Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 36


__ADS_3

Orang tua Langit dan Senja sudah diberitahu jika Senja sedang mengandung, kedua keluarga menyambutnya dengan suka cita, akhirnya penantian kedua keluarga sekitar 3,5 tahun bisa terwujud, sebentar lagi Senja akan memberikannya cucu.


Semenjak tau bahwa dirinya hamil Senja semakin tidak mau makan, baru melihat makan di piring saja ia sudah mual,belum lagi setiap melihat Langit bawaan nya Senja ingin marah terus.


" kenapa ya setiap aku liat Kak Langit, aku pengen marah terus, kok aku sebel sih sama Kak Langit " batin Senja


Senja masih berbaring di kasur nya, Langit berjanji untuk mengajak nya periksa kehamilan hari ini, setelah ia selesai praktek di poli Langit segera pulang.


" Assalamu'alaikum " Langit mengucapkan salam seraya membuka pintu rumah


" Waalaikumusalam " terdengar suara dari dalam kamar


Langit masuk kedalam rumah, langsung menuju kamar, saat pintu dibuka Senja masih berbaring membelakangi pintu. Langit hanya tersenyum


" Sayang... "


Senja membalikkan badannya


" emhh Kak... "


" kamu kok belum siap, kita periksa ke Dokter Ramzie kan hari ini, tadi kakak sudah daftar juga, sebelum kakak pulang "


" mmh.. iya kak, aku siap-siap dulu "


" iyaa.. kakak juga mau ganti baju dulu "


Senja dan Langit bersiap-siap, Senja kembali merasa mual, ia buru-buru pergi ke kamar mandi


" uweekkk ... uweekkkkk "


Langit menghampiri Senja memijat-mijat tengkuknya


" kakak.. Jangan deket-deket aku... sana ahh "


Langit merasa heran, Senja kenapa aneh sikapnya


" Kamu kenapa ? kenapa ngusir kakak ? " tanya Langit


" kakak jangan deket-deket aku, aku mual kalo liat kakak "


" ya allah.. " Langit mengusap kasar wajahnya


" yaudah kakak ga akan deket-deket tapi ini minum dulu air hangat nya "


" simpen aja di meja "


" iyaa... " Langit duduk di kursi ruang tengah


" hmm..gini banget yaa ibu hamil, emang aku kenapa sih, aku bau, aku jelek gitu , sampe istri sendiri mual tiap liat muka aku " Langit terus saja bergumam dalam hati


Senja keluar kamar, ia duduk dulu kursi makan, ia meminum air yang dibawakan oleh Langit tadi.


" udah siap ? " tanya Langit


" udah.. ayo " Senja berjalan mengekori Langit


Setelah mengunci rumah dan pagar mereka berdua pergi menuju rumah sakit, sesampainya di rumah sakit, Langit dan Senja langsung menuju poli kandungan.

__ADS_1


" kamu duduk disini ya, kakak ke stasion perawat dulu " Langit ke Senja


Senja hanya mengangguk ia duduk di kursi tunggu poli, ia melihat sudah ada beberapa ibu hamil yang perut nya sudah membesar, menandakan usia kehamilannya sudah tua mereka sama-sama menunggu dengan Senja di kursi tunggu.


Senja membayangkan jika usia kehamilan nya sudah tua, perut nya akan membesar, ia menjadi senyam-senyum sendiri.


Di stasion perawat Langit berbarengan dengan salah satu suami dari pasien juga untuk menanyakan apakah praktek dokter Ramzie sudah dimulai atau belum.


" sus... "


" sus .. "


Langit dan pria itu berbarengan, membuat mereka berdua menjadi saling tatap dan sedikit tertawa.


" Silahkan duluan " Langit kepada pria itu


" Silahkan saja ... " kata pria itu


Langit dan pria itu masih sama-sama mengingat- ngingat sepertinya mereka berdua pernah bertemu.


" ada yang bisa saya bantu bapak-bapak ? " tanya perawat membuyarkan lamunan mereka berdua


" oh ya.. ehh itu sus, dokter ramzie sudah mulai belum ? "


" belum pak, sebentar lagi, mohon tunggu karena dokter Ramzie baru selesai menangani operasi Caesar "


" oh begitu, terimakasih " pria itu kembali melihat ke arah Langit


" hmm.. sebentar... seperti nya saya pernah ketemu "


" oh iyaa pak, saya pun juga sedang mengingat-ingat, saya Langit.. apa benar bapak, pak Aksa ? "


" Alhamdulillah kabar baik pak "


Pria tadi adalah Aksa, mereka sempat bertemu saat ada seminar kesehatan yang dilaksanakan di hotel Milik Aksa, ia seorang Presiden Direktur mempunyai perusahaan besar, beberapa hotel dan mall, bahkan sekarang sedang membangun beberapa perumahan bersubsidi dengan cicilan rendah agar masyarakat menengah kebawah dapat memiliki rumah yang layak huni.


" dokter Langit, saya pikir sedang praktek " Aksa bergurau


" tidak pak, saya sedang mengantarkan istri saya untuk periksa kehamilan "


" oh ya Alhamdulillah "


" iya pak Alhamdulillah, bapak sendiri disini ? "


" sama saya juga mengantarkan istri saya untuk kontrol kehamilan anak kedua kami "


" Alhamdulillah pak "


" oya, sebetulnya saya ingin sekali banyak ngobrol dengan dokter Langit, saya berencana untuk membuka klinik perusahaan, saya harap dokter Langit bisa bergabung bersama kami "


" wahh.. selamat pak, terimakasih banyak atas tawarannya "


" oya ini kartu nama saya, nanti tolong kirim kan nomor ponsel dokter Langit ke saya ya " Aksa kepada Langit


" Siap pak.. "


" kalau sekarang praktek dimana ? " tanya Aksa

__ADS_1


" saya praktek di rumah sakit ini Pak, di poli umum, hanya saja tadi setelah selesai saya pulang dulu untuk menjemput istri saya "


" oh seperti itu... yaa " Aksa manggut-manggut


Tidak lama ada seorang perempuan menghampiri mereka berdua


" pah.. udah di panggil " wanita itu menepuk pundak Aksa


" Sepertinya ini istri pak Aksa " Batin Langit


" oh yaa.. keasyikan ngobrol sampai tidak terdengar, mah kenalkan ini dokter Langit, rekan papa "


" Arunika.. " Arunika mengulurkan tangan sambil tersenyum


" Langit bu "


" saya duluan yaa.. sudah dipanggil, jangan lupa nomor ponsel "


" Siap pak.. saya kirim "


Aksa berlalu meninggalkan Langit, Langit kembali ke kursi tunggu, ia melihat istrinya duduk menunggu sambil melihat ke arah Langit.


" kenapa ? kok cemberut ? "


" kakak ngobrol sama siapa sih ? asik banget " Senja cemberut


" hmm.. itu dia pemilik hotel yang waktu itu kakak sempat ada acara seminar kesehatan dan menjadi narasumber nya yang acaranya diadakan di hotel beliau "


" ohh... " Senja tidak banyak bicara


" katanya dia sedang membangun klinik untuk perusahaan nya, ia menawarkan kakak untuk bergabung jika klinik nya sudah jadi "


" hemmm... gitu yaa... kakak mau terima tawaran nya ? " tanya Senja


" belum tahu, kakak sih tergantung kamu, kalau kamu ngijinin ya mungkin kakak gabung, kalo kamu masih harus kakak di rumah sakit ini, ya kakak tetep akan disini " Langit tersenyum


" tapi kaya nya dia baik kak "


" memang baik, kata karyawannya nya sih begitu, saat kakak di hotelnya aja kakak dijamu kelas VVIP lebih malah kalo menurut kakak sih "


" hmmm... gituu yaa.. "


" iyaa ... "


" kamu masih mual ? " tanya Langit


" heem... " Senja mengangguk


" tapi ga kaya tadi sih kak.. "


" iyaa sabar yaa.. demi anak kita "


" iya kak... "


Langit menggenggam tangan Senja, Senja pun merasakan ketulusan Langit, namun mungkin karena bawaan bayi ia jadi kadang marah-marah ke Langit tanpa sebab yang jelas, Langit memklumi ia tidak pernah ambil pusing dan tidak pernah dimasukkan kedalam hati.


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2