
" aku jelasin ya, wanita itu pasien Dokter Gilang, ia mengidap post traumatik stress disorder (ptsd) tadi selesai praktek poli aku ke lantai 5 buat ambil tas, karena aku ingat kita ada janji kan, tapi saat aku lewat Ruangan isolasi, aku liat pasien tadi mau loncat lewat jendela, ya dengan reflek aku halang "
Senja masih menyimak penjelasan Langit
" dia sempet berontak aku minta bantuan perawat yang berjaga, ada 3 perawat yang bantu aku, tapi pasien semakin tidak terkendali, perawat juga sudah menghubungi dokter Gilang, aku coba terus menenangkan, sampai akhirnya dia mau bicara dan kita berdua di ruang itu "
" saat itu juga dia beberapa kali mau loncat, keukeuh dia pengen bunuh diri, dia hamil, pacar nya ga tanggung jawab,orangtua masih shok ga terima, dibalik tekanan itu semua, akhirnya dia seperti itu, aku ga bermaksud kok "
" Ya terus kenapa harus ngomong kaya gitu, ga ada kata-kata lain apa buat nenangin, aku yakin pasien itu ga sehari dua hari di rumah sakit, kalo dia masih inget wajah kamu, ketemu kamu, terus dia nagih-nagih buat tanggungjawab atas anak nya gimana ? " Senja marah kepada Langit
" ya aku minta maaf, aku bermaksud, pada saat itu aku fikir daripada dia bunuh diri, ga ada pilihan lain "
" ya tapi ga harus ngomong gitu !! " Senja semakin marah
Senja keukeuh, Langit pun bingung untuk menjelaskan
" Engga lah, yang jelas engga akan, dokter Gilang juga sudah menjelaskan ke setiap perawat laki-laki ataupun dokter yang memeriksa, pasien itu selalu berbicara seperti itu, engga ke aku aja, udah ya kamu jangan marah, aku kan udah jelasin "
" kasian kan anak kita, eh bener kan kamu hamil ? " wajah Langit berbinar
" hmmm... tau ah... harus nya hari ini itu, hari bahagianya kita, tapi... gara-gara kamu semua ambyaarrrrrrrr " Senja mendengus
__ADS_1
" cendol dawet... cendol dawet.... hahahhahaha " Langit menggoda Senja
" Ga Lucu ! " Senja melengos pergi
" Sa..sayang... tunggu " Langit mengejar Senja
" Plisss dong... jangan marah... " Langit mencekal tangan Senja
" Tau Ah.... "
" Kakak kan udah minta maaf, omongan kakak itu ga bener kok "
" ya terus kakak harus gimana ? mau kamu kakak harus gimana ? kakak udah jelasin semuanya "
Senja terdiam ...
" maafan yaa... " Langit mengacungkan jari kelingkingnya
Senja menyambutnya mengaitkan jari kelingkingnya, Langit langsung memeluk Senja
" Alhamdulillah ya Allah.. engkau memberikan amanah kepada kami " Langit mengecup kening Senja
__ADS_1
Senja membalas pelukan Langit, walaupun ia masih kesal, tapi setelah Langit menjelaskan ada rasa tenang di hati Senja, pasien wanita tadi bukan siapa-siapa, ia pun merasa faham jika pasien dengan PTSD cenderung akan melakukan hal-hal seperti pasien tadi.
" kapan kontrol kehamilan kamu, sore ini kita USG ? " Langit ke senja
" Besok aja deh kak, aku lemes hari ini "
" maafkan kakak yaa.. gara-gara kakak kamu jadi salah faham "
" ya gimana ga salah faham " Senja kembali dengan nada tinggi
" iyaa.. iyaa.. kakak minta maaf " Langit pun mengetahui jika suasana hati ibu hamil itu tidak stabil dan berubah-ubah
" kamu mau makan apa ? " tanya Langit
" engga, aku ga mau makan apa-apa, kadang aku liat wajah kak Langit aja langsung mual "
" Loh kok .... " Langit heran
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ
__ADS_1