Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 69


__ADS_3

Langit sedang mempersiapkan berkas-berkas pengunduran dirinya sebagai dokter Desa, ia akan menyelesaikan tugasnya hingga akhir bulan ini ada sekitar 2 minggu lagi Langit berdinas Di desa.


Selesai pasien-pasien hari ini, Langit kembali berkutat dengan berkas-berkas nya ia sangat bersemangat karena setelah ini ia akan dekat dengan istrinya kemungkinan ia pun akan menerima tawaran Pak Aksa untuk bekerja di kliniknya.


" Pak sedang sibuk ? " tanya Deni yang melihat Langit sedang berkutat dengan beberapa lembaran kertas


" hmm.. ini Den saya sedang mempersiapkan berkas untuk memperpendek masa dinas saya disini ? "


" hahh.. maksud nya gimana pak dokter ? bapak sudah tidak akan dinas lagi disini ? " tanya Deni lagi


" iya den, tapi tenang saja nanti ada yang menggantikan saya kok, dokter muda dan sangat baik "


" hemm.. pak .. nanti saya gimana ? mungkin kalau bukan pak dokter yang berdinas disini saya tidak akan bekerja disini lagi "


" kenapa begitu ? nanti saya berbicara dengan dokter yang baru, kamu masih bisa kok bekerja dan membantu dokter yang baru nanti "


" terimakasih pak dokter " Deni Lesu


" kenapa kamu ? "


" saya sedih dok,menjadi tidak bersemangat jika tahu dokter akan kembali ke kota "


" hemmm.. masih 2 minggu lagi kok saya disini " Langit tersenyum


" hmm.. ini berita buruk sih pak untuk desa ini "


" hahahhaa.. kamu ada-ada aja,sama saja Den siapapun dokter nya sama saja,tugasnya membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis jadi tidak perlu jauh-jauh ke perbatasan untuk pertolongan pertamanya "


" iya sih dok, tapi sepertinya tugas saya menjadi berkurang "


" maksud nya tugas yang mana ? "

__ADS_1


" eh.. engga dok " Deni tersenyum dipaksakan dia tidak sadar berbicara seperti itu


" hmm.. tugas apa ? " tanya Langit penasaran


" itu.. tugas menghalau gadis-gadis desa yang menggemari pak dokter "


" hahahaha bisa aja ya kamu.. tapi terimakasih loh selama ini kamu sudah setia membantu saya dan menjaga saya dari gadis-gadis desa " Langit tertawa


" Sama-sama pak dokter "


Tidak lama ponsel Langit berdering, ia melihat id penelepon tidak ada namanya, hanya nomor teleponnya saja


" siapa ya ? " batin Langit


Langit menggeser tanda hijau di ponselnya


" halo.. "


" oke baik terimakasih pak informasi nya "


Langit menutup kembali telepon nya.


" hmm.. Alhamdulillah akhirnya berkas dokter Arif sudah masuk ke Dinas, tinggal berkas pencabutan ku yang belum diserahkan " batin Langit


Ia akan memaksimalkan pekerjaan nya selama di desa yang hanya tersisa 2 minggu lagi dan setelah ini ia akan kembali menghubungi Aksa untuk memastikan ia siap bekerja di klinik nya nanti.


Langit teringat ia akan menelepon Senja dan kedua orangtuanya, jika pengajuannya untuk memperpendek masa dinas di desa diterima oleh dinas kesehatan dan sebentar lagi ia akan kembali ke kota hidup bersama istrinya tidak berjauhan lagi seperti sekarang.


Langit menelepon ayah nya tidak diangkat lalu ia menelepon ibunya.


" halo Langit, bagaimana kabar kamu nak ? "

__ADS_1


" halo bu assalamu'alaikum, Alhamdulillah kabar baik bu "


" waalaikumusalam.. Alhamdulillah, oya ada kabar baik apa nih ? " tanya bu reva


" bu, pengajuan langit untuk memperpendek dinas di desa diterima bu "hi


" Alhamdulillah syukurlah ibu ikut senang, ibu jadi tidak terlalu khawatir terhadap istrimu, sekarang kamu bisa setiap saat memantau nya, oya kabar istrimu baik kan ? sudah lama ibu juga tidak menghubunginya, sebentar lagi lahiran ya ? " tanya ibu Langit


" iya bu, Alhamdulillah.. kabar baik bu, sekarang juga Senja sedang menunggu lahiran, tepat minggu kemarin ia selesai Internship jadi sekarang lebih banyak di rumah "


" oh ya.. lebih baik seperti itu dulu, kamu sudah kabari ayah ? "


" hmm.. tadi tidak diangkat bu "


" yasudah.. nanti ibu yang sampaikan ke ayah, doakan juga semoga ayah mu bisa kembali mutasi ke pulau jawa "


" Aamiin.. aamiin.. ayah ibu.. nanti kita kembali berkumpul ya.. "


" Aamiin.. oke Langit, ibu tutup yaa.. "


" iya oke bu, assalamu'alaikum "


" waalaikumusalam "


Tuut.. telepon ditutup


Langit melihat Deni sedang membereskan ruang praktek Langit, merapihkan obat-obatan, meja pemeriksaan dan bed pemeriksaan, Langit memperhatikan Deni dari tempatnya ia duduk mengarah ke kaca yang terlihat ke ruang praktek nya.


" hmm.. Deni.. semoga ada rejekinya ya.. kamu bisa melanjutkan kuliah dan cita-cita kamu " batin Langit


🌸🌸🌸

__ADS_1


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2