut Senja


Senja hanya tertawa melihat tingkah Langit.


" Kakak berangkat ya.. tadi kakak sudah pamit ke ayah dan ibu "


" iya kak, oya hampir lupa, kemarin sebelum aku pulang, aku ketemu sama siapa itu yang waktu aku kontrol ke dokter Ramzie, kakak ketemu sama pemilik hotel itu loh kak "


" Hmm..pak Aksa ? "


" Nah iya itu, kemarin ia membawa anak nya ke IGD aku bertemu disana, bersama istrinya juga, ia menanyakan kakak, aku jelasin kalo kakak sekarang dinas di desa, dia bilang pantas kakak sulit dihubungi "


" hmm.. iyaa.. waktu kakak sebelum pulang itu sempat juga ia menghubungi, hanya karena sinyal di desa kadang bagus kadang jelek jadi telepon nya terputus, mau di telepon lagi sinyal di desa belum stabil lagi, nanti kakak coba hubungi lagi "


" iya kak.. " Senja tersenyum


" kakak berangkat ya Assalamu'alaikum "

__ADS_1


" iya kak, waalaikumusalam "


Langit menyalakan motor nya, berlalu dari rumah menuju desa tempat Langit praktik, ia sudah memperkirakan akan sampai desa sebelum matahari terbenam.


Senja masih memperhatikan kepergian Langit sampai Langit hilang dari pandangannya, ia kembali masuk kedalam rumah.


" Langit sudah berangkat ? " tanya ibu


" Sudah bu " Senja kepada ibu


" Senja, kamu ga praktek ? " tanya Ayah


" Engga yah, jadwal aku besok "


" hmm.. " ayah hanya mengangguk


" Senja ke kamar dulu yah, bu " Senja berlalu meninggalkan ayah dan ibunya


Senja masuk kedalam kamar, semenjak hamil ia lebih senang rebahan di kamar, jika sedang tidak ada kegiatan pasti ia banyak menghabiskan waktu di atas kasur atau sofa. Mungkin bawaan orok, ibu pun tidak mempermasalahkan, yang terpenting Senja dan kandungannya sehat.


...----------------...


Sekitar 3 jam dalam perjalan akhirnya Langit sampai di Desa, ia sampai di rumah dinasnya, lebih cepat satu jam dibandingkan menggunakan kendaraan roda empat.


Ia membuka pintu lalu masuk kedalam rumah, membuka gorden dan jendela agar sirkulasi udara masuk kedalam rumah setelah ditinggal kan 4 hari rumah terasa dingin karena tidak ada yang menempati.


Langit langsung mengeluarkan ponsel nya, ia akan menghubungi Senja jika ia sudah sampai di Desa, setelah menghubungi istrinya Langit merebahkan tubuhnya diatas kasur untuk sekedar meluruskan punggungnya, karena ia selama hampir 3 jam memacu terus motornya, berhenti istirahat hanya untuk melaksanakan shalat di mesjid, setelah itu kembali melanjutkan perjalanan.


" lumayan pegel,baru lagi perjalan sejauh ini pake motor " gumam Langit

__ADS_1


Langit teringat dengan ucapan Senja tadi sebelum berangkat jika ia bertemu dengan Pak Aksa dan ia menanyakan dirinya.


" mungkin pak Aksa memang benar-benar ada perlu denganku, hmm.. coba aku hubungi " batin Langit


Ia langsung menghubungi Aksa, tidak lama terdengar suara barintorn diujung telepon.


" Halo dokter Langit, selamat sore "


" Halo pak Aksa, sore "


" hmm.. saya tunggu-tunggu teleponnya baru sekarang menghubungi " Aksa kepada Langit


" Mohon maaf pak Aksa, sekarang saya sedang dinas di Desa, sinyal kadang kurang stabil "


" Ya.. saya mengerti, kemarin saya bertemu dengan dokter Senja, saya baru tahu jika dokter Senja istri dokter Langit, kebetulan sahabat saya dokter Camelia, di satu waktu saya bertemu dengan Camel dan dokter Senja, akhirnya Camel bercerita kalo dokter Senja adalah istri dari dokter Langit "


" Iya pak Aksa, tadi istri saya baru menceritakan jika ia bertemu dengan bapak kemarin, oya siapa yang sakit ? anak bapak kah ? " tanya Langit


" iya anak sulung saya, dia sempat jatuh lalu muntah, saya panik takut terjadi apa-apa, makanya kemarin langsung dibawa ke IGD dan bertemu dengan dokter Senja "


" hmm..iyaa pak Aksa "


" oke gini dokter Langit....... "


Aksa menjelaskan maksud ia menghubungi Langit tempo hari, lama mereka bertelepon, sinyal di desa sangat mendukung sekali sehingga Aksa dan Langit ngobrol bebas hambatan biasanya akan terputus ditengah jalan karena sinyal tiba-tiba hilang.


Setelah mereka selesai bertelepon, terdengar suara ketukan pintu dari luar, Langit menuju ruang tamu untuk membuka pintu, ternyata ada seorang ibu sambil menggendong anaknya, warga Desa anaknya menginjak beling sehingga kaki nya berdarah karena luka sobek, Langit segera mempersilahkan masuk untuk mengobati luka anak itu.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2