
" uwekk..uwekkk.. "
Senja kembali duduk di pinggiran kasur setelah tadi mengeluarkan sedikit isi perutnya.
" kak.. udah ah.. tolong bawa kesana susu nya aku mual " Senja meminta Langit untuk membawa susu hamil nya dijauhkan dari penglihatannya, karena baru saja melihat susu itu sudah membuat Senja menjadi mual apalagi mencium aromanya.
" iya kakak bawa ke dapur, kamu istirahat lagi ya "
Senja hanya mengangguk Langit berlalu menuju dapur untuk menyimpan susu ibu hamil yang diminum sedikit oleh Senja.
Langit merasa khawatir dengan kondisi Senja, ia tidak mau makan sama sekali, ia juga khawatir dengan kondisi kehamilannya.
Langit kembali ke kamar ia melihat Senja sedang merebahkan tubuhnya di kasur.
" Senja... kamu mau makan atau minum apa ? yang kamu pengen banget, yang dirasa kamu mau memakannya ? " tanya Langit
" Engga kak, aku ga mau makan apa-apa "
" sedikit aja makan, agar kakak tidak khawatir "
" aku ga mau kak nanti juga pasti keluar lagi "
" engga apa-apa yang penting udah masuk dulu makan nya "
Senja menggeleng ia tetap tidak mau untuk makan dan minum, Langit kembali berjalan ke ruang tengah ia berinisiatif untuk mengkonsultasikan keadaan Senja kepada dokter Ramzie.
__ADS_1
" apa aku hubungi dokter Ramzie aja ya untuk berkonsultasi " batin Langit
Ia lalu mengeluarkan ponsel nya, ia mencari nama dokter ramzie pada kontak ponselnya, ia lalu memencet tombol dial, telepon tersambung Langit menunggu jawaban.
Tuuttttt..... tuuttttt...... tuutttt.....
" Haloo... "
" Halo selamat sore dok, mohon maaf mengganggu saya Langit "
" oh ya dokter Langit, ada perlu apa ? " tanya dokter Ramzie
" Senja dok, semenjak tadi ia tidak mau makan, bahkan untuk minum pun ia mual, susu ibu hamil pun ia baru minum sedikit sudah dimuntahkan lagi , saya khawatir jika ia terus begitu dok "
" saya lihat belum dok, Senja seperti malas untuk memasukkan makanan apapun kedalam mulutnya "
" hmm begitu ya, kalau seperti itu saya juga menjadi khawatir kepada Senja dan Janin yang dikandungnya, bagaimana pun ia tetap memperhatikan asupan nutrisinya, karena banyak faktor jika ini dibiarkan terutama pada janin, pertumbuhan dan perkembangan janin bisa terganggu, bayi lahir dengan berta badan rendah ibu juga bisa mengalami anemia yang akan berpengaruh pada janin juga "
" Solusinya dok ? " tanya Langit
" solusinya tetap makan dan minum harus dipaksakan walau sedikit tapi sering itu untuk mencegah refluks asam lambung juga yang membuat mual, pilih makanan yang kering dulu seperti biskuit, wafer "
" baik dok terimakasih penjelasan "
" sama-sama, terus dukung dan berikan motivasi kepada Senja ya.. ini kehamilan pertama mungkin ia akan sedikit kaget "
__ADS_1
" baik dok.. terimakasih banyak, saya tutup selamat sore "
" ya sore .. "
klik telepon di tutup
Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter Ramzie, Langit segera menuju kamar kembali, ia melihat Senja sedang setengah duduk di kasur sambil menyender ke Senderan kasur.
" Sayang... masih mual ? "
" mual kalo liat makanan aja kak, kakak habis teleponan sama siapa ? "
" oh itu tadi kakak menghubungi dokter ramzie, kakak khawatir sama kamu, jadi kakak menghubungi untuk berkonsultasi ... " Langit menjelaskan apa yang disarankan oleh dokter Ramzie
" oh.. " Senja berfikir, memang benar apa yang dikatakan dokter Ramzie namun ia belum bisa melawan rasa mual itu.
" sekarang kamu coba ngemil ya, kemarin kan kakak udah beli cemilan buat kamu, ada wafer biskuit coklat, nih kakak bukan, kamu makan sedikit-sedikit ya, kalo mual engga apa-apa, stop dulu nanti kamu ngemil lagi "
Senja mengangguk, ia pun sebetulnya khawatir dengan keadaan janin nya jika ia tidak makan.
Langit selalu mendampingi Senja, beberapa keping biskuit bisa Senja makan tanpa rasa mual yang berlebih, langit terus mengikuti saran dokter Ramzie, bagaimanapun kesehatan Senja dan janin yang dikandungnya itu yang paling penting.
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ
__ADS_1