
Dalam perjalanan pulang Senja melamun menyandarkan tubuhnya ke kursi menatap jalanan yang penuh dengan lalu lalang kendaraan, ia masih tetap memikirkan suaminya yang mulai bertugas di desa.
" Senja.... " Ibu memanggil Senja karena ibu duduk persis disamping anaknya namun tidak ada sahutan dari Senja.
" Senja.. nak.. " ibu memanggil lagi sambil menepuk pundaknya
" eh iyaa bu " Senja menoleh,membetulkan posisi duduknya
" kamu melamun ? " tanya ibu
" emmhh.. engga bu hanya sedang melihat kendaraan yang berlalu-lalang " Senja beralasan
" sayang.. ibu mengerti perasaan kamu, ibu juga dulu ada di posisi kamu, jauh dari ayah kamu, hanya mungkin beda nya, pada saat itu ibu belum mengandung kamu "
" hmm.. iya bu, ibu khawatir ga sama ayah dulu ? " tanya Senja
" ya khawatir, wajar saja kalau kamu pun khawatir ke suami sendiri kan ? " ibu tersenyum
" hmm.. iyaa bu "
" tenang saja Senja, ayah yakin Langit akan baik-baik saja disana " Ayah menimpali
" iya yah.. "
Senja kembali menatap jalanan, sekitar 2 jam lagi jika tidak macet Senja akan sampai di rumah orangtuanya, ia akan kembali ke masa saat berjauhan dengan Langit, saat Langit sedang menyelesaikan koas nya.
...----------------...
Langit telah sampai di rumah dinasnya, para warga telah banyak yang menyambutnya, karena sebelum Langit datang, kepala desa sudah diberitahu oleh pemerintah terkait akan ada dokter yang praktek di desa tersebut, lalu kepala desa memberitahu kan kepada seluruh warganya, bahwa di desa mereka akan ada dokter yang berdinas disana,sehingga para warga yang membutuhkan penanganan medis akan dapat langsung tertangani.
Karena selama ini contohnya jika ada yang terkena gigitan ular, atau gigitan binatang buas, atau kecelakaan kerja lainnya, mereka akan mengandalkan hanya ramuan saja, karena pemikiran masyarakat desa jika kita berobat ke dokter akan mengeluarkan uang yang banyak karena biaya yang tidak sedikit.
Banyak warga yang menyambut kedatangan Langit, dari yang muda tua, perempuan laki-laki, anak-anak hingga orang dewasa, menyambut kedatangan Langit.
" Alhamdulillah.. sudah sampai pak.. ini rumahnya, mohon maaf hanya ada ini rumah yang dapat pak dokter tinggali dan sebelahnya bisa bapak gunakan sebagai tempat praktik nantinya " kades menjelaskan
" Oh yaa pak terimakasih banyak sebelumnya "
Para warga yang membawa koper langit seger menurunkan nya dari atas motor, lalu membawanya ke depan pintu rumah dinas Langit.
" Oya, pak dokter maaf ini kunci rumahnya " Kades menyerahkan kunci rumah kepada Langit
" Oh ya,saya terima ya pak kades " Langit menerima kunci itu
" silahkan "
__ADS_1
Langit berjalan membuka pintu rumah, ia melihat rumah sudah rapih dan bersih, sudah ada kursi, meja lalu ia berjalan ke kamar sudah ada kasur dan lemari pakaian, semua sudah bersih dan rapih.
" Pak dokter, sebelumnya rumah dinas sudah dibersihkan, jadi pak dokter sudah tinggal menempati, jika bapak ingin beristirahat "
" iyaa pak, terimakasih banyak "
" kalau begitu kami permisi pak, jika bapak membutuhkan apa-apa bisa hubungi saya, ini no telepon saya " kades menyerahkan kertas berisi no teleponya
" baik pak kades, terimakasih, oya sinyal disini bagus pak ? " tanya Langit
" kadang-kadang pak dokter, kalau seandainya sinyal internet sedang tidak baik, sinyal telepon biasa masih bisa kok "
" oh begitu, baik pak "
" saya permisi ya pak dokter, silahkan beristirahat, nanti istri saya akan datang kesini untuk memberikan makan malam untuk pak dokter "
" wah pak kades, terimakasih banyak sekali lagi, tidak perlu repot-repot "
" tidak apa-apa pak dokter itung-itung, makan selamat datang di desa kami, terimakasih kami juga pak dokter sudah mau berdinas di desa kami "
" sudah tugas saya pak "
" mari pak dokter "
Langit mengantarkan kades dan warga Lain sampai teras rumah, ia melihat sekeliling masih ada beberapa warga yang penasaran ingin melihat wajahnya, Langit menyapanya hanya dengan senyuman, bagaimana pun mereka adalah warganya yang akan diberikan pelayanan kesehatan nantinya.
Langit kembali masuk kedalam rumah, tidak lupa pintu ditutup lalu dikuncinya, ia masuk ke kamar berniat untuk membereskan perlengkapan nya yang ada di dalam koper, namun ia melihat kasur yang sudah rapih, ia menjadi ingin merebahkan tubuhnya terlebih dahulu untuk meluruskan pinggangnya.
" hmm.. untuk awal sih nyaman " gumam Langit
Saat Langit akan masuk ke alam mimpinya terdengar suara pintu diketuk, ia terperanjat bangun lalu berdiri berjalan menuju pintu.
Tokk.. tokk..tokkk...
" Assalamu'alaikum pak dokter.. permisi... "
" iya sebentar .. "
ceklek pintu rumah di buka
Saat pintu dibuka terlihat dua orang wanita yang tengah berdiri membawa rantang makanan
" oh mungkin ini istri pak kades " batin Langit
" Pak dokter maaf mengganggu istirahat nya, saya membawakan makanan untuk pak dokter, saya istri pak kades "
__ADS_1
" oh ya terimakasih bu " Langit menerima rantang itu
" hmm.. pak dokter kenalkan ini, kania "
" oh yaa.. " Langit hanya tersenyum
" kania ini bukan anak saya tapi sudah saya anggap seperti anak sendiri, dia suka bantu-bantu dan menemani saya di rumah, karena anak saya sedang bekerja dikota "
" oh iya bu... " Langit kembali tersenyum
mmhhh apaan sih ni bu kades, orang ga nanya juga maen merepet aja ngomongnya
" kalau begitu saya permisi ya pak dokter, mari "
" iya silahkan bu " Bu kades meninggalkan Langit namun Kania masih berdiri di tempatnya
" ada yang bisa saya bantu ? " langit heran kepada kania
Disaat yang berbarengan bu kades yang sadar kania tidak mengikutinya berjalan, memanggilnya.
" Kania.. hayuu.. ngapain kamu teh masih di situ ? "
" ii..iiyaabu.. " kania kepada bu kades
" ohh e..engga kok, permisi pak dokter " Kania berjalan menyusul Bu kades
Langit merasa aneh dengan sikap Kania.
" hmm.. kenapa tuh cewe aneh banget ... " batin Langit
Ia kembali masuk ke dalam rumah, langsung duduk di kursi tamu,menyimpan rantang makanan di meja, lalu ia duduk dan membuka rantang itu..
" hmm... masih hangat sepertinya bu kades baru masak " batin Langit
Ia menjadi teringat kepada istrinya, ia berniat untuk menghubungi istrinya, namun ia melihat tanda jaringan di ponselnya seperti nya sedang gangguan, ia hanya mengirim pesan, lalu memfoto rumah dan makanan yang diberikan kepadanya oleh bu kades.
" *Sayang.. kakak sudah sampai rumah dinas, tadi nya kakak akan vidcall kamu, tapi disini signal nya sedang tidak bagus, jadi kakak kirim pesan aja ya, disaat signal sudah bagus pesan ini pasti terkirim, ini rumah dinas dan ini kaka dikirim makanan oleh bu kades.. kamu jangan lupa makan ya.. jaga kesehatan kamu dan anak kita.. sehat-sehat ya.. love you β€οΈ "
*foto rumah *
*foto makanan* *
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ
__ADS_1