Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 71


__ADS_3

Dilain tempat Langit sedang bebenah memasukkan beberapa pakaian kedalam tas nya, beberapa keperluannya juga, berkas yang akan ia kirim ke Dinas, setelah mendapatkan telepon dari ibu mertuanya bahwa Senja akan melahirkan, ia sedikit menyesal karena tadi ia sempat keluar Rumah berniat untuk berbicara kepada Pak Kades, untuk pamit dan berterima kasih karena sekitar 2 minggu lagi ia akan kembali berdinas di kota.


Ia menyesal karena tidak membawa ponselnya, karena ia berfikir tidak akan lama, ponselnya ia simpan dinakas kamar nya.


Setelah berpamitan kepada Pak Mail dan menitipkan rumah dinasnya, Langit langsung melajukan motornya meninggalkan Desa ia berharap sudah sampai perbatasan Desa sebelum matahari terbenam.


Dalam perjalanan pikiran Langit tidak karuan, bagaimana keadaan Senja, seharusnya ada dia disampingnya disaat yang seperti ini, saat-saat ia akan melahirkan anak mereka, Langit terus berdoa untuk kelancaran persalinan Senja.


Langit sudah sampai perbatasan Desa tepat Adzan maghrib, ia berhenti dulu di mesjid terdekat untuk beristirahat dan melaksanakan shalat Magrib, dalam shalat nya ia memohon kepada yang maha kuasa agar istrinya diberikan kemudahan dalam persalinan, setelah selesai shalat Langit kembali menghubungi ibu mertuanya untuk mengetahui kabar Senja, Senja masih dalam observasi.


Langit kembali melanjutkan perjalanan nya sekitar 2 jam lagi untuk sampai kota dengan kecepatan normal, namun sepertinya Langit ingin segera sampai rumah sakit, ia melajukan kuda besinya dengan kecepatan diatas rata-rata, semoga Langit sampai tujuan.


...****************...


Di lorong rumah sakit Ayah Senja masih mondar mandir menunggu sang menantu tiba, karena hasil observasi belum ada kemajuan, dokter memutuskan untuk dilakukan operasi sesar, Senja sudah menyetujui nya, namun pihak rumah sakit masih membutuhkan persetujuan dari Langit sebagai suami Senja.


Senja terlihat sudah mulai kelelahan, ia menahan mulas yang terus menerus membuatnya tidak nyaman untuk sekedar minum saja Senja sudah tidak sanggup.


" Sayang.. tarikk nafas.. hembuss yaa.. " Ibu selalu berada disisi Senja

__ADS_1


" Bu.. aku udah ga kuat bu "


" Sayang kamu ga boleh berkata seperti itu, kamu pasti kuat "


" Kak Langit kemana bu, kenapa dia belum kesini juga "


" suamimu sedang dalam perjalanan sayang.. "


" bu.. aku baru merasakan sakit seperti ini bu, aku udah ga kuat.. " terlihat keringat mengucur di seluruh wajah Senja, Ibu sesekali mengelap keringat yang terus menetes.


" suutt... jangan seperti itu banyak nyebut nak nyebut.. "


" Bu.. dan dokter Senja, seperti nya kita tidak bisa menunggu lama lagi, bayi di dalam kandungan dokter Senja harus segera dilahirkan, tapi kami masih harus meminta persetujuan suaminya , apakah dokter Langit sudah bisa dihubungi dan kira-kira sudah sampai mana ? "


" masih dalam perjalanan dok " ibu kepada dokter Ayesha


" hmmm baik bu, kita persiapkan dulu saja, dokter Senja akan kami bawa ke ruang operasi jadi disaat suami dokter Senja sudah datang bisa langsung dilakukan tindakan "


" oya silahkan dok "

__ADS_1


Senja dibawa ke ruang operasi, disana sudah ada beberapa dokter yang menunggu, Senja di observasi oleh beberapa dokter disana.


Kedua orangtua Senja menunggu di depan ruang operasi, mereka berharap Langit segera datang, tidak lama dokter Ayesha keluar ruang operasi menanyakan keberadaan Langit.


" Pak Bu, apakah sudah ada kabar posisi dokter Langit sudah sampai mana ? "


" terakhir sekitar 30 menit lagi sampai, mungkin sebentar lagi dok "


" hmm.. ya bu.. begini hasil observasi kami secara menyeluruh di ruang operasi ternyata memang ada komplikasi di kehamilan dokter Senja, dengan berat hati kami harus sampaikan, tindakan operasi ini kemungkinan keselamatan nya 50 : 50 , baik itu janin ataupun ibunya, kami tidak mengharapkan ini sebetulnya, hanya untuk antisipasi kami, karena pilihan nya hanya satu, selamatkan ibu.. atau selamatkan janin.. "


Duaaarrrrr....


Setelah mendapatkan penjelasan dari dokter Ayesha, bagaikan disambar petir hati Ibu dan Ayah Senja mendengar ucapan dokter, bagaimana pun mereka menginginkan dua dua nya selamat...


Dan mereka berdua masih terdiam entah harus berkata apa..


🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2