Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 61


__ADS_3

Senja sedang memilah dan memilih pakaian bayi, berdasarkan hasil usg anak yang Senja kandung berjenis kelamin perempuan, namun Senja dan Langit akan memilih baju berwarna netral, karena bagaimanapun kita tidak dapat memastikan jenis kelamin anak, semua kehendak sang maha pencipta.


" Kak.. rok tutu ini lucu yaa.. " Senja membawa baju setelan rok tutu bayi


" iyaa.. lucu banget, kamu suka ? beli aja "


" aku pengen yang ini yaa, hmm tapi kak, apa benar anak kita perempuan ? "


" berdasarkan hasil usg kan perempuan "


" hmm.. nanti aja deh klo beli rok, sekarang baju bayi yang biasa dulu aja.. "


" yaudah terserah kamu "


Langit dan Senja kembali memilah dan memilih perlengkapan bayi dan perlengkapan untuk Senja bersalin nanti, Langit dengan setia mengikuti kemana Senja berjalan, dirasa sudah cukup semua barang yang di beli, mereka berdua berjalan menuju meja kasir.


" Total nya empat j... ..... ..... rupiah " kasir kepada Senja dan Langit


Langit mengeluarkan dompet lalu memberikan kartu berwarna hitam ke kasir disaat yang bersamaan Senja pun mengeluarkan kartu yang sempat Langit berikan untuknya dulu saat awal-awal menikah .


" pakai ini saja mba " Langit kepada kasir


" kak, ini aja "


kasir dibuat bingung..


" Ini aja mba, yang saya " Langit menyerahkan kartunya ke Kasir


" baik pak "


" hmm..." Senja memasukkan kartu nya kedalam dompet


Setelah semua siap, barang bawaan diantarkan oleh pelayan toko menuju parkiran mobil, Senja berbelanja lumayan banyak hari ini.


Langit dan Senja masuk kedalam mobil, langit melihat nafas Senja yang sedikit tersengal.


" sayang kamu cape ? " tanya Langit


" engga kok kak, cuma emang sedikit agak sesak nafas nya mungkin karena sedikit tertekan karena bayi di dalam perut semakin membesar "

__ADS_1


" hmm iyaa.. " Langit sambil mengelus perut Senja


Langit menyalakan mobilnya ia menjalankan mobilnya meninggalkan toko pakaian bayi.


" Oya aku mau beli keperluan untuk praktek di desa dulu ya obat-obatan juga sudah habis " Langit kepada Senja


" iya kak " Senja mengangguk


Setelah perjalanan sekitar 20 menit Langit membelokkan mobilnya untuk parkir di toko perlengkapan kesehatan.


" sayang mau turun atau tunggu ? " tanya Langit


" aku tunggu aja deh kak "


" oke, tunggu sebentar ya .. "


" kamu yang tenang aja kak " Senja kepada Langit


" oke "


Langit turun dari mobil menuju toko peralatan kesehatan, sekitar 25 menit Senja menunggu di dalam mobil, ia melihat dari kejauhan Langit sudah selesai dan berjalan menuju mobil dengan 2 kantong besar ditangannya.


" Sudah selesai kak ? " tanya Senja


" Kak.. besok kakak kembali ke desa ? gimana bawa barang-barang nya sedangkan kakak kan nanti membonceng Deni " tanya Senja


" hmm.. gampang paling nanti masuk tas Deni dan sebagian masuk tas kakak "


" ohh gituu.. okee" Senja tersenyum


Dalam perjalanan Langit dan Senja banyak ngobrol tidak seperti biasanya.


" Kak.. aku sebentar lagi lahiran loh "


" hemm iyaa.. terus gimana ? " tanya Langit


" ya masa aku nanti lahiran ga ada kamu sih "


" siapa bilang ? kakak pastikan kakak akan ada disamping kamu ya, jangan khawatir "

__ADS_1


" beneran yaa.. "


" iyaa.. sayaangg.. " Langit mencolek pipi Senja


" kamu makin gemoy yaaa.. " Langit menggoda Senja


" apa ? aku gemuk maksud nya ? " tanya Senja


" engga, siapa bilang, gemoyy.. gemoyyy.. gemoyyy " Langit terus menggoda Senja


" ihh.. kak Langit.. aku kan lagi hamil anak kamu, wajar aja aku jadi gemoy.. ! " Senja mendengus


" hehehe jangan marah dong.. maaf yaa.. kakak gemes aja liat kamu "


Senja hanya menoleh sekilas. Langit kembali fokus mengemudi.


" Kak .. "


" hemm.. "


" Kakak kepikiran ga sih kita bisa sampai hari ini ? " tanya senja


" mhh maksud nya gimana ? "


" iyaa kita udah biasa bareng-bareng kan dari dulu, ya tapi kan sekarang bareng-bareng nya bikin aku hamil gitu.. ngerti ga sih " Senja ke Langit


" Hahahaha... iya yaa.. hmm.. mungkin sudah dituliskan nya seperti ini.. kita syukuri aja apapun yang terjadi untuk masa depan kita, semoga itu yang terbaik dan selalu baik-baik saja "


" Aamiin..... " Senja mengamini


" Oya kak, Deni lagi ngapain ya di rumah kasian loh dia ga diajak jalan-jalan "


" Tadi kan kakak udah ajak dia bilang mau tunggu di rumah aja, paling lagi ngobrol sama ayah.. "


" hmm iya kayaknya "


Langit dan Senja menghabiskan waktu sore nya bersama, sebelum langit besok kembali lagi ke Desa, Senja tinggal satu minggu lagi berdinas di rumah sakit, mungkin Setelah ini ia akan cuti dulu untuk bekerja, karena akan menghadapi persalinan, apakah senja akan menunggu lahiran ikut di desa bersama Langit, atau ia tetap tinggal bersama orangtuanya...


Tetap tinggu kelanjutannya yaa....

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2