Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 60


__ADS_3

Sesampainya di rumah, Senja sudah di sambut oleh kedua orangtuanya.


" Senja kamu pulang sama siapa ? seperti ada suara laki-laki ? " Tanya ayah


Senja hanya tersenyum ia menyalami kedua orangtuanya


" tumben kamu pulang sudah gelap begini, sibuk kah di rumah sakit ? " tanya ibu


Langit menyusul Senja masuk kedalam rumah dan juga Deni yang ikut masuk dengan Langit.


" Assalamu'alaikum "


" Waalaikumusalam.. Langit.. kamu pulang nak ? " tanya Ayah


" Alhamdulillah yah, Langit cuti dulu untuk pulang sekalian ada keperluan ke sini "


" Alhamdulillah "


" Nak Langit, apa kabar nak ? " tanya ibu


" Alhamdulillah kabar baik bu, oya ayah ibu kenalkan ini Deni, Deni ini yang menemani dan membantu Langit selama praktek di desa "


" Oh yaa.. silahkan masuk.. ayo duduk.. silahkan silahkan.. " Ayah dan ibu mempersilahkan


" hmm.. kalian berhutang cerita ke ayah dan ibu, kenapa kalian bisa barengan datang, atau sudah janjian ? " tanya ayah


" euhh ... "


" stop dulu.. kamu istirahat dan bersih-bersih dulu, senja juga kamu baru pulang dinas, bersih-bersih dulu, nanti kita berkumpul semua di meja makan untuk makan malam ya.. "


" iya yah.. " Langit kepada ayah


" oya.. hmm siapa tadi ini ? " ayah Langit ke Deni


" Deni pak "


" oh ya Deni, kamu kalau bersih-bersih silahkan di kamar depan , bu antarkan nak Deni "


" Iya yah "


" Ayo .. " ayo ibu mengantarkan Deni


" terimakasih bapak ibu, saya jadi merepotkan "

__ADS_1


" tidak usah sungkan "


Deni masuk ke kamar tamu, ia melihat kesekeliling kamar yang amat sangat begitu nyaman sangat jauh dengan kamarnya di desa.


" seperti nya pak dokter dan istrinya memang orang yang cukup berada, tapi pak dokter tidak memperlihatkan jika ia orang yang lebih dari mampu " gumam Deni


Deni langsung menyimpan tas nya lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur


" sungguh nyaman.... " Deni memejamkan matanya sekilas lalu ia bangun, ia menuju kamar mandi


" ada kamar mandi di dalam kamar tidur, seperti di hotel ya.. " gumam Deni lagi


" ibu.. bapak.. doakan Deni menjadi seseorang yang sukses, Deni akan membuatkan rumah seperti ini untuk bapak dan ibu " Batin Deni


Deni menyalakan kran air mengisi bathtub dengan air karena ia akan mandi terlebih dahulu.


" Disini ga ada gayung ya ? " gumam Deni


Akhirnya Deni menyelesaikan mandinya, ia kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur perjalanan yang cukup lumayan jauh baginya.


Tidak lama terdengar suara ketukan dari luar.


" Den.. " Langit memanggil


" Iya pak dokter " Deni langsung bangun dari tidurnya


" Ayo makan dulu "


" aduh pak dokter saya malu "


" Ga usah malu ada saya, ayo.. "


" hmm... iya pak dokter "


Deni mengekori Langit di belakang menuju ruang makan, disana sudah ada Senja dan kedua orangtuanya.


" Ayo nak Deni Silahkan " Ayah Senja kepada Deni


" terimakasih pak " Deni ragu untuk duduk satu meja bersama mereka


" Kenapa ? ayo dimakan ? "


" hmm...pak dokter, saya makan disana aja ya " Deni mengarah ke dapur

__ADS_1


" hemmm.. disana ? di dapur ? "


Deni hanya mengangguk


" Disini aja kita makan bersama, kenapa ? " tanya ibu


" tidak usah sungkan saya bilang " ayah menimpali


" iya terimakasih bapak ibu, terimakasih banyak "


" ayo sudah dimakan makanan nya " ayah senja kepada Deni


" Iya pak " akhirnya Deni makan dengan keluarga Langit, ia merasa malu dan masih canggung


Disela-sela makan mereka ayah menagih janji bercerita kepada Senja dan Langit


Senja menceritakan kejadian tadi semenjak ia pulang dari berdinas mobilnya tiba-tiba mogok dan ponsel nya mati, ia lupa membawa power bank, sehingga ia tidak dapat menghubungi siapa-siapa, ia berharap ada orang yang ia kenal, lalu membantu nya, doanya terkabul ternyata Langit melewati jalan itu.


Langit menimpali ia pun menceritakan jika dijalan ia melihat Senja dengan mobilnya yang mogok terparkir dipinggiran jalan. Sampai akhirnya mobil bisa nyala kembali lalu Senja pulang bersama Langit


" hmm.. begitu ceritanya, Senja kehamilan kamu semakin besar, ayah dan Langit juga pasti khawatir jika kamu mengendarai mobil sendiri, mulai besok kamu diantar supir saja ya, ia akan mengantar kamu dan jika waktunya pulang ia akan menjemput kamu "


" hmm iya yah "


" maafkan Langit yah, bu, Senja.. Langit belum bisa menjalankan kewajiban langit sebagai suami kepada Senja "


" tidak begitu nak, kamu seperti ini karena tugas, bukan karena hal lain, ayah dan ibu bisa memaklumi itu, Senja pun mengerti akan hal itu " ayah menimpali


Mereka berbincang-bincang sampai akhirnya, pertanyaan tertuju pada Deni, Langit menceritakan bahwa Deni lulusan sekolah kesehatan namun tidak dapat meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan biaya.


" ohh begituu.. yaaa.. Deni nanti saya carikan sekolah, agar kamu bisa melanjutkan cita-cita kamu, saya akan cari sekolah yang mengadakan beasiswa "


" terimakasih banyak pak, bapak sudah sangat peduli kepada saya, pak dokter Langit, bapak, sangat baik sekali, terimakasih banyak "


" Ya Den, Semoga ada rejekinya untuk kamu ya "


" Aamiin pak "


Selesai makan mereka kembali berbincang, sepertinya mereka sangat rindu saat-saat seperti ini semua bisa berkumpul bersama, sebentar lagi akan hadir keluarga baru ditengah-tengah mereka, tinggal sekitar 2 bulan lagi Senja akan melahirkan


Sebelum kembali ke desa Langit akan membantu Senja untuk mempersiapkan segala kebutuhan untuk persalinan dan kelahiran anaknya nanti.


Semoga kelahiran buah hati Senja dan Langit diberikan kelancaran yaa...

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2