
Langit sudah sampai di lobby rumah sakit, sebelumnya ia ke ruangan Laboratorium terlebih dahulu namun ia tidak menemukan istrinya disana.
" kenapa sih ga diangkat-angkat, Senja plisss angkat dong, kamu dimana ? " batin Langit
Ia menuju parkiran rumah sakit, ia mengeluarkan motornya lalu melanjukan nya menuju rumah ia yakin pasti Senja kembali ke rumah.
Langit melajukan motornya entah dengan kecepatan berapa kilo meter per jam yang ia inginkan, ia segera sampai rumah, untuk mengetahui apakah benar istrinya sudah di rumah atau belum.
Sesampainya di rumah, pintu pagar dan rumah tertutup, ia memarkirkan motornya di garasi lalu ia mencoba membuka pintu rumah namun dikunci, ia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban
" kemana Senja ya " batin Langit
Ia masuk kedalam rumah lewat pintu samping dekat garasi yang mengarah ke halaman belakang rumah, ia berharap pintu belakang tidak dikunci.
Langit berjalan ke belakang rumah, sayup-sayup terdengar suara tangisan dari dalam rumah yang sudah dipastikan itu adalah Senja istrinya.
" sayang.... Senja... buka pintunya... " Langit mengetuk pintu belakang yang ternyata terkunci juga
Langit hampir ikut frustasi seperti pasien tadi, ia tidak bisa masuk kedalam rumah sedangkan di dalam istrinya sedang menangis.
Tidak kalah akal Langit mengambil kursi lalu mengambil alat seperti tali, lalu ia mencokel slot pintu dari ventilasi, akhirnya pintu dapat dibuka.
Ia langsung berlari menuju kamar mereka, kamar pun Senja kunci. Langit mengusap wajah nya kasar
" Ya Allah... " Langit berjalan menuju dapur lalu mengambil gelas untuk diisi air lalu ia meminumnya, saat Langit akan kembali ke ruang tengah ia melihat ada sampah yang berbeda, sepertinya ia kenal dengan kertas sampah yang dibuang itu, Langit penasaran, ia mengambil kertas dari tempat sampah lalu ia membacanya
" Alat tes kehamilan ? "
Langit membuka hasil nya dan terpampang garis dua dari alat yang dibuang itu.
__ADS_1
" Ya Allah.. Senja hamil ? istriku hamil ya Allah " Langit merasa bahagia
Langit langsung menuju kamar lalu mengetuk pintu kamar
" Senja... sayang... buka pintunya... "
" engga aku ga akan buka pintu itu " Senja kepada Langit
" kalo ga buka kakak dobrak nih "
Senja kaget, gimana kalo Langit memang nekat untuk mendobrak pintunya, ini bukan rumahnya, ini rumah orang yang ada nanti mereka harus mengganti kerusakan yang ada.
" Satu... "
" dua... "
Kleekkkkk.... pintu terbuka
Senja masih dengan wajah ditekuknya, ia tidak bernafsu untuk hanya sekedar membalas senyuman Langit, perkataan Langit tadi masih terngiang di telinga Senja sampai detik ini.
" kamu kenapa ? marah ? "
Senja masih terdiam
" marah kenapa ? trus ini apa ? "
Senja menoleh sekilas ke alat yang Langit tunjukan
" Kenapa kamu buang sebelum kakak tahu dan kenapa kamu tidak memberitahu kakak " Langit sedikit kesal
__ADS_1
" Apa ? apa peduli nya kakak sama aku "
" apa pedulinya kamu bilang ? ya jelas kakak peduli karena kamu istri kakak, kamu sedang mengandung, itu anak kakak, kakak punya hak lebih tahu kehamilan kamu dibandingkan orang lain "
Senja menjadi aneh " aku kan yang lagi marah sama kak Langit, kenapa jadi kak langit yang marah ke aku " batin Senja
" terus maksud kakak tadi apa, siapa pasien wanita tadi ? kamu udah maen di belakang aku yaa... " Senja memukuli Langit ia juga kesal ke Langit jika apa yang diucapkan Langit tadi benar
" dengerin dulu penjelasan kakak ....
" ga perlu, aku mau pulang ke rumah ibu "
Langit mencekal tangan senja " mau kemana ? beri waktu kakak untuk menjelaskan semuanya "
" menjelaskan apa ? menjelaskan kalau kakak mau menikah lagi ? iya kan ? karena kakak sudah menghamili wanita lain iyaa "
" kenapa kak ? kakak kenapa ngelakuin ini ke aku, kenapa kak ? disaat aku sedang mengandung anak kamu ! "
" Senjaa... bisa berhenti ga ? semua ga seperti apa yang kamu fikirkan " Langit mencoba menenangkan Senja
" apa ? mau ngomong apa kakak ? "
" lihat kakak, kamu tenang dulu, ijinkan kakak menjelaskan ! "
Senja masih diam di posisinya, ia sudah tidak menangis karena ia sudah menangis tadi, ia rasa ga ada gunanya terus menangis karena tidak akan merubah kata-kata Langit yang sudah ia ucapkan tadi ke pasien wanitanya.
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ
__ADS_1