
Hari demi hari dilalui oleh Senja dan Langit, rumah tangga Senja dan Langit semakin hangat, Senja sudah tidak malu-malu bahkan canggung lagi ke Langit, Langit pun sama semakin ia menunjukkan rasa cinta dan sayang nya ke Senja.
Aktifitas mereka sehari-hari disibukkan dengan pasien-pasien, saat Langit dan Senja pulang ke rumah mereka berdua saling bercerita dan bertukar fikiran, disaat menemukan kasus baru pasien nya mereka saling memecahkan permasalahan itu bersama-sama.
Sudah hampir 6 bulan Senja dan Langit tinggal di rumah sewa mereka, mereka tidak ambil pusing atas ucapan-ucapan orang lain yang mengherankan keputusan mereka untuk tinggal mengontrak, padahal mereka mampu untuk lebih dari itu, mereka ingin segala sesuatunya di mulai dari nol dan dibangun bersama, itu prinsip mereka berdua.
Siang ini, Senja merasa tidak enak badan ia ijin cuti untuk tidak masuk kerja, padahal ia sudah ada janji dengan beberapa pasien nya namun tubuhnya sendiri tidak kuat untuk menopang karena ia sangat lemah hari ini.
" senja... sayang.. kamu ga kerja ? " tanya Langit seraya mendekati Senja, ia sudah siap dengan celana dan kemeja nya
" kak.. badan ku lemes banget rasanya lelah "
" kamu istirahat ya, kalo kakak tinggal gimana ? kakak hari ini jadwal sampai siang, secepat mungkin kakak akan pulang "
" engga apa-apa kak, aku cuma butuh tidur lebih lama, nanti juga mendingan "
" bener engga apa-apa nih ? " tanya langit lagi
" iya kak, insyaallah aku ga apa-apa "
" jangan bikin kakak khawatir yaa "
Senja mengagukkan kepala nya
" kakak berangkat ya, kamu ga usah anter kakak, ini obat pereda nyeri kamu minum ya, kamu ga usah anterin kakak, kamu istirahat aja disini "
" iya kak, makasih "
Langit mengecup kening Senja ia berlalu meninggalkan Senja keluar kamar menuju luar rumah untuk pergi mengemban tugasnya. Ia melajukan kuda besinya yang setia menemani dari ia masih kuliah, sampai sekarang ia sudah berumahtangga dengan Senja.
Sesampainya di Rumah Sakit Langit sudah telat hampir 45 menit, saat ia berjalan menuju poli umum, sudah banyak pasien yang menunggu, Langit setelah memakai Jas kebesarannya langsung masuk kedalam ruang poli
" dok, bisa dimulai untuk pasien pertama ? " tanya perawat
" oke, silahkan, sorry saya telat, istri saya sedang sakit "
__ADS_1
" tidak apa-apa dok, oh ya semoga dokter Senja cepat sembuh dok "
" oke makasih "
Pasien urutan pertama dipanggil, untuk diperiksa oleh Langit, lanjut kepasien berikutnya da seterusnya sampai pada pasien yang terakhir
" siang dok " orangtua pasien dan anak gadisnya sekitar umur 18 tahun
" ada keluhan apa bu ? " tanya Langit
" begini dok, anak saya akhir-akhir ini sering mual dan muntah, apa anak saya salah makan dok ? "
" oh begitu, terakhir makan apa ? "
" mmhh.. makan biasa aja dok " gadis itu menjawab pertanyaan Langit
" saya periksa dulu ya silahkan "
Perawat membantu pasien itu, setelah Langit memeriksa tidak ada kelainan, hanya saja perut gadis itu terasa agak tegang " jangan-jangan hamil " batin Langit
Setelah selesai diperiksa, Langit kembali ke meja periksa
" spesialis kandungan ? "
" iya bu, untuk di usg, nanti dokter spesialis kandungan akan menjelaskan "
" oh begitu, baik dok " ibu pasien itu masih merasa heran kenapa Langit merujuk anak nya ke dokter spesialis kandungan
" sus, tolong ini surat rujuk nya, nanti antarkan ibu dan pasien nya ke poli kandungan ya "
" baik dok "
" mari bu, silahkan " perawat mempersilahkan
" mari dok, terimakasih "
__ADS_1
" mari bu.. "
Perawat yang satu nya lagi menghampiri Langit
" Dok, pasiennya sudah selesai, itu tadi pasien terakhir "
" oke.. Alhamdulillah.. terimakasih sus "
" permisi dok "
" iya, mari dok "
Langit masih di ruang poli, ia ingin beristirahat sejenak, ia mengeluarkan ponsel nya lalu memencet tombol dial untuk menelepon Senja.
Tuut....tuutt
Lama tidak diangkat, saat Langit akan mematikan sambungan, terdengar suara diujung telepon.
" Halo.. kak.. "
" Sayang gimana ? "
" Alhamdulillah kak, mendingan " suara Senja khas bangun tidur
" sayang kamu tidur ya, maaf kakak jadi bangunin kamu, kakak sekarang pulang ya, udah selesai pasien tertangani semua "
" iya engga apa-apa kak, hati-hati ya kak "
" iyaa.. terimakasih sayang "
klik telepon ditutup
Langit bersiap untuk pulang, tidak lupa ia mematikan lampu ruangan ( biar hemat listrik hehehe ) keluar ruangan berlalu meninggalkan rumah sakit menuju parkiran.
Langit melajukan motornya, menuju rumah ia ingin segera sampai rumah untuk memeriksa keadaan Senja. Akhir-akhir ini sering rindu kepada istrinya, kalau ia tidak ingat dengan tugas dan kewajiban nya ia ingin selalu dekat dengan Senja apalagi sekarang Senja sedang sakit.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ