Senja Untuk Langit

Senja Untuk Langit
BAB 46


__ADS_3

Setelah makan bersama Deni, Langit mengajak Deni berbincang sebentar, Langit merasa ada teman ditempat yang baru ini terkadang ia masih bingung harus bagaimana.


" Den, kamu lulusan SMK kesehatan ya ? " tanya Langit


" Iya Pak dokter, saya dulu bercita-cita memang ingin menjadi perawat, bekerja di rumah sakit, dari SMP saya banyak belajar sampai akhirnya bisa masuk SMK karena beasiswa pak, setelah lulus SMK saya bingung, karena tidak ada biaya orangtua tidak bisa menguliahkan saya ke sekolah perawat pak, disaat ada penerimaan beasiswa pun saya tidak bisa ikut, karena harus kekota dan memang pada saat itu saya tidak ada ongkos untuk ke kota nya pak, jadi ya saya begini saja, paling bantu-bantu orangtua di kebun, tapi sedikit-sedikit saya tahu cara membersihkan luka yang baik, kalau terkena gigitan ular dikebun, gitu pak " Deni menceritakan kepada Langit


Langit sedikit terenyuh mendengar cerita Deni, ternyata di tengah-tengah masyarakat seperti Langit yang untuk sekolah apapun itu sangat mudah dari segi akses dan biaya, karena memang Langit dari keluarga yang cukup berada, tapi disisi lain ada keluarga seperti Deni.


" Jangan berkecil hati Den, Saya doakan semoga cita-cita dan mimpi kamu terwujud ya, Semangat "


" Aamiin Pak, saya juga berterimakasih kepada bapak, sudah mengijinkan saya untuk bekerja membantu bapak, jadi saya mengingat kembali ilmu saya yang didapatkan di sekolah pak "


" iyaa .." Langit tersenyum


" Pak dokter saya pamit dulu pulang, nanti jika bapak membutuhkan saya, hubungi saja pak "


" oke.. makasih yaa Den "


" Sama-sama pak, Assalamu'alaikum "


" Waalaikumusalam "


Deni berlalu meninggalkan rumah Langit, ia berjalan menuju rumahnya, sepanjang jalan ia bertemu dengan beberapa warga.


" wah Deni, kerja sama pak dokter ya sekarang " salah satu warga


" Iya pak.. "

__ADS_1


" Syukurlah "


" Alhamdulillah, punten pak permisi " Deni berjalan menuju rumahnya


Saat sampai persimpangan dekat rumahnya ia melihat geng Denok, Icha dan Desi.


" Heh Deni.. " Icha memanggil


" apa Icha kamu teh ? "


" ihh kasih tahu kita-kita coba pak dokter teh namanya siapa ? "


" kasih tau ga yaa... kaya nya engga deh " Deni meninggalka icha dan kedua temannya


" Ihh si Deni bener-bener nyaa... awas Deni hmmm... " Icha geram


" Iya ya.. hmm.. kenapa sih ga kita aja yang kerja di rumah pak dokter, ihh bahagia banget da aku mah pasti nya " Desi menimpali


" Aku juga ga apa-apa da tukang sasapu juga aku mah " Sambung Denok


Baru dua hari di Desa Langit sudah mendapatkan penggemar berat, untung saja Deni bisa menebak teman-temannya yang terlihat kecentilan si depan Langit, ia berniat untuk selalu menjaga Langit dari kecentilan warga Desa, walaupun sebetulnya Deni belum tahu apakah Langit sudah menikah atau memiliki calon apa belum .


...----------------...


Setelah kepulangan Deni dari rumah Langit, Langit beristirahat di rumah nya, sambil menunggu jika tiba-tiba ada warga yang membutuhkan pertolongan medis, ia ingat belum mengabari Senja hari ini.


Ia membuka ponselnya melihat sedang ada sinyal untuk melakukan video call, Langit menelepon istrinya, Senja langsung mengangkat panggilan video dari Langit.

__ADS_1


" Kak Langit.. " Senja terlihat senang


" Sayang.. gimana kamu kabar nya hari ini ? " tanya Langit


" Alhamdulillah kak baik, kakak disana gimana ? itu di rumah dinas ya ? " tanya Senja


" iyaa.. ini kakak baru istirahat tadi selesai praktek, oia gimana anak kita ? "


" dia baik kok, sekarang udah ikut aku kerja kak "


" kamu udah mulai kerja lagi ? " tanya Langit


" iya... ka..k.... " belum selesai Senja berbicara telepon sudah terputus


" Hmm sepertinya sinyal nya kembali jelek " batin Langit


Langit langsung mengirim pesan kepada Senja jika sinyal di desa kembali kurang bagus, ia selalu berpesan untuk selalu menjaga kesehatan Senja dan juga anak yang dikandungnya.


Langit langsung mengirim pesan itu kepada Senja, Langit berfikir kalau mengirim pesan disaat sinyal sudah baik akan langsung terkirim dan terbaca oleh Senja.


Selesai mengirim pesan ia menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi, ia kembali melihat ponselnya, ia melihat wallpaper ponselnya yaitu foto ia dan Senja, Langit tersenyum lalu meletakkan kembali ponselnya di atas meja.



🌸🌸🌸


Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2