Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 83


__ADS_3

Langit melajukan mobilnya menuju rumah, dari hasil tabungannya selama berdinas di desa ia dapat membeli satu unit mobil sederhana, walaupun ia sudah memiliki mobil pemberian orangtuanya saat ia lulus dan diterima menjadi mahasiswa kedokteran melalui jalur prestasi sehingga orangtua Langit tidak mengeluarkan sepeserpun untuk pembiayaan kuliah Langit sebagai gantinya orangtua membelikan mobil untuk keperluan Langit.


Namun begitulah Langit, ia tetap ingin mempunyai barang dari hasil jerih payahnya sendiri, bukannya tidak bersyukur Langit sangat bersyukur lahir dari keluarga yang lebih dari cukup, namun cita-cita nya ia ingin mempunyai sesuatu dari hasil kerja kerasnya sendiri, kedua orangtua Langit mengerti dan memaklumi mereka berdua semakin bangga terhadap anaknya.


Sesampainya di rumah Langit langsung masuk kedalam rumah, ia masih tinggal bersama kedua orangtua Senja, Langit pun berharap ia bisa membelikan rumah untuk istrinya untuk masa depan anak-anak nya juga.


" Assalamu'alaikum.. "


" Waalaikumusalam.. Langit sudah pulang ? " tanya ibu


" Iya bu, Bintang dan Senja mana bu ? " tanya Langit


Semenjak Lahir Bintang, yang pertama langit tanya pasti Bintang.


" ada kamar, sepertinya bintang sedang tidur, tadi ibu lihat baru selesai menyusu "


" oh ya bu, Langit ke kamar dulu ya bu "


" iya nak, oya kamu sudah makan ? " tanya ibu lagi


" sudah bu, tadi dijamu makan oleh Pemilik klinik yang nantinya Langit akan bekerja disana "


" oh yaa kalau begitu " ibu mengangguk


Langit berjalan menuju kamar, diketuknya pintu kamar lalu Langit membuka handle pintu.. ceklek... terlihat Senja sedang tidur miring memeluk Bintang.


Langit menghampiri Senja, ia tersenyum melihat istri dan anak yang ia sayang sedang tidur bersama, Langit menuju wastafel kamar mandi, ia mencuci tangan terlebih dahulu, lalu kembali berjalan ke ujung kasur ia duduk tepat disamping Senja, mendekatkan wajahnya lalu mengecup kening Senja.

__ADS_1


Senja merasa ada orang di dekatnya lalu ia membuka matanya. Senja terbangun, saat membuka mata ia sudah melihat Langit yang tersenyum memandang wajahnya.


" Kak Langit ... sudah pulang ? " Senja beringsut bangun lalu duduk menyender ke senderan kasur


" iyaa.. " Langit tersenyum " kamu ngantuk ? " tanya Langit


" aku ketiduran kak " Senja tertawa kecil


" yaudah kamu tidur lagi aja "


" hmm engga kak.. "


" Bintang sudah lama tidurnya ? "


" ada satu jam kayanya kak, kalo siang tidur terus, kalo malem mau tidur aja susah "


" Iya kak, ga apa-apa, aku dibantu ibu kok "


" ya harusnya kan kakak yang bantu, kasian ibu harus nya istirahat ini masih harus begadang "


" heemm.. " Senja hanya tersenyum kecil


" oya kak, bagaimana tadi ? sudah bertemu dengan pak Aksa ? " tanya Senja


" iya.. tadi sudah bertemu pak Aksa, sudah menandatangani kerjasama juga, pak Aksa meminta kakak untuk bertanggungjawab atas pengoperasian klinik perusahaan itu " Langit menjelaskan


" Alhamdulillah...oh begitu kak.. jadi kakak bukan hanya karyawan biasa dong disana "

__ADS_1


" hmm.. ya begitu.. besok juga kakak diminta untuk mewawancara beberapa pelamar untuk di klinik "


" semoga dipermudah dan diberikan kelancaran ya kak segala urusan kakak "


" Aamiin... ini berkat doa kamu juga " Langit tersenyum


" Kak.. Pak Aksa baik banget ya.. "


" iyaa.. sejak awal ketemu memang dia sosok bos yang baik dan loyal kepada karyawannya ditambah menurut aspri dan beberapa karyawan yang sempet ngobrol sama kakak sewaktu kakak mengisi acara sebagai pembicara yang diadakan di hotelnya "


" hmmm yaa... " Senja manggut-manggut


" Pak Aksa itu yang waktu kita ketemu di rumah sakit kan di poli kandungan ? " tanya Senja


" iya sayang.. betul itu "


" iya kak.. oya kakak sudah makan ? "


" sudah tadi.. kakak makan siang dijamu pak Aksa "


" oh ya . . "


Setelah obrolan mereka terdengar suara Bintang bangun dan ia menangis, sepertinya ia menangis karena tidak nyaman, Senja menghampiri Bintang diraba popoknya ternyata sudah basah, Senja sengaja tidak memakai kan popok sekai pakai karena Bintang masih terlalu kecil mungkin jika sudah agak besar ia akan memakaikan nya.


Senja dengan cekatan langsung menggantikan popok bintang, Langit yang memperhatikan istrinya mengurus Bintang menjadi senyam-senyum sendiri, setelah selesai diganti popoknya, Langit langsung menggendong Bintang, ia merasa bahagia akhirnya bisa setiap hari melihat Bintang, menggendongnya, mendengar tangisnya melihat tumbuh kembang nya setiap hari.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2