
Senja baru saja menidurkan Bintang di box nya, bintang sudah tidak terlalu rewel dan sudah mulai tidur malam dengan nyenyak hanya sesekali bangun karena ingin menyusu.
" Kak.. " Senja melihat Langit yang sedang duduk di sofa sambil membaca buku
" Ya.. "
" tadi kakak bilang katanya ada yang mau diomongin, apa ? " tanya Senja menghampiri Langit
Langit menutup bukunya lalu berjalan ke arah meja membuka laci mengambil map lalu menyerahkan ke Senja
" Apa ini kak ? " tanya Senja sambil menerima map dari Langit
" buka aja " Langit tersenyum
Senja membuka map yang diberikan oleh Langit masih dengan berbagai pertanyaan dalam pikirannya, lalu ia mengeluarkan isi dari map itu, satu buah sertifikat rumah atas nama Senja Rinjani dan satu buah kunci rumah.
" Kak ini ... maksudnya ? " Senja masih bertanya-tanya heran
Langit hanya tersenyum "sebentar lagi kita pindah ke rumah itu ya, terserah kamu siap dan mau nya kapan " Langit dengan santai
" Haahhh ? beneran ini kak ? " Tanya Senja
" hmm.. " Langit mengangguk
__ADS_1
" Kakak...... " Senja Langsung memeluk Langit
" jangan teriak nanti Bintang bangun " Langit mengangkat jari telunjuk nya tepat di bibir Senja
" kak aku ga tau harus bilang apa lagi selain makasih sama kakak "
" itu udah kewajiban aku, kakak kan suami kamu "
" hmm.. iya kak, tapi kok kakak gitu sih ? " Senja sedikit cemberut
" gitu gimana ? " tanya Langit
" kakak kenapa tau-tau beli rumah tapi aku ga diajak buat belinya "
" ini kan kejutan, kalo kamu ikut bukan kejutan lagi namanya " Langit sedikit tertawa
" jangan gitu dong, jangan marah ya kakak ga ajak kamu buat milih-milih rumahnya, tapi kakak yakin pasti sesuai dengan selera kamu "
" gimanapun itu rumah nya aku bakal seneng kok kak, makasih banyak yaa kak "
" iya sama-sama, doakan selalu kakak semoga dilancarkan dalam setiap urusan dan pekerjaan "
" iyaa Aamiin.. "
__ADS_1
...****************...
Hari dimana Senja dan Langit pindah ke rumah baru, setelah Langit memberikan kunci rumah kepada Senja, keesokan harinya mereka berdua membicarakan ini kepada kedua orangtua Senja, walaupun berat akhirnya kedua orangtua Senja menyetujui, bagaimana pun mereka sudah berumah tangga, sudah bukan tanggungjawab orang tua lagi.
Untuk orangtuanya sendiri Langit mengabari hanya via telepon karena kedua orangtuanya sudah kembali ke tempat dimana Ayah Langit berdinas.
Hari ini sabtu Langit libur tidak ke klinik, karena hari sabtu dan minggu adalah jadwal Langit untuk bersama keluarga di rumah, ia manfaatkan waktu liburnya untuk pindah ke rumah baru.
" nak.. sudah siap semua ? jangan sampai ada yang tertinggal ? " Ibu Senja kepada Langit
" Insyaallah sudah bu, hanya lebih banyak pakaian bu " Langit kepada mertuanya
" Iya.. " ibu tersenyum
" semua udah siap kak, yaudah ayo ? " Senja menghampiri Langit
" Iya sudah "
" Yaudah ayo.. ibu sama ayah dimobil mengikuti kalian yaa, karena ibu belum tahu rumah nya "
" Iya siap bu "
Langit, Senja dan Bintang masuk kedalam mobil, Langit bersiap di kursi kemudi menyalakan mobilnya keluar halaman rumah orangtua Senja, ia sekilas melihat ke rumah mertuanya dan rumah orangtuanya yang bersebelahan, Langit tersenyum walaupun sangat banyak kenangan di kedua rumah itu namun sekarang ia akan membuat kenangan beru di rumah barunya, membina keluarga kecil mereka.
__ADS_1
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ