Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 48


__ADS_3

Deru mesin mobil berhenti tepat di halaman rumah orangtua Senja. Senja mematikan mesin mobil, membuka pintu lalu berjalan menuju rumah, ia sedikit merasa lelah hari ini, saat Senja kembali berdinas ke rumah sakit, Ayah memberikan Senja mobil agar ia tidak perlu repot jika nanti akan berangkat dan pulang kerja, itu pun juga sudah disetujui oleh Langit sebelumnya, karena bagaimanapun Senja harus meminta ijin kepada Langit terlebih dahulu.


Senja berjalan masuk kedalam rumah, membuka pintu rumah alu berjalan masuk.


" Assalamu'alaikum bu... " Senja sambil berjalan


" itu siapa yang tidur sofa ? aneh banget, kalo ayah ya ga mungkin lah " batin Senja saat melihat kaki terjulur di pinggiran Sofa


Senja semakin berjalan mendekat, ia seperti mengenali sosok pria itu, ia berjalan menghampiri dan......


" Kak Langit.... " teriak Senja tanpa menghiraukan jika Langit sedang tidur, Senja langsung memeluk lalu menggoyangkan tubuh Langit membuat Langit menjadi bangun


Ibu yang mendengar teriakan Senja berjalan menghampiri Senja dan Langit.


" Senja... suami kamu baru datang mungkin dia lelah sedang beristirahat " Ibu kepada Senja


Langit bangun dari tidur nya lalu duduk menyender di Senderan sofa. Senja melepaskan pelukannya


" hmmm... " Langit hanya tersenyum melihat tingkah Senja


" Kakak kenapa sih ga bilang kalo kakak mau pulang hari ini ? " tanya Senja


" kakak ingin membuat kejutan " Langit datar ia masih linglung karena bangun tidur


" Kak Langit... " Senja sedikit cemberut


" Sini ... " Langit memeluk Senja


Mereka melepaskan rindu mereka, walaupun hampir setiap hari mereka tidak pernah lewat berkirim kabar, namun beda rasanya jika bertemu langsung.


Langit mengelus-elus perut Senja.

__ADS_1


" Sayang... kamu sudah besar ya di perut mama " Langit mencium perut Senja


Senja tersenyum geli melihat tingkah Langit, apalagi saat Langit menyebut dirinya dengan sebutan Mama, Langit mendongkak kan wajahnya ke Senja.


" Kenapa ? senyam senyum sendiri ? " tanya Langit


" engga kok, ga kenapa-kenapa ? " Senja kembali senyam senyum


" Hmm... " Langit pun ikut tersenyum


" Sayang.. kalian berdua belum makan, makan dulu yu.. " ibu membuyarkan mereka berdua


" mhh.. iya bu.. sebentar lagi aku masih kangen Kak Langit " Senja terlihat manja


Ibu menghela nafas panjang, lalu tersenyum.


" iya deh kalau gitu " ibu kembali ke dapur untuk mempersiapkan makan


...----------------...


Malam hari Langit tidur di rumah orangtua Senja, rencana ia akan menginap di rumah orangtuanya sebelah rumah Senja, namun orangtua Senja mencegahnya, terutama Ayah Senja ia ingin banyak berbincang dengan Langit pengalaman selama 2 bulan di Desa, sehingga untuk malam ini Langit memutuskan untuk menginap di rumah mertuanya terlebih dahulu.


Setelah lama berbincang dengan ayah mertuanya, Langit menyusul Senja masuk kedalam kamar, ia melihat Senja sudah tidur berbaring kesebelah kiri, karena menurut penelitian bagi ibu hamil posisi tidur terbaik adalah miring kiri untuk memperlancar aliran peredaran darah ke janin.


Ceklek.... Langit masuk kedalam kamar lalu menutup kembali pintu kamar.


Ia berjalan menghampiri Senja yang sudah terlelap tidur, namun saat Langit duduk di pinggiran kasur, Senja menyadari ada yang menghampiri, ia bangun lalu berbalik ke arah Langit.


" Kak Langit " Senja kepada Langit


" Kamu kenapa bangun ? " tanya Langit

__ADS_1


" Aku nunggu kakak, tapi kakak lama ngobrol sama Ayah, aku jadi ketiduran "


" hmm.. maafin yaa kamu jadi menunggu "


" engga apa-apa kak "


" Kakak minta maaf ya selama 2 bulan ini, kakak ga bisa menjaga kamu, padahal kamu sedang hamil anak kita "


" engga apa-apa kak, kok kakak jadi melow gini sih " Senja memeluk Langit lalu langit membalas pelukan Senja


" Kakak ngerasa bersalah aja sama kamu harusnya kakak selalu ada disamping kamu, apalagi kamu sedang hamil "


" anak kita ngerti kok kak, kalo papa nya lagi berdinas di desa, selama ini Alhamdulillah dia ga rewel, aku pun sudah mulai nyaman "


" Alhamdulillah .. "


" kakak cuti ? berapa lama ? " tanya Senja


" kemungkinan hanya 3 - 4 hari "


" kok sebentar ? " tanya Senja Lagi


" ya.. karena jatah libur kakak ga banyak, terlalu lama meninggalkan desa juga kakak khawatir karena jika mereka membutuhkan pertolongan medis kakak tidak ada "


" hmm.. iyaa kak "


Senja menatap Langit dalam-dalam, Langit membalas tatapan Senja, malam ini adalah malam mereka berdua, mencurahkan kerinduan, kasih sayang dari Senja untuk Langit begitupun sebaliknya.


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2