Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 78


__ADS_3

Didalam perjalanan ponsel Langit berdering, setelah melihat id penelepon ia langsung mengangkat teleponnya.


" Haloo Yah assalamu'alaikum "


" waalaikumusalam, kamu dimana Lang ? "


" Ini Langit dijalan yah, Alhamdulillah Senja hari ini sudah boleh pulang "


" Alhamdulillah, ayah dan ibu ikut senang mendengar nya, bagaimana dengan anak mu ? " tanya Ayah lagi


" Anak kami masih di rumah sakit yah, masih harus diberikan beberapa terapi lagi "


" mhh.. yaa.. yang sabar yaa.. oya hari ini ayah dan ibu akan pulang ke Jakarta, ayah dan ibu sudah rindu pada kalian, ayah ini sedang dalam perjalanan menuju bandara "


" wah.. kejutan ini sih yah.. Langit kira ayah dan ibu tidak hari ini pulangnya, Langit dan Senja tunggu ayah dan ibu semoga Ayah dan Ibu selamat sampai Jakarta, nanti Langit jemput di bandara "


" Ya . terimakasih nak, oya sampaikan salam ayah dan ibu untuk Senja ya.. ayah ini sebentar lagi sampai Bandara, ayah tutup teleponnya ya .. Assalamu'alaikum "


" iya yah waalaikumusalam "


Klik telepon di tutup


Senja yang daritadi menyimak pembicaraan Langit di ujung telepon dan Senja sudah menebak pasti itu ayah mertuanya yang menelepon.


" Ayah nelepon kak ? "


" iyaa.. ayah dan ibu akan pulang hari ini "


" Alhamdulillah.. "


" tadi juga mereka titip salam buat kamu "

__ADS_1


" waalaikumusalam, udah kangen banget sama ibu "


" hmm.. iya kakak juga sama "


Langit kembali fokus mengemudi, Senja seperti biasa ia memandang ramainya jalanan siang ini, lalu ia teringat bayinya di rumah sakit, ia lalu mengambil ponselnya lalu membuka galeri ponsel ia melihat beberapa foto anaknya, tadi sebelum ia pulang, ia sempat memfoto beberapa pose anaknya.


" Kamu lagi liat apa ? sampe ditatap gitu ? " tanya Langit sambil sesekali melirik Senja


" hemm.. ini Kak aku liat bayi kita "


" kangen yaa.. ? " tanya Langit


Senja hanya mengangguk lalu terlihat air mata tergenang disudut matanya. Langit yang melihat Senja dari ujung matanya lalu memarkirkan mobilnya terlebih dahulu, setelah mobil berhenti ia langsung fokuskan ke Senja.


" Kenapa mobilnya berhenti kak ? ada apa ? " tanya Senja tersadar mobilnya Langit parkirkan dipinggir


" Sini ... " Langit mengambil tisu lalu mengusap lembut ujung mata senja yang tergenang air


" Jangan sedih ya.. kalo kamu sedih gini, kakak juga jd ikut sedih " Langit terus mengusap wajah Senja


" Kak ke rumah sakit lagi yuu.. "


" Sayang.. percayakan semua kepada rumah sakit, disana sidah ada yang memantau anak kita 24 jam, ada dokternya ada perawatnya, ada laboran nya juga, kamu yang tenang ya.. besok kita ke rumah sakit lagi,sekarang kita pulang dulu, kamu istirahat dulu di rumah "


Senja hanya terdiam dalam hati ia pun mengiyakan apa yang Langit ucapkan.


Langit kembali menyalakan mesin mobil, ia bersiap untuk melajukan mobilnya.


" kita lanjut ya.. pulang ke rumah " Langit tersenyum


Senja hanya mengangguk difikiran nya hanya bayi kecil nya yang sekarang sedang berada di rumah sakit.

__ADS_1


Sekitar 30 menit dalam perjalanan akhirnya Senja dan Langit sampai di rumah, ia sudah disambut oleh ayah dan ibunya, Senja dipapah untuk masuk kedalam rumah, Langit dibantu ayah membawa masuk tas yang dibawanya dari rumah sakit.


" duduk disini nak, bagaimana sekarang sudah enakan ? masih sakit ga sisa jahitannya ? " tanya ibu


" Alhamdulillah bu sudah mendingan "


" syukurlah kalau begitu, mau makan sekarang ? ibu sudah siapkan di meja makan "


" hmm.. nanti saja bu, tapi kayanya kak Langit harus makan sekarang karena dari pagi dia belum makan, kak langit sibuk mengurusi kepulangan aku bu "


" Ya Allah.. kasian Langit, yasudah ibu panggil dulu supaya dia makan lebih dulu "


Ibu berjalan menghampiri Langit yang sedang menyimpan baju-baju kotor Senja untuk di serahkn Art rumah.


" Lang.. Langit.. " panggil ibu


" iya bu .. " Langit menghampiri ibu


" Kamu makan dulu yuu.. katanya belum makan dari pagi,biar ditemani ayah, Senja katanya belum mau "


" oh iya bu " Langit mengekori ibu menuju meja makan


" Yah, temani Langit makan ya "


" Ayo nak, makan bersama Ayah.. " Ayah sudah duduk di posisinya


Mereka berdua makan siang bersama, kecuali Senja dan Ibu, Ibu menemani Senja yang sedang beristirahat di ruang tv, lalu Senja memberitahu ibu jika ayah dan ibu Langit sedang dalam perjalanan akan pulang.


Ibu pun lalu mempersiapkan untuk kedatangan besannya, walaupun rumah mereka bersebelahan, karena dari perjalanan jauh,lebih baik ibu Senja mempersiapkan kedatangannya.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2