Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 27


__ADS_3

Senja menuruti permintaan Langit, ia masuk kedalam rumah, perasaan nya tidak karuan apa yang akan terjadi setelah ini ia belum tahu. Senja menyimpan tas nya, lalu ia membuatkan teh hangat untuk Langit, ia berharap Langit tidak marah padanya.


Langit masuk kedalam rumah ia membanting pintu rumah, membuat Senja kembali dibuat kaget.


" Astagfirullah... " gumam Senja


" dianter pulang siapa kamu ! " tanya Langit dengan nada marah


" Eeuhh.. i..itu.. Arkan Kak " Senja ragu-ragu


" Bagus.. kamu diminta menunggu segitu aja, udah ga sabar, aku minta kamu buat menunggu kan, telepon kamu susah dihubungi pantesan aja, ternyata kamu ketemu sama mantan pacar kamu ! "


" Kak.. ponsel ku lowbat, aku juga bingung mau hubungi kakak, nih kakak liat ponsel ku mati kak " Senja memperlihatkan ponselnya


" Oke kalo ponsel mati, tapi kenapa kamu ga tunggu kakak, kakak udah minta buat tunggu kamu kan ? kakak hujan-hujanan dari rumah sakit agar bisa menjemput kamu ! " Langit emosi


Senja baru tahu jika Langit marah seperti ini, selama ia bersama sudah beberapa belas tahun ini, Langit tidak seperti ini "ada apa dengan Kak Langit, apakah ini sifat Aslinya ? " batin Senja


" kenapa diem, oh aku tahu, kamu baru ngerasa sekarang, kalo kamu kakak bawa hidup susah, rumah aja ngontrak, ga pake mobil, karena kakak hanya punya motor, kalau hujan kehujanan, panas kepanasan, iya gitu, jadi kamu lebih memilih untuk pulang bersama Arkan menggunakan mobil mewahnya agar kamu ga kehujanan dan kebasahan, iyaa kan !!! " Langit semakin emosional

__ADS_1


Ia merasa kesal kepada Senja, ia sudah meminta Senja untuk menunggu walaupun tadi telepon nya terputus, saat dihubungi lagi ponsel nya tidak dapat menerima panggilannya, ia tidak tahu jika ponsel Senja habis baterai nya, ia nekat untuk menembus hujan yang sangat lebat demi menjemput Senja, namun saat yang bersamaan, disaat Langit sudah sampai di rumah sakit, ia melihat Senja menaiki mobil mewah Arkan, ia sedang berada di belakang mobil Arkan.


Itu yang membuat kekesalan Langit memuncah. Kenapa Senja tidak sabar menunggu.


" Kak.. aku minta maaf " Mata Senja berkaca-kaca


" Maaf kamu bilang, kamu lihat aku, basah kuyup seperti ini ! "


" Memang yaa.. sangat sulit untuk kamu bisa menerima aku ! " Langit kepada Senja


" Kak... kakak ngomong apa sih ? " Senja tidak terima


" Apa jangan-jangan semua yang kamu lakukan untukku itu hanya untuk menyenangkan hati orangtua kita saja, tapi hati kecil kamu tidak ! "


" apa kamu bilang tulus ?? kamu ingat lagi, status kamu itu siapa ? apa pantas seorang perempuan yang sudah bersuami diantarkan pulang oleh laki-laki lain ? apa pantas !!! " Langit masih emosi


" kaakkk.... kakak kenapa berbicara seperti itu ! aku sudah minta maaf yaa.. aku sadar aku seorang istri yang sudah memiliki suami "


" kamu sadar yaa, kalau kamu seorang istri layani aku sebagai suami mu !!!! "

__ADS_1


Langit menarik Senja ke kamar


" Kak.. jangan kasarr dong " Senja meronta melepaskan genggaman Langit


" karena kamu sepertinya memang suka kekerasan, agar kamu mengerti ! " Langit melepaskan genggaman nya dengan kasar, Senja terjatuh ke kasur


" Kak... " Senja merasa takut dengan sikap Langit sekarang


Langit mendekati Senja.. maka terjadilah malam pertama mereka yang sudah Langit tahan hampir 3 tahun, karena mereka sama-sama berkomitmen utuk menyelesaikan pendidikannya terlebih dahulu, karena pada awalnya Langit pun tidak akan memaksa karena hal seperti itu memang harus dikomunikasikan, tapi lain hal dengan hari ini.


Senja menangis ia merasakan sakit yang luar biasa pada tubuh nya karena Langit melakukan nya dengan kasar. Langit melihat Senja yang menangis menjadi kasihan ia sadar ia pun salah, hanya karena emosi sesaat, momen yang harus nya dilakukan dengan penuh kesadaran dan suka cita tapi ini dilakukan dengan penuh emosi.


" Senja... maafin kakak, kakak tidak bermaksud menyakiti kamu, kakak tidak bermaksud berbuat kasar sama kamu " Langit menghampiri dan memeluk Senja


Senja hanya terdiam dan semakin menangis di pelukan Langit, sebetulnya Senja sudah siap jika hal ini terjadi, bagaimana pun ia sebagai seorang istri harus memenuhi kewajiban nya sebagai seorang istri, tapi tidak dengan seperti ini.


" kakak minta maaf... maafin kakak "


Senja hanya mengangguk, ia pun sadar ia salah, mungkin hal ini akan dijadikan pelajaran untuk Senja dan Langit kedepannya.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2