Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 50


__ADS_3

Sore hari di Desa, Langit berniat untuk berjalan-jalan sekitaran desa, ia biasa berjalan sampai rumah Deni lalu kembali lagi ke Rumah dinasnya, setelah mengunci pintu rumah ia langsung berjalan kaki menyusuri jalan desa yang masih belum selesai dibetulkan.


Setiap kali ada warga yang sedang di teras atau di halaman rumah, Langit selalu disapa warga atau Langit yang menyapa balik warga.


" Mampir dulu pak dokter ? " tanya salah satu warga


" Terimakasih pak, lain waktu saja "


Hampir seluruh warga sudah mengetahui bahwa Langit adalah Dokter yang berdinas di desa nya dan setiap sore jika tidak ada pasien ia akan berjalan-jalan di sekitaran desa, Langit belum banyak mengeksplorasi keadaan desa yang kata Deni di desa ada air terjun yang sangat indah, ada danau juga, namun Langit belum sempat mengunjunginya.


Langit sampai di rumah Deni, selama di Desa Deni lah sahabat Langit, ia sangat berterimakasih kepada Pak Kades sudah mengenalkan nya dengan Deni.


" Assalamu'alaikum.. permisi... punten " Langit mengucapkan salam di rumah depan Deni


" Waalaikumusalam, eh Pak dokter, silahkan masuk, mau ke Deni ya pak ? " ibu deni menghampiri


" Hmm.. iya bu "


" Tunggu sebentar pak, saya panggilkan, Deni sedang di kebun belakang "


" oh tidak usah bu, ga apa-apa kalau saya ke kebun belakang aja langsung ? " tanya Langit


" oh silahkan pak dokter, tapi mohon maaf, ya begini keadaannya ya pak, tidak seperti di kota mungkin pak "


" Sama saja bu " Langit tersenyum


Ibu Deni mengantarkan Langit bertemu dengan Deni, di kebun belakang Deni sedang membuat kursi dari kayu dan bambu, Langit menghampiri Deni.


.


" Den, sedang apa ? " tanya Langit


Deni yang sedang menggergaji bambu tersentak kaget, lalu menoleh ke arah sumber suara.


" Pak dokter, sudah kembali ke desa ? " Deni langsung bangun membetulkan posisinya


" Santai saja, kamu lanjutkan saja pekerjaan nya, saya ganggu ga nih " tanya Langit


" Engga, kok pak engga sama sekali, mohon maaf ya pak, saya nya sedang ini... " Deni tersenyum dipaksakan

__ADS_1


" oh engga apa-apa Den, kamu sedang buat apa ? "


" ini bangku pak, kalau orang sini bilang dipan, jadi ini bisa dipakai untuk duduk atau sekedar beristirahat jika bapak selesai dari kebun "


" oh iyaa den "


" bapak sampai dari kota kapan pak ? " tanya Deni


" tadi belom lama sih, saya merasa sepi jadi saya jalan-jalan aja sekitaran sini "


" iya pak dokter, mungkin besok pagi mulai praktek lagi ya ? " tanya Deni


" iya den, besok kamu pagi-pagi aja ke rumah seperti biasa "


" Siap pak "


Tidak lama ibu Deni membawakan Air minum dan cemilan untuk Langit.


" Pak dokter mohon maaf, hanya ada ini " ibu Deni menyodorkan segelas air teh hangat dan roti gambang


" Terimakasih banyak bu, tidak usah repot-repot, saya ga lama kok, tadi hanya jalan-jalan saja "


" Terimakasih bu "


" saya permisi ya "


" iya.. " Langit tersenyum


Langit dan Deni kembali ngobrol, Langit merasa senang ada teman ngobrol karena selama 2 bulan di desa ini jika tidak ada Deni ia hanya diam di rumah.


" Den sudah mau gelap, nanti keburu magrib, saya kembali ke kerumah dinas ya "


" oh ya pak dokter, besok pagi saya kesana "


" oke "


" pak mau saya antar ? " tanya Deni


" Tidak perlu Den, terimakasih, saya bisa sendiri kok "

__ADS_1


" baik pak kalau begitu "


" Saya permisi ya, salam ke ibu kamu terimakasih "


" baik pak "


Langit berlalu meninggalkan deni, Langit berjalan kesamping rumah Deni untuk kembali ke rumah dinasnya, ia berjalan menyusuri jalan desa, jalan desa sudah mulai sepi karena sebentar lagi langit akan gelap dan sudah memasuki waktu maghrib, Langit mendengar adzan magrib saat berjalan ia sudah dekat dengan mesjid, Langit berniat untuk shalat berjamaah di mesjid sekalian.


Selesai shalat maghrib berjamaah dengan warga Langit kembali melanjutkan jalannya untuk sampai rumah, jalan menuju rumah dinas langit memang lebih sepi dibandingkan jalan yang lain, saat Langit sedang fokus berjalan ia melihat ada seorang perempuan berlari seolah ketakutan.


" tolongg.... pak dokter tolong sayaa.. " wanita itu kepada Langit


" kenapa ? ada apa ? " tanya Langit


Belum sempat menjawab sudah ada 3 orang pria menghadang Langit dan Kinan, wanita itu adalah kinan.


" hey... jangan menghalangi kami, kamu orang baru disini, kamu tida tahu permasalahan nya apa kan ? " kata salah satu pria


" tunggu dulu, selesai kan lah baik-baik yang kalian hadapi ini perempuan kan ? " Langit dengan santai


" alaaahhh.. ga usah ikut campur kamu, sini kinan sini kamu, ngapain kamu di belakang laki-laki ini "


" engga, saya ga mau ikut "


" sini kamu !!!! " pria itu menarik-narik tangan kinan


" tunggu, tunggu, lepaskan, jangan berlaku kasar kepada wanita " Langit melepaskan tangan laki-laki itu yang terus mencoba menarik Kinan


" ohh. mau jadi jagoan kamu disini hahhh " Ketiga pria itu sudah pasang kuda-kuda mereka bersiap untuk berkelahi dengan Langit


Langit merasa ditantang, ia pun mengiyakan ajakan ketiga pria itu, satu pukulan mendarat di pipi Langit lalu langit membalasnya, tiga lawan satu sampai akhirnya...


Buuggggh.......


Buugghhhhhh.....


" Pak dokterrrrrrrrr !!!!!! " teriak Kinan


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2