Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 72


__ADS_3

" Selamatkan Ibu nya dok... " terdengar suara dari balik ruang operasi, Langit sudah sampai ia segera menuju ruang operasi karena tadi ia sempat dikabari oleh ibu mertuanya jika Senja sudah dipindahkan ke ruang operasi.


" Langit.. " Ayah mertuanya menghampiri Langsung memeluk Langit disusul oleh Ibu mertuanya


" Kamu sudah sampai nak, kamu mendengar penjelasan dokter ? " tanya Ibu Senja terisak tak kuat menahan tangis


" iya bu, Langit mendengar "


" Tolong selamatkan istri saya dok " Langit kepada Dokter Ayesha


" baik pak, kami akan berusaha semampu kami, mohon bantu doa "


" Iyaa pasti dok, terimakasih "


" Oya.. Dok boleh saya masuk ? saya ingin bertemu dulu dengan istri saya " Langit Kepada dokter Ayesha


" silahkan dokter Langit, ganti pakaian dulu di ruang steril ya "


" iya dok , yah, bu, Langit kedalam dulu ya "


" iya nak "


Langit bergegas masuk ke ruang operasi tidak lupa ia menuju ruang ganti pakaian terlebih dahulu, lalu ia menemui Senja, ia melihat Senja sudah dipasang selang oksigen, beberapa peralatan sudah dipasang, Senja terlentang terlihat raut wajah Senja yang lelah, Langit sangat tergores hatinya disaat istrinya membutuhkan ia disampingnya, ia berjuang sendiri hanya ditemani oleh kedua orangtuanya.

__ADS_1


Memori Langit berputar mundur, dimana ia pernah berucap akan selalu ada untuk Senja, akan selalu menjaga Senja, itu lah kata-kata yang ia ucapkan kepada Senja begitupun kepada Ayah mertuanya.


Langit menghampiri Senja


" Sayang... "


Senja hanya melirikkan matanya, air mata terus menetes dari manik indah Senja, Langit mengusap lembut tetesan air mata yang membasahi wajah Senja


" Maaf kakak baru ada sekarang " Langit pun menahan tangisnya ia tak tega melihat Senja, jika terjadi apa-apa pada Senja dan anaknya ia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.


Senja hanya mengangguk


" sus, tolong ambil tanda tangan dokter Langit, kita akan lakukan operasi sekarang juga "


Perawat menghampiri Langit, ia langsung meminta tanda tangan persetujuan untuk dilakukannya tindakan operasi pada Senja.


" Dokter Langit, kami akan memulai operasinya, kami akan bawa dokter Senja kedalam "


" Ya silahkan.. "


" Oya, dokter Ayesha berpesan, jika dokter Langit ingin menemani dokter Senja di dalam silahkan "


" Ya terimakasih sus "

__ADS_1


Langit langsung menggenggam tangan Senja, berjalan menuju ruang tindakan operasi, operasi di mulai hawa dingin ruang operasi menusuk kedalam kulit, setelah Senja disuntikan anastesi walaupun ia masih sadar namun tetap keadaan nya sangat Lemah.


Langit terus membimbing Senja untuk selalu berdoa, Langit tidak sedikitpun melepaskan genggaman tangannya.


Terdengar suara waspada dari alat yang dipasang di tubuh Senja, sesekali dokter melihat ke layar monitor, keadaan Senja stabil kembali


Langit terus memanjatkan doa, semoga proses Operasi nya lancar bayinya sehat ibunya selamat.


...****************...


Kedua orangtua Senja masih menunggu di depan ruang operasi dengan gusar, mereka pun tidak henti memanjatkan doa semoga anak dan cucu nya lahir sehat dan selamat.


Sekitar 45 menit Langit keluar dari dalam ruang operasi, terlihat Langit menangis memeluk kedua mertuanya, kedua mertuanya heran, apa yang terjadi, apakah benar apa yang diucapkan dokter Ayesha tadi.


" Langit.. kenapa nak, bagaimana senja, bagaimana bayi kalian ? " tanya ibu


" Langit.. jelaskan kepada kami " Ayah tak kalah terus bertanya kepada Langit


Langit masih dengan posisi nya.. memeluk kedua orang tua nya.


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2