
Praaakkkkkk...
Vas bunga dikamar Senja jatuh dari atas nakas
" Astagfirullah haladziim... kok bisa jatoh sih ? ga ada angin kok " batin Senja heran
Ia langsung memunguti pecahan beling vas bunga yang jatuh itu dan..
" Awww..... " jari Senja terluka karena pecahan beling itu
Ceklek pintu kamar Senja terbuka
" Senja.. ada apa nak ? " ibu menghampiri Senja ke kamar karena mendengar ada suara pecahan beling
" mhh.. ini bu, vas bunga jatuh "
" Hah jatuh, tangan kamu itu terluka, sudah jangan dibersihkan pakai tangan gitu, sebentar ibu ambil sapu dulu "
" iya bu " Senja berjalan menuju laci nakas nya disana ia menyimpan kotak obat, ia membuka laci lalu mengambil kotak obat.
Ia mengambil plester lalu memasangkan nya pada luka di jarinya. Ia masih bingung kenapa vas bunga bisa jatuh sampai pecah.
" ada apa yaa ? Kak Langit ? " Senja langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Langit
nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan silahkan coba beberapa saat lagi
" Ya Allah.... semoga semua baik-baik saja ya Allah " Batin Senja
Tidak lama ibu datang membawa sapu dan sodokan sampah.
" Sayang... kamu kenapa melamun ? " tanya ibu
" bu, ada apa ya, kok tiba-tiba vas bunga jatuh, aku khawatir sama kak Langit "
" Sayang.. jangan berfikir macam-macam insyaallah Langit baik-baik saja, ini hanya musibah, musibah bahwa vas bunga kamu jatuh " ibu mencoba menenangkan Senja
" Tapi bu.. aku sudah menghubungi kak Langit untuk menanyakan kabar nya tapi, tidak dapat dihubungi "
__ADS_1
" kamu kan tahu sendiri, didesa sinyal nya tidak stabil "
" hmm.. iya bu "
" kamu doakan saja semoga suami kamu baik-baik saja yaa.. "
Senja hanya mengangguk sambil memeluk ibunya.
...----------------...
Dilain tempat masih terjadi baku hantam antara Langit dengan 3 pria desa yang disinyalir ternyata mereka adalah preman kampung.
" Stopppp... sudahhh... berhenti Kang Japra... ! " Kinan terus saja teriak
" Tolonggg... tolongg.... " Kinan teriak-teriak
Langit terus membalas pukulan dari preman-preman itu, sampai akhirnya mereka bertiga menyerah.
" hey pak dokter urusan kita belum selesai ya, suruh siapa kamu sok membela perempuan seperti ini, jadi kamu berurusan dengan kami "
" ayo cabut... " Japra kepada kedua temannya
" Pak dokter.. engga apa-apa ? " tanya Kinan
Langit hanya tersenyum dipaksakan
( gimana gak apa-apa muka bonyok begitu, hehe )
" hmm.. kamu mau pulang, saya antar " Langit menawarkan
" tapi.. wajah pak dokter ? " tanya kinan lagi, sambil akan mengusap sudut bibir yang berdarah
" ga usah difikirkan, ayo saya antar kamu pulang, ke rumah pak kades kan " Langit menghindar sebelum tangan Kinan menyentuh pipinya
" emhhh.. iya pak dokter, terimakasih ya sudah menolong saya " Kinan kepada Langit
" mereka yang tadi itu siapa ? " tanya langit
__ADS_1
" mereka preman disini pak dokter "
" oh " Langit hanya mengangguk kan kepalanya
Dalam perjalanan pulang, tidak banyak pembicaraan antara Langit dan Kinan, Langit hanya menahan sakit di tubuh dan wajahnya " apa yang harus aku katakan kepada Senja jika ia tahu aku babak belur seperti ini, ya tuhaann, ia mungkin tidak akan tahu, tapi sewaktu-waktu ia minta foto atau video call gimana " batin Langit, ia terus saja memikirkan itu.
Tidak lama ia sudah sampai di rumah Pak Kades.
" kamu masuk lah, saya akan kembali ke rumah " Langit kepada kinan
" Pak dokter masuk dulu aja, saya mmhhh bersihkan lukanya " Kinan ke Langit
" ga apa-apa ga perlu, ini mudah saya bisa sendiri "
Saat Langit akan pulang, pintu rumah Pak Kades terbuka, lalu pak Kades keluar menghampiri Langit dan Kinan
" Pak dokter, kinan sedang apa berdiri seperti itu, ayo masuk, pak dokter silahkan masuk "
" terimakasih pak kades, saya hanya mengantar kan Kinan tadi di jalan ia dikejar-kejar oleh preman "
" Hah preman ? " Pak Kades Heran
" Iya Pak " Langit tersenyum
" Dan itu wajah pak dokter kenapa ? " tanya Pak Kades
" Ya ini tadi saya berkelahi dengan preman itu "
" Astagfirullah haladziim.... pak dokter sini duduk dulu, bu... bu... bu... sini " Pak Kades memanggil istrinya
Langit akhirnya menyetujui tawaran Pak Kades untuk masuk dulu ke dalam rumah.
Langit menjelaskan semua kepada Pak Kades apa yang terjadi sampai akhirnya ia seperti itu, Ibu kades membawa air hangat kompresan, Kinan dengan sigap pengambil kompresan itu akan di kompreskan ke wajah Langit, namun Langit menolak ia mengambil kompresan itu lalu mengkompresnya sendiri.
Kinan sedikit kecewa dan kesal, ia berfikir kenapa dokter Langit seperti nya tidak suka jika ia sedikit perhatian kepadanya, dari awal memang kinan sudah menaruh hati pada Langit, mungkin kejadian ini kesempatan bagi dirinya, namun tidak semudah itu yaa.. Kinan ....
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ