Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 65


__ADS_3

Hari terakhir Senja Internship di rumah sakit, ia merasa sedikit lega, ia bisa beristirahat sejenak di rumah dari aktivitas nya di rumah sakit, bagi Senja untuk saat ini adalah masa yang benar-benar mudah lelah, semakin tua usia kandungan Senja semakin mudah lelah yang dirasakannya.


Setelah menyelesaikan tugasnya ia berpamitan kepada seluruh tenaga kesehatan di ruangan Senja berdinas, kepada beberapa petinggi rumah sakit, tidak lupa kepada dokter Camel, senior Senja di rumah sakit yang banyak membantu dan membimbing Senja, dokter yang sangat baik, ia selalu menganggap Senja seperti adiknya Sendiri.


" Dokter Camel.. terimakasih banyak ya selama hampir satu tahun lebih banyak bantu aku, bimbing aku juga, makasih banyak ya.. " Senja memeluk dokter Camel


" Sama-sama dokter Senja .. jangan lupakan aktivitas kita disini yaa, jaga kandungan kamu sampai nanti lahir sehat lancar " dokter camel membalas pelukan Senja


" Aamiin terimakasih dokter, ga akan aku lupain perjuangan aku disini, perjuangan yang dibantu sama dokter juga "


" hmm.. udah tugas aku.. " Camel tersenyum


" terimakasih yaa dokter sekali lagi "


" tetep kontekan yaa .. oya salam untuk dokter Langit "


" siapp dok "


Setelah selesai berpamitan , Senja diantarkan oleh Camel sampai parkiran disana sudah ada supir yang menunggu, ia langsung memasukkan barang-barang nya, menaiki mobil berlalu dari rumah sakit.


Didalam perjalanan Senja menghubungi Langit namun tidak ada jawaban, lalu ia mengirimkan pesan kepada Langit, bahwa hari ini ia selesai Internship walaupun sebenarnya Langit sudah tahu jauh-jauh hari, namun Senja ingin memberitahu lagi kepada Langit.


Pesan terkirim, namun belum dibaca oleh Langit, membuat Senja sedikit kesal.


" kemana sih kak Langit.. masa sinyal nya jelek lagi, kalo sinyal jelek pesanku ga akan terkirim dong ya " batin Senja, ia langsung memasukkan kembali ponselnya kedalam tas, ia sedikit bersender ke jok mobil untuk merelaksasi kan tubuhnya.


...****************...


Langit sedang dalam perjalanan, setelah selesai praktek tadi, ia langsung berangkat ke kota, karena ia tahu hari ini Senja selesai Internship, seperti biasa Langit tidak memberitahu bahwa ia akan pulang, ia menginginkan sebelum Senja berada di rumah, ia sudah sampai di rumah duluan.


Ia sesekali melihat arloji di pergelangan tangannya, ia berharap bisa sesuai dengan apa yang ia harapkan, sampai rumah duluan sebelum Senja sampai dari rumah sakit.

__ADS_1


Hampir 3 jam dalam perjalan akhirnya Langit sampai rumah, ia melajukan motornya dengan kecepatan lumayan tinggi, sebelum nya ia tadi mampir untuk membelikan sesuatu untuk Senja, ia sengaja memarkirkan motor di rumah orangtuanya, agar Senja tidak mengetahui bahwa ia sudah ada di rumah.


" Assalamu'alaikum.. ibu .. "


" Waalaikumusalam.. Langit... kamu pulang nak ? " tanya ibu mertuanya heran namun senang


" Iya bu " Langit menyalami ibu mertuanya


" kamu kesini sama siapa ? motor kamu mana ? " tanya ibu lagi


Langit tersenyum " pakai motor bu, tapi motor Langit simpan di rumah sebelah, agar Senja tidak mengetahui bahwa Langit pulang "


" hmm.. jadi kamu ga bilang-bilang lagi kalo kamu pulang ? "


" engga bu " Langit sedikit malu


" ya ampun Langit... hmm... yasudah kamu istirahat dulu mungkin sebentar lagi Senja pulang " ibu tersenyum


" Ayah praktek bu ? " tanya Langit membuka jaketnya, ia lupa sepanjang perjalanan tadi ia masih menggunakan jas putihnya lalu dilapisi oleh jaket tebal, ia menjadi tersenyum sendiri dengan tingkahnya saking ingin segera sampai kota.


" iya hari ini ayah full di rumah sakit, karena ada beberapa dokter yang cuti "


" oh ya bu.. " saat Langit akan duduk terdengar suara deru mesin mobil.


" Lang.. sepertinya itu Senja pulang " ibu kepada Langit


" iya bu.. Langit kedepan ya " Ia berjalan menuju pintu ruang tamu ia melihat dari jendela benar Senja yang datang ia baru turun dari mobil berjalan menuju teras.


" Assalamu'alaikum.. " Senja membuka pintu rumah


" Waalaikumusalam.. " Langit menghampiri Senja lalu tersenyum

__ADS_1


Senja mendongkakan wajahnya " Kak Langit... Senja langsung memeluk suaminya "


" kebiasaan ya tiap kali pulang ga bilang-bilang " Senja mendengus


" Yang penting kan kakak pulang, kakak kan sudah berjanji kakak akan pulang tiap minggu "


" hmm yaa... "


" oya nih .. " Langit menyerahkan buket bunga dan ada kotak kecil didalamnya "


" apaan ini ? " tanya Senja


" Selamat ya kamu sudah selesai Internship di rumah sakit, walaupun keadaan kamu sedang hamil besar, kamu tetap semangat untuk menyelesaikan nya " Langit memeluk lagi Senja


" makasih ya kak.. oya tadi dapet salam dari dokter Camel "


" iya waalaikumusalam " Langit mengecup kening Senja



" ehem... mhh... udah kangen-kangenan nya ? " tiba-tiba ibu menghampiri


" eh bu.. " Senja dan Langit menjadi kikuk


" Kalau sudah ayo makan dulu, makanan udah siap di meja makan "


" iya bu "


Langit dan Senja mengekori ibu menuju meja makan, ibu yang melihat Senja dan Langit memaklumi itu mungkin Senja memang rindu suaminya apalagi selama hamil yang seharusnya ada suami disampingnya, mereka masih harus berjauhan.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2