Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 52


__ADS_3

" oh jadi seperti itu " Bu kades menimpali penjelasan Langit


" Kinan kamu harus beri kepastian ke Japra, kamu sendiri kan yang berjanji siap dinikahi oleh Japra " Bu kades sedikit kesal ke Kinan


" Tapi bu... Kinan takut.. Kang Japra kasar, pada saat itu Kinan mengiyakan karena Kinan takut bu "


" Kalau sudah seperti ini bagaimana pak ? kasian Pak dokter jadi kena imbasnya " Ibu kades kepada suaminya


" Besok bapak akan panggil Japra kesini, bapak akan minta penjelasan dari Japra kenapa ia bersikap arogan seperti itu, Pak Dokter mohon maaf atas tingkah laku warga kami, kami sangat mohon maaf ya Pak, saya akan menyelesaikan masalah ini "


" sama-sama pak, engga apa-apa mungkin ini musibah untuk saya "


" Ya pak dokter, nanti saya akan minta dua orang hansip untuk berjaga si rumah pak dokter "


" tidak perlu seperti itu pak, tidak apa-apa "


" tidak bagaimana pun pak dokter sudah termasuk warga desa disini jadi kewajiban saya untuk melindungi warga saya "


" terimakasih pak kades, kalau begitu saya permisi pulang dulu "


" Pak dokter tunggu, pak dokter diantar Mail ya, di hansip senior disini"


" terimakasih pak " Langit hanya mengangguk da tersenyum


Bu kades memanggil Mail yang rumah nya terhalang dua rumah dari rumah Pak Kades, tidak lama Mail datang ia langsung mengantarkan Langit sampai rumah dinasnya sesuai perintah pak kades, Mail harus berjaga di rumah dinas Langit.


Sesampainya di rumah dinas Langit, Langit mempersilahkan Mail untuk masuk, namun Mail menolak, ia akan berjaga di luar saja cukup sediakan kursi dan meja, itu pinta Mail, Langit menuruti saja.

__ADS_1


" Pak.. saya masuk kedalam ya "


" Siap pak dokter, bapak istirahat saja yang tenang, saya akan berjaga-jaga disini "


" Terimakasih Pak Mail "


" Sama-sama pak dokter , tutup dan kunci saja pintu nya pak "


" Ya baik, ini pak ada minuman dan jika bapak ingin membuat kopi " Langit menyerahkan termos kecil, kopi dan beberapa cemilan


" waduh pak dokter tidak usah repot-repot "


" tidak apa-apa, silahkan, saya tinggal ya.. "


Langit masuk kedalam rumah, ia membersihkan tubuhnya, terasa ada beberapa lebam di tubuh dan wajahnya, setelah membersihkan tubuhnya ia langsung mengoleskan salep untuk luka biasanya setelah dioleskan salep untuk luka lebam keesokan harinya luka lebam akan memudar.


Langit merebahkan tubuhnya di kasur, ia membayangkan kejadian tadi, lalu ia teringat kepada Senja istrinya, ia bangun lagi dari tidurnya, ia berjalan-jalan mengelilingi setiap penjuru rumah untuk mendapatkan sinyal dan saat memasuki ruang dapur belakang, ada sinyal disana, ponsel Langit langsung mengeluarkan suara notifikasi yang terlihat di layar ponsel.


" wah banyak sekali pesan dari siapa saja ini ? " batin Langit


Saat membuka aplikasi pesan singkat, Langit belum menghiraukan pesan-pesan lain, ia melihat ada pesan dari Senja ia langsung membukanya


" Benar saja Senja sangat mengkhawatirkan ku " Batin Langit Lagi


Ia langsung menghubungi Senja berharap Senja belum tidur.


" Haloo.. kak Langitt "

__ADS_1


" Iya sayang, kamu belum tidur ? maaf disini baru ada sinyal "


" iya ga apa-apa kak, kakak baik-baik aja ? " tanya Senja


" kakak baik-baik aja kok, kenapa kok nanya nya gitu ? " Langit penasaran


" Alhamdulillah... kak, tadi vas bunga di kamar aku jatuh, aku gatau jatuh karena apa, tiba-tiba aja gitu, aku khawatir terjadi apa-apa sama kakak "


Ya Allah... maafkan aku sudah membohongi keadaanku kepada istriku, sebegitu khawatirnya ia kepadaku ya allah...


" hmm... kakak baik-baik aja sayang.. jangan khawatir kan kakak yaa.. "


" iya kak.. "


" sudah malam kami tidur yaa.. salam untuk anak papa yaa.. "


" hemm.. iyaaa papa Langit " Senja tertawa, ia merasa lega jika Langit sudah menghubunginya walaupun ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Langit.


" kakak tutup ya teleponya.. Assalamu'alaikum "


" Waalaikumusalam "


Telepon di tutup


Langit kembali berjalan ke arah kamar, ia tetap tidak tenang karena ia berbohong ke Senja, jika dirinya baik-baik saja, tapi ia juga khawatir jika ia menjelaskan keadaanya ke Senja, Senja semakin khawatir dan ia bisa saja detik ini juga meminta untuk diantarkan ke Desa, ia tahu sifat dan karakter istrinya.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2