Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 76


__ADS_3

Hari kedua Senja di rumah sakit ia sudah dapat bangun dan berdiri sendiri, luka sisa operasi masih terasa nyeri namun tidak begitu, hari ini Senja dan Langit diberikan kabar jika sudah ada perkembangan yang baik untuk anaknya, sekarang anak mereka sudah di pindahkan ke ruang perawatan bayi biasa, Senja berniat untuk melihat anaknya ke ruang perawatan bayi.


" Kak.. aku mau liat bayi kita " Senja kepada Langit


" hmm..boleh, kamu sudah kuat jalan atau mau pakai kursi roda ? " tanya Langit


" Aku kuat jalan kok kak "


" oke.. mau Sekarang ? " tanya nya Lagi


" iya kak "


Senja yang dipapah oleh Langit keluar dari kamar rawat inap nya, suster yang melihat Senja keluar dari ruangannya lalu menghampiri


" Maaf, dokter Senja mau kemana ? " tanya perawat itu


" Saya mau melihat anak saya sus "


" oh begitu, pakai kursi roda ya " perawat itu menawarkan


" hmm.. tidak perlu sus, saya bisa jalan kok, suami saya kan menemani saya "

__ADS_1


Langit hanya tersenyum


" baik kalau begitu, silahkan dok.. "


" terimakasih ya sus "


" kembali kasih, permisi "


Langit dan Senja kembali berjalan menyusuri koridor rumah sakit, sampai pada arah panah dengan tulisan " Ruang Bayi " Senja sudah sangat tidak sabar ingin melihat bayinya.


Sesampainya di ruang bayi, perawat yang melihat Senja dan Langit datang menghampiri.


" pagi dokter Langit dan dokter Senja "


" mau melihat bayi dokter ya, tapi mohon maaf sebelumnya karena bayi berada di ruang steril jadi kami hanya bisa memperlihatkan bayi di balik kaca "


" gak apa-apa sus, saya sudah bisa lihat saja sudah sangat senang "


" baik, dokter senja bisa duduk di ruang tunggu sebelah sana,nanti perawat di dalam sana akan membawa bayi dokter ke balik kaca, oya dok, hari ini belum mengirimkan ASI ya, seperti nya stok mulai menipis karena Alhamdulillah bayi sudah mulai banyak menyusu nya walaupun masih harus menggunakan pipet "


" oh ya sus, setelah ini nanti saya pompa dulu "

__ADS_1


" baik dok, kalau begitu saya permisi "


Langit dan senja menuju ruang tunggu untuk melihat bayi mereka, tidak lama perawat membukakan gorden lalu dari balik kaca terlihat bayi mungil tertidur lelap di dalam box bayi, didalam papan box tertulis " bayi ny. Senja " Senja baru ingat ia dan Langit belum memberikan nama kepada anak mereka.


" Kak.. anak aku kak... " Senja terharu ia ingin langsung menggendong dan memeluk bayinya namun apa.boleh buat ia masih harus menunggu


" Bayi kita.. sayang.. " Langit kepada Senja


" Iya..bayi kita " Senja tersenyum ke arah Langit


" Kak..belum kasih nama ya "


" hmm..iyaa kakak ingin kamu pulih dulu,baru kita akan beri nama anak kita "


" aku sudah pulih kok kak "


" yaa.. nanti kita bicarakan ya.. " Langit merangkul Senja sambil memandangi anak mereka


Wajahnya sangat mirip dengan Langit, kedua orangtua Senja dan Langit mengiyakan jika cucu mereka memang mirip dengan ayahnya.


Kedua orangtua Langit baru melihat cucu nya melalui foto, karena mereka belum bisa pulang, namun rencananya orangtua Langit akan segera pulang dalam minggu-minggu ini, karena mereka pun tidak sabar untuk melihat cucu nya secara Langsung.

__ADS_1


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2