
Senja berjalan di koridor rumah sakit menuju parkiran,ia berjalan pelan-pelan sambil menunduk memperhatikan perutnya yang semakin hari semakin membesar ia tersenyum dalam hati sebentar lagi ia akan menjadi seorang ibu dan bertemu dengan anaknya.
Bruukkkkkkk
" Awwwwww "
Seorang pria menubruk tangan Senja untung Senja tidak sampai jatuh.
" M..ma..maaf dok, ada yang sakit ? " tanya pria itu karena melihat Senja masih menggunakan jas putihnya
" engga.. engga... engga a.. ap... " Senja mendongkakan wajahnya melihat wajah pria itu
" Tio.. " Senja kepada Tio
" Senja .. " Tio kepada Senja
" Ya ampunn kita ketemu disini " Tio kembali kepada Senja
" kamu jalan ga liat-liat ya nabrak aku segala "
" Sorry Senja, aku buru-buru ibu ku di ruang icu, barusan aku di telepon pihak ruangan "
" ya Allah.. sakit apa ? " tanya Senja
" Jantung.. aduhh aku masih pengen ngobrol tapi aku harus menemui ibu dulu, aku duluan ya.. oya ini kartu nama ku, kartu namamu mana ? "
Senja merogoh tasnya, lalu mengeluarkan kartu namanya.
__ADS_1
" Nih.. "
" oke thanks, nanti aku hubungi, duluan yaa.. " Tio kembali berlari menuju ruang icu
Senja memperhatikan Tio berlari menuju ruang icu " Bisa ketemu Tio disini, berarti dia udah pulang dari Australia " batin Senja
Ia kembali melanjutkan jalan nya lagi menuju parkiran mobil.
Tio adalah teman Senja sedari kecil, orangtua mereka berteman, sehingga pertemanan dilanjutkan ke anak-anaknya, saat akan masuk Sekolah Dasar, Tio dan kedua orangtuanya pindah ke Australia karena ayah Tio seorang diplomat.
Padahal Tio baru beberapa bulan masuk sekolah dasar, ia harus pindah ke Australia mengikuti kedua orangtuanya.
Semenjak itu Senja dan Tio terpisah, namun mereka masih mengenali wajah satu sama lain.
Sampai akhirnya Senja bertemu dengan Langit yang saat itu mereka bersahabat, Senja merasa ada teman kembali semenjak kepergian Tio ke luar negeri.
Langit tidak mendengar jika Senja menghubunginya karena ponselnya ia simpan di kamar, setelah makan bertiga tadi bersama pak mail dan Deni, ia kembali ngobrol dengan mereka berdua, Langit merasa senang karena ada teman, ia pun lupa belum menghubungi istrinya hari ini.
Hari menjelang sore, Deni dan Pak Mail pulang, Deni akan kembali esok hari.
Langit menuju kamar ia mengambil ponselnya, terlihat beberapa notifikasi di layar ponselnya dan ia terhenyak kaget saat melihat notifikasi panggilan video dari Senja.
" Ya Allah.. Senja.. aku belum menghubungi nya hari ini" gumam Langit
Ia langsung menghubungi Senja kembali
Tuutt.... tuuttttt....
__ADS_1
" Halo.. kak "
" Halo.. sayang.. kamu dimana ? "
" aku dijalan pulang kak "
" kamu mengendarai mobil sendiri ? " tanya Langit
" iya kak.. "
" yasudah kamu hati-hati ya.. sesudah sampai rumah kakak hubungi kamu lagi "
" oke kak "
" sayang.. hati-hati "
" iyaa.. bye "
" bye "
Langit sedikit lega setelah menghubungi Senja, namun ia agak khawatir karena Senja mengendarai mobilnya sendiri disaat ia sedang hamil sudah mulai membesar.
" Ya Allah lindungi selalu istri ku " batin Langit
" aku terkadang dalam dilema ya Allah.. antara tugas dan kewajiban ku sebagai suami, semoga Engkau memberikan jalan terbaik untuk aku dan istriku agar aku bisa kembali bersama istri tidak berjauhan seperti ini " batin Langit lagi
πΈπΈπΈ
__ADS_1
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ