Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 31


__ADS_3

Ini hari ketiga Senja masih berbaring saja dikasur, Senja beberapa kali akan diperiksa oleh Langit namun Senja selalu menolak.


" Sayang.. kakak khawatir kamu seperti ini terus, makan pun sedikit, kakak periksa ya "


" aku cuma masuk angin aja kak, kelelahan mungkin, aku lebih suka minum air rebusan jahe "


" hmm.. kalo kamu besok masih seperti ini mau ga mau kamu harus mau diperiksa sama kakak, kita cek lab dulu aja gimana ? "


" ga usah kak, aku engga apa-apa kok " Senja keukeuh


" yaudah kalo kamu perlu apa-apa kamu panggil kakak ya, kakak di ruang tengah "


" iya kak "


Langit berlalu meninggalkan Senja, ia akan mengerjakan beberapa laporan rumah sakit.


Senja kembali tidur di kamarnya, ia pun heran kenapa badannya bisa selemah ini, mau sesakit apapun ia tidak seperti ini, ia pasti akan merasa selalu kuat


" apakah aku kena virus ? apa aku ikuti saran kak Langit untuk cek lab ? besok aja deh " gumam Senja


...----------------...

__ADS_1


Keesokan paginya, Langit seperti biasa berangkat bekerja, Senja masih belum bekerja, ia sempat berjanji pada Langit akan mengikuti apa kata Langit untuk cek lab, ia akan bertemu Langit di rumah sakit. Kondisi Senja pun jika untuk pergi ke rumah sakit sendiri sudah kuat, lebih segar di bandingkan dengan hari kemarin.


Langit berangkat duluan ke rumah sakit.


" Kakak duluan ya ke rumah sakit, nanti kalo kamu sudah sampai hubungi kakak, jadwal kakak di poli sampai jam 11 siang "


" oke kak, hati-hati dijalan ya "


" kamu juga hati-hati "


Senja hanya mengangguk, Langit berlalu meninggalkan Senja di rumah, Setelah kepergian Langit Senja kembali masuk kedalam rumah, mengunci pintu rumah berniat untuk mandi dan bersiap-siap.


Saat Senja masuk kedalam kamar, ia mengambil dulu ponselnya untuk melihat notifikasi di ponselnya, ia memicingkan sedikit matanya saat membaca notifikasi di layar ponselnya


Begitulah isi dari notifikasi di layar ponselnya.


" Hahh.. aku baru inget, emang aku udah telat ya ? " batin Senja


Ia lalu membuka kalender di aplikasi ponselnya, ia mulai menghitung periode menstruasi nya, ternyata benar secara hitungan sudah telat sekitar 10 hari.


" apa jangan-jangan aku hamil ? " batin Senja

__ADS_1


Ia berjalan menuju kotak obat, ia biasa menyimpan beberapa alat untuk mengecek kehamilan dan masa subur, sewaktu-waktu jika diperlukan oleh pasien-pasien nya dan sekarang ia berniat untuk dipergunakan nya sendiri.


Ia berniat untuk mencek nya sendiri, lebih cepat ketahuan lebih baik fikir Senja, ia pergi ke kamar mandi, untuk menampung urine nya, lalu membuka bungkusan alat pengecek kehamilan, ia mulai menggunakannya.


" Bismillahirrahmanirrahim.. "


Tidak dapat dipungkiri Senja begitu degdegan saat alat sudah dimasukkan kedalam urine, ia menutup matanya setelah beberapa detik ia membuka matanya.


Daannnnnnn....


Garis dua muncul di alat itu.. Senja mengambil alat itu ia perhatikan dengan seksama tangannya bergetar, satu tangan yang kiri ia mengusap lembut perutnya.


" Alhamdulillah ya Allah... "


" Kak Langit pasti bahagia, sehat-sehat ya anak mama " Senja kembali mengelus lembut perut nya


" Aku akan ke rumah sakit sekarang aku akan memberitahu kan ke Langit.. " Senja senyum-senyum sendiri ia bahagia sekali saat ini ada buah cinta bersama Kak Langit di rahimnya.


Senja bersiap-siap untuk menemui Suaminya ke rumah sakit, ia akan menunggu disana sampai Langit selesai praktek di poli, sekalian ia akan daftar ke poli kandungan untuk USG.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2