
Senja menjalani koas nya hampir sama dengan Langit sekitar 1,5 tahun sudah selesai, Senja menjalani masa koas nya dengan baik, sekarang Senja sudah menyandang gelar dokter sama seperti suaminya Langit, perjuangan mereka benar-benar perlu diacungi jempol.
Masa koas Langit mereka menjalani pernikahan masih gengsi dengan perasaan masing-masing sedangkan masa koas Senja hubungan mereka sudah mulai hangat, walaupun tetap berjauhan namun selama Senja dalam pendidikan koas Langit selalu menengok nya walaupun hanya sehari atau dua hari bertemu itu dirasa cukup saat ini untuk memenuhi rasa rindu mereka.
Untuk Langit sekarang ia sudah mendapatkan surat regristasi, ia sudah bekerja di salah satu rumah sakit di kotanya, bekerja sesuai pola dinas di rumah sakit, sekarang Langit sudah mendapatkan gaji full, ia mulai kembali menabung ia ingin membelikan rumah untuk Senja, namun saat ini Langit berencana untuk mengotrak dulu, karena sekarang Senja dan Langit bekerja di kota yang sama. Walaupun berbeda rumah sakit.
" kak Akhirnya aku selesai juga koas " Senja kepada Langit
" Alhamdulillah.. tinggal satu tahap lagi dan sekarang kita ga akan berjauhan lagi " Langit ke Senja
" hmm... " Senja mengangguk
" hmm.. kakak berniat kita mencari rumah yang dekat dengan tempat kerja kita, tapi kakak hanya mampu jika kita menyewa dulu rumah untuk saat ini, kamu engga apa-apa ? " tanya Langit
" kak.. aku istri kamu kemanapun kamu mengajak kemanapun kamu pergi sudah seharusnya aku ikut, kondisi apapun itu "
__ADS_1
" hemmm... makasih yaa istriku "
" Sama-sama suamiku " Senja tersenyum ke Langit
Sebetulnya Langit dan Senja anak dari keluarga yang cukup berada, namun mereka berdua lebih memilih untuk mandiri, mereka tidak ingin merepotkan kedua orangtuanya, karena segala sesuatu yang didapatkan dari hasil jerih payah sendiri akan terasa bedanya itulah prinsip Langit.
Kuliah pun Senja dan Langit mendapatkan beasiswa prestasi sehingga dari awal hingga akhir mereka berdua tidak mengeluarkan biaya sedikitpun untuk pembiayaan kuliah.
Hanya saja beberapa waktu yang lalu, karena mereka masih berjauhan dan sedang sama-sama menjalani pendidikan, orangtua Langit meminta agar mereka tinggal dulu di rumah orangtua Langit, agar Senja merasa aman saat ditinggalkan oleh Langit dalam kurun waktu yang cukup lama.
Senja dan Langit mengutarakan maksudnya kepada kedua orangtua mereka, kedua orangtua mereka menyerahkan semuanya kepada Senja dan Langit, mau bagaimana pun mereka sudah berumah tangga keputusan apapun yang mereka ambil itu untuk kebaikan mereka.
" ayah pun sama " Ayah Langit kepada mereka berdua
" ibu pun, bagaimana pun juga kamu sudah menjadi seorang istri Senja, kemana pun suami mu mengajakmu kamu sudah harus siap " Ibu senja kepada Senja
__ADS_1
Setelah pertemuan itu, Senja dan Langit mulai mencari rumah yang bisa disewa, mereka berdua berkeliling di sekitaran tempat tinggal nya yang tidak jauh dari rumah sakit tempat Senja dan Langit bekerja.
Akhirnya mereka menemukan satu rumah yang dirasa cukup dan pas untuk mereka berdua, lingkungan yang asri, dekat dengan tempat ibadah, dekat dengan swalayan dan yang lebih penting dekat dengan tempat mereka bekerja.
" kak.. rumah itu, coba aku hubungi ya pemilik rumah nya"
" yang mana ? "
" itu kak, yang cat putih "
" oh ya oke "
Senja langsung mengetik nomor telepon yang tertera di plang rumah yang disewakan itu, tidak lama sang pemilik rumah dapat dihubungi, Senja mengutarakan maksudnya, sang pemilik rumah bersedia untuk bertemu saat itu juga dengan Senja dan Langit.
Setelah bertemu dengan pemilik rumah, karena Senja sangat suka dengan rumah itu, maka mereka sudah menyepakati untuk menempati rumah itu. Setelah bertransaksi besok sudah dipastikan rumah akan dapat ditempati, hari ini pemilik rumah meminta waktu untuk membersihkan dulu rumahnya, sehingga Langit dan Senja besok sudah tida perlu membersihkan lagi bisa langsung mengisi rumah tersebut.
__ADS_1
πΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ