
Semenjak kejadian itu, Senja semakin berhati-hati dalam bertindak, ia sudah tahu sekarang jika suaminya marah seperti apa.
" hmmm.. kenapa ya.. walaupun aku kemarin dikasarin sama Kak Langit, tapi aku malah makin sayang sama dia, orang yang jarang marah, malah aku ga pernah liat kak langit marah selama ini, tapi sekali nya marah serem juga " batin Senja
Ia duduk sambil membalas pesan dari orangtuanya, yang menanyakan kabar ia dengan suaminya dan juga menanyakan bagaimana pekerjaan nya.
" nak.. apa kabar kamu ? suamimu ? " pesan dari orangtua Senja
" Alhamdulillah baik bu, aku sama kak Langit baik "
" syukur lah, pekerjaan kamu ? "
" Lancar bu.. "
" iya.. Alhamdulillah kalau begitu ibu merasa tenang, nanti kalau libur, ke rumah ya.. kabari ibu, salam untuk suamimu "
" baik bu, Senja sampaikan ke Kak Langit "
Begitulah isi pesan mereka, ibunya merasa tenang setelah mereka berkirim pesan, bagaimana pun kekhawatiran seorang ibu kepada anaknya walaupun sudah berumahtangga tetap tidak pernah akan hilang.
Senja sudah berada di rumah, sedangkan Langit belum pulang, Langit mengirim pesan jika ia pulang akan sedikit telat karena harus menangani beberapa pasien lagi.
Senja berinisiatif memasak untuk makan malam mereka, ia keluar kamar lalu menuju dapur melihat isi kulkas ternyata masih ada beberapa sayuran dan lauk, ia mulai mengeluarkan beberapa bahan makanan, sesuai dengan stok bahan makanan yang ada, Senja akan membuat ayam goreng serundeng, tumisan sayur, tahu dan sambal.
Ia mulai memasak, semenjak menikah 3 tahun lalu ia sudah biasa memasak walaupun hanya memasak yang simpel untuk dirinya sendiri dan akan memasak agak banyak jika Langit pulang saat libur.
Hampir 70% masakan Senja siap, ia melihat jam menunjukan pukul 5 sore " Kak Langit belum pulang juga " batin Senja
Ia berniat untuk menghubungi Langit, memberitahu agar Langit tidak makan diluar. Senja mengambil ponselnya, lalu mengirim pesan kepada Langit.
" Kak.. aku masak untuk makan malam, kakak jangan makan diluar ya.. " Pesan terkirim
Lama pesan belum terbalas, Senja kembali ke dapur untuk melihat masakan ia, akhirnya semua masakan telah siap Senja menata makanan nya di meja makan, lalu menutupnya dengan tudung saji, ia kembali melihat ponsel belum ada balasan dari suaminya
__ADS_1
" apa kak Langit sibuk banget yaa.. " Batin Senja
Ia duduk di sofa ruang tengah sambil menyalakan tv menghilangkan kesunyian, terdengar suara notifikasi dari ponsel Senja, buru-buru ia membukanya, ternyata balasan dari Langit
" iya sayang, kakak ini baru selesai, kakak segera pulang, tunggu kakak.. love you "
Senja tak kuasa menahan hatinya yang berbunga setelah membaca balasan pesan dari Langit, ia menjadi senyum-senyum sendiri, ia melihat kembali pesan yang dikirim Langit " bales ga ya pesannya ? " senja bergumam " bales deh " ia kembali mengetikkan kalimat pada ponselnya
" hati-hati ya kak, love you too " pesan terkirim ke Langit
Senja melihat terus pesannya, sudah terkirim namun belum dibaca oleh Langit, ia beberapa kaki melihat pesannya, namun Langit belum juga membacanya " mungkin kak Langit dijalan sedang bawa motor " batin Senja
Tidak lama terdengar suara motor Langit di depan rumah, Senja langsung terhenyak berdiri dari duduk nya, ia melihat ke arah jendela motor langit sudah di garasi dan Langit sedang menutup pagar rumah, ia buru-buru menuju dapur untuk merapihkan piring dan gelas di meja makan, agar Langit melihat ia sedang sibuk, untuk menghilangkan kecanggungan Senja ke Langit.
Tokk.. Tookkk.. Tookkkk....
Ceklekk pintu rumah terbuka...
" Assalamu'alaikum "
Langit berjalan, sambil mengeluarkan ponselnya dari saku tadi ia merasa ada pesan masuk saat ia dijalan, setelah membuka ponselnya ia baru membaca pesan balasan dari istrinya ia tersenyum lalu menghampiri Senja.
" Kak.. s..udah.. pu..lang " Senja kepada Langit, ia masih merasa canggung jika harus bertatap langsung dengan Langit, semenjak kejadian kemarin, beberapa kejadian yang lalu itu membuat ia bersikap beda, padahal Langit masih seperti biasanya.
" iyaa.. " Langit tersenyum mendekati Senja ia menarik tangan Senja lalu mengecup kening Senja
" Kakak rindu .... "
" heeehhh... " Senja mendongak kan wajahnya ke Langit ia memperlihatkan wajah yang lucu menurut Langit
" kok bengong, kenapa ? "
" ee..ee..hh engga kak "
__ADS_1
" hmmm... dipesan aja kamu manis banget, kenapa sekarang ada orang nya kamu malah bengong " Langit tertawa
Senja pun tertawa dipaksakan, ia semakin malu
" kamu itu ya, kakak pernah bilang berkali-kali, mana Senja yang dulu, yang cerewet yang bawel yang manja yang suka ngambek " Langit mencubit hidung Senja
" Aaww....sakit Kak ! huh " ia memukul-mukul tangan Langit
" nah gitu dong, ini baru Senja " Langit terus menggoda istrinya
" Makan dulu kak " Senja mengalihkan pembicaraan
" oke.. " Langit membuka tudung saji
" hmmm.. wangi banget.. "
Senja menyerahkan piring berisi nasi ke Langit, ia pun mengisi piring nya dengan nasi, mereka makan bersama, ini untuk pertama kalinya Senja memasak setelah ia pindah ke rumah sewa mereka berdua.
" masakan kamu enak, aku fikir kamu ga bisa masak karena selalu dimasakin ibu "
" hemm.. enak aja, gini-gini juga aku bisa kak "
" kalo kakak tiap hari minta dimasakin, kamu keberatan ga ? "
" dengan senang hati, tapi... bantuin " Senja tertawa
" oke.. kakak siap bantu, bantu doa aja ya.. " Langit pun tertawa
" Ih kak Langit ... " Senja cemberut
" sini buka mulut " Langit menyuapi Senja makan
Mereka makan bersama, setelah makan terdengar suara adzan dari mesjid dekat rumah, setelah membereskan bekas makan, mereka melaksanakan shalat magrib berjamaah di rumah.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ