
Waktu berlalu begitu cepat, Senja dapat menyelesaikan kuliah nya dengan baik, tugas akhir Senja selesai ia dinyatakan lulus dan akan segera wisuda, tahapan Senja untuk menjadi dokter tidak jauh seperti yang sedang dihadapi oleh Langit.
Sekarang Langit sudah selesai pendidikan koas, setelah pendidikan koas kemarin Langit menjalani sekitar 1,5 tahun lebih cepat dari teman-teman nya, ia mengikuti ujian sertifikasi dan setelah ini ia akan diwisuda kembali lalu mengikrarkan sumpah dokter dan akhirnya Langit menyandang gelar dokter.
Satu tahapan lagi yang harus dilakukan oleh Langit, dimasa ini Langit sudah bekerja dan sudah mendapatkan gaji walaupun gaji nya belum terlalu besar, tapi Langit bersyukur ia bisa melalui semuanya. Dan sekarangpun Langit ditempatkan di Rumah Sakit yang tidak jauh dari rumah, sehingga Langit bisa pulang ke rumah dan bertemu setiap hari dengan istrinya, itu harapan Langit.
Namun pada kenyataannya, mereka harus tetap terpisah dulu, setelah kemarin Langit berjauhan dengan Senja hampir sekitar 1,5 tahun karena Langit masih koas, mereka hanya bertemu beberapa kali tidak jarang saat Langit di rumah, Senja kuliah dan saat Senja ada di rumah Langit kembali untuk menjalani pendidikan koas nya, sekarang setelah Langit kembali Senja yang harus berjauhan karena ia akan menjalani pendidikan Koas yang ditempatkan di Rumah Sakit Luar Kota juga.
Ternyata perjuangan Cinta mereka masih penuh dengan ujian selama 1,5 tahun pasca menikah mereka berdua belum menyadari satu sama lain bahwa rasa yang ada di hati langit untuk Senja begitupun sebaliknya, mereka masih dengan kegengsian nya masing-masing.
" huh.. mungkin ini yang harus kita jalani dulu ya kak, kita berjauhan Lagi, padahal aku ingin sekali dekat dengan kakak " Batin Senja
Disela-sela ia membereskan keperluannya untuk dibawa ke tempat ia pendidikan koas.
Tok..tok..tok..
__ADS_1
Terdengar suara ketukan pintu kamar
" Masuk.. "
Ceklek pintu terbuka .. Langit menghampiri Senja
" Sudah siap ? jangan sampai ada yang tertinggal " Langit kepada Senja
" iya Kak " Senja mengangguk
" ohh... jatuh.... yaah.... " Senja ngedumel sendiri
" Hati-hati jangan banyak-banyak, kalo ga kamu minta tolong kakak aja sih " Langit menghampiri Senja ia melihat Senja sedang membereskan kembali buku-buku nya
Saat langit akan membantu senja merapihkan bukunya, Langit mengambil salah satu buku dan Senja pun sama mengambil buku itu, tidak sengaja Langit memegang tangan Senja. Senja langsung menatap Langit, Langit pun sama.
__ADS_1
Mereka bertatap, tatapan yang selama belasan tahun ini mereka bersama tidak menemukan nya, mereka masih saling menatap, tatapan yang pernuh arti sekarang, mereka semakin mendekat...... hanya beberapa senti saja jarak antara wajah Senja dan Langit.... dannn....
Braakkkkkkkkkk
Buku yang sudah ditumpuk tadi kembali jatuh, mengagetkan Senja dan Langit. Senja yang tersadar ia langsung menunduk malu,wajah menjadi merah merona menahan malu. Sepertinya ia saat ini tidak akan kuasa untuk melihat wajah Langit. Langit sama ia terlihat salah tingkah..
Ia kembali membantu Senja untuk merapihkan kembali buku-buku nya.
" e.. e.. i..ini bukunya di taro dimana ? masuk koper semua atau gimana ? " Langit salah tingkah ia ingin menghilangkan kegugupannya, namun tetap sangat terlihat, Senja pun sama
" oh .. e.. iya kak, disitu aja nanti aku yang rapih lagi " Senja menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Senja dan Langit sama-sama ingin menetralkan suasana, apakah setelah kejadian barusan,mereka akan saling mengungkapkan apa yang ada di dalam hati mereka satu sama lain, sebelum kepergian senja menjalani pendidikan koas nya.
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ