
Sudah beberapa hari Senja dan Langit menepati rumah sewa mereka, mereka menjalani aktifitas sehari-hari nya seperti biasa, Langit bekerja ke rumah sakit Senja pun sama.
Mereka mulai menikmati peran mereka masing-masing, sebagai seorang istri dan juga sebagai seorang suami.
" kaakk... sarapan di rumah ga ? " Senja bertanya ke Langit karena biasanya Langit jika tidak sarapan di rumah ia akan sarapan di kantin rumah sakit, mereka berkomitmen untuk untuk tidak memberatkan satu sama lain, senja sambil siap-siap untuk berangkat kerja
" hmm.. kamu bikin sarapan ? " tanya Langit
" iya, masih ada waktu kok, roti sama susu aja ya kak "
" iya apa aja " Langit pun mendekati Senja duduk di meja makan
Langit baru ingat, kemarin ia mendapat kan gaji, ia langsung mentransfer kan gajinya ke rekening istrinya.
" oiaa Senja, kakak udah transfer gaji kakak ke rekening kamu ya "
" transfer kak ? " tanya Senja
" coba kamu cek "
Senja mengambil ponselnya, ada satu notifikasi dan benar Langit sudah mentransfer kan gajinya.
" kak.. terimakasih kasih banyak ya.. "
Langit tersenyum " tidak perlu berterima kasih itu hak kamu, maaf ya kakak belum bisa ngasih banyak ke kamu "
" kakak.. ga boleh ngomong gitu aku bersyukur banget kok, ini rotinya ini susu nya " Senja menyodorkan sarapannya ke Langit
" Makasih yaa.. "
" hemm.. "
" nanti kalo kamu udah pulang, kabari ya nanti kakak jemput "
" iya kak "
Senja dan Langit menghabiskan sarapan mereka, setelah selesai mereka berdua berangkat ke tempat kerja masing-masing, Langit mengantarkan Senja terlebih dahulu lalu ia pergi ke rumah sakit tempat ia bekerja.
Mereka sibuk dengan pasien-pasien nya jam sudah menunjukkan waktu Senja pulang, pasien sudah ia tangani semua, dokter yang mengganti Senja berdinas sudah tiba.
" sudah datang dok ? " tanya Senja
" iya, tadi mendung, makanya saya buru-buru takutnya keburu hujan "
" oh diluar mendung ya.. "
" iya.. pasien aman dok ? " tanya dokter Finka teman Senja
" Alhamdulillah, tinggal beberapa masih harus observasi "
" oke deh kalo gitu "
" oke aku pulang ya.. "
" iya hati-hati awas kehujanan "
" ok makasih "
Senja berlalu meninggalkan ruang jaga dokter, ia melewati beberapa perawat yang sedang berkumpul
" Permisi, saya duluan ya "
__ADS_1
" oh iya dok hati-hati "
Senja berlalu keluar ruangan, ia berjalan di koridor rumah sakit cuaca memang mendung dan tampak gelap, beberapa kali petir dan kilat menyambar.
" sepertinya memang benar akan hujan " Senja langsung menghubungi Langit
Tidak lama Langit mengangkat telepon Senja
" Halo... "
" Kak, aku udah pulang, tapi kayanya akan hujan "
" oke aku masih ada 2 pasien lagi, tunggu ya, kamu tunggu dulu sampai saya jem..... "
tutttttt tuutttt tuuttttt
" Lah kok mati " gumam Senja sambil mencek ponselnya
" Habis batre ternyata, mana ga bawa charger lagi, kenapa semalem lupa nge cas sih... huuhhh gimana aku menghubungi kak Langit lagi " gumam Senja
Senja duduk di kursi koridor rumah sakit, ia mengacak-acak isi tasnya siapa tau ada charger atau power bank yang terselesip di tas namun hasilnya nihil.
Hujan pun turun dengan derasnya
" aduhh.. gimana aku hubungi kak Langit, disini hujan kasian dia kalau harus jemput kesini hujan-hujanan pake motor " batin Senja
Ia pun bingung mau kembali ke ruang jaga untuk meminjam charger kepada teman-teman nya yang lain ia harus jalan lagi jauh, akhirnya ia pasrah duduk di dekat Halte rumah sakit.
Hampir setengah jam ia menunggu dengan hati dan perasaan yang tidak menentu, sambil berdoa semoga hujan lekas berhenti.
Hujan semakin deras, petir menyambar dengan kerasnya, membuat Senja beberapa kali dibuat kaget tidak lama ada seseorang yang menghampiri Senja.
Senja menoleh
" Arkan .. kamu kok disini ? " Senja sedikit takut
" hmm.. aku habis bertemu dengan konsulen disini "
" oh... "
" lagi nunggu siapa ? oh ya pasti menunggu suami kamu ya "
Senja hanya terdiam ia tidak menggubris apa yang diucapkan Arkan.
" Hujan deras begini, lama berhentinya, lebih baik pulang denganku, aku antar kamu pulang, aku yakin suami kamu pasti masih lama sampai sini " Arkan kepada Senja
" engga, makasih aku tunggu disini aja "
" kamu ga perlu takut aku ga bakalan apa-apain kamu kok, angin nya besar disini "
" engga apa-apa aku disini aja, terimakasih untuk ajakannya "
Arkan tidak patah semangat ia terus merayu Senja, Arkan melihat senja yang mulai kedinginan.
" Ayo sudah aku antar pulang, mana suamimu belum jemput juga kan ? "
" hemm.. yaudah ayo " akhirnya Senja menerima tawaran Arkan, ia sudah tidak kuat karena dinginnya udara dan petir serta kilat yang menyambar
" nah gitu dong, tunggu aku bawa mobil dulu kamu tunggu disini "
Senja hanya mengangguk
__ADS_1
Tidak lama Arkan datang kembali mengendarai mobilnya berhenti tepat di depan halte, ia membuka kaca dan mengajak Senja masuk.
" Ayo masuk "
Senja membuka pintu mobil akhirnya Arkan mengantarkan Senja untuk pulang, didalam perjalanan perasaan Senja kembali tidak tenang kenapa bisa-bisanya ia menerima tawaran Arkan, bagaimana dengan suaminya jika ia menjemput ke rumah sakit tapi ia sudah tidak ada disana. Lamunan Senja dibuyarkan oleh suara Arkan.
" Senja.. "
" hemm " Senja menoleh kepada Arkan
" hemm.. jujur aku sebetulnya belum bisa melupakan kamu, maafkan sikap aku yang dulu "
" a..aku udah maafin kok "
" hmm.. satu hal lagi... apa kita bisa kembali seperti dulu "
Senja terhenyak kaget
" Gilaaa ya kamu !!! aku udah menikah, aku udah punya suami gilaa kamu bilang gitu ke aku ! " Senja mulai emosi
"aku tahu, kamu menikah karena orangtua kalian kan, awalnya kalian ga saling cinta kan, aku tau itu "
" itu, dulu tapi sekarang engga ! "
" pliss Senja, aku yakin suami kamu juga ngerti kok, kamu sebetulnya hanya cinta ke aku kan "
" dimana sih otak kamu, pokonya kamu jangan kurang ajar sama aku ! " Senja semakin emosional
" aku mau turun di depan, stop mobilnya ! "
" mau apa turun, ini masih hujan, aku antar kamu pulang sampai rumah kamu "
" stop ga berhenti ! "
" oke aku minta maaf, aku antar kamu pulang ! " Arkan tidak mau ambil resiko ia juga khawatir jika terjadi apa-apa pada Senja nanti ia yang kena.
Senja kembali tenang, ia terus saja bersiap jika Arkan berbuat nekat kepadanya, Senja memberitahu jalan arah rumahnya
" Stop di depan "
" disini ? " Arkan heran
" iya.. "
" ini rumah kamu ? kok bisa kamu tinggal di rumah yang kecil gitu " Arkan meledek
" hmm.. terimakasih ya sudah mengantar sampai rumah, tolong untuk tidak mengganggu aku lagi ! " Senja membuka pintu mobil
" tunggu... "
Senja tidak menggubrisnya, ia langsung turun dari mobil Arkan, saat melihat ke arah rumah, pagar rumah sudah terbuka ia melihat motor Langit sudah terparkir, ia terhenyak kaget saat melihat Langit sedang membuka mantel hujan nya di teras rumah, saking derasnya hujan, baju Langit pun basah semua, walaupun sudah menggunakan mantel, ia Langsung menghampiri Suaminya.
" Kak Langit... "
" Masuk kamu !!! " Senja kaget baru kali ini ia mendengar nada bicara Langit yang seperti itu
" Ya allah.. apa kak langit marah, maafin aku " Batin Senja
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ
__ADS_1