
Sesampainya dirumah Langit langsung memberitahu Senja perihal ia diberikan bonus oleh Aksa. ia menceritakan secara detail kepada Senja
" Hah... tujuh ratus lima puluh juta ? " Senja tidak percaya
" Iya.. ini.. " Langit menyodorkan cek yang diberikan Aksa kepada Istrinya
" Ya Allah kak.. Pak Aksa baik banget "
" iya kakak juga ga nyangka ternyata dia manggil kakak cuma ngasih itu, padahal awalnya kakak udah kaget banget, bakal kena masalah apa, padahal engga.. "
" kena prank kak .. " Senja tertawa
" hmmm... " Aksa tersenyum mengangguk kan kepalanya
" Alhamdulillah... ini rejeki bintang yaa sayang.. " Langit menciumi anak nya
Senja pun menghampiri Langit dan Bintang, Senja memeluk mereka berdua.
" Kak.. kalo ditambah sama tabungan kita, cukup ya untuk beli rumah pribadi kita ? " tanya Senja
Langit menoleh lalu tersenyum
" iya sayang.. sangat cukup malah.. kamu mau rumah dimana ? " tanya Langit
" Aku pengennya rumah yang deket tempat ibadah, deket fasilitas kesehatan, deket sekolah anak-anak nantinya, pokonya semua deket deh hahahahha "
" hahahhaha deket sama mall jugaa " Langit melanjutkan
Senja dan Langit lalu tertawa..
" Bisa.. insyaallah bisa.. " Langit ke Senja
" Aamiin.. "
...****************...
3 minggu kemudian ...
Seperti biasa Langit sudah berada di klinik, ia sedang sibuk bersama perawat yang lain dan juga dokter Putra, hari ini semua karyawan klinik masuk karena akan ada pemeriksaan laporan bulanan Klinik.
__ADS_1
Langit dibantu oleh perawat dan dokter putra sedang memeriksa beberapa laporan keuangan klinik, yang akan dilaporkan kepada perusahaan nantinya saat Langit alan membuka file laporannya yang ia simpan di dalam flashdisk ternyata file data nya tidak ada.
" Duhh.. kemana laporan yang udah aku bikin kemarin ? " Langit bergumam
" Kenapa dok ? " tanya Putra
" ini dok, file laporan nya ga ada "
" kok bisa .. ? "
" ck.. entahlah.. oya sebentar apa saya salah ambil flashdisk ya.. " Langit melihat flashdisk nya dan benar saja itu flashdisk Senja, karena mereka memiliki flashdisk yang sama hanya saja yang satu berinisial nama Senja dan satu berinisial nama Langit
" kok bisa ketuker ya.. ini flashdisk istri saya " Seru Langit
Semua yang berada disitu bengong saat Langit menyebut istri, karena jujur saja selama hampir satu bulan bekerja disana karyawan belum tahu jika Langit sudah menikah.
" istri dok ? " tanya Lengga
" iya .. saya simpan di tempat yang sama dan saya salah ambil " Langit tetap fokus dengan laptopnya, ia tidak menyadari jika orang-orang sekelilingnya masih belum percaya jika langit sudah menikah
" maksudnya ... maaf dok... dokter sudah menikah ? " tanya Rizki
" oh.. iya dok.. mohon maaf karena kita kan belum tahu saya fikir dokter belum menikah hehehe habis nya dokter masih muda kan " Lengga ke Langit
" Saya memang menikah muda, selesai Koas saya menikah, bener-bener dari nol saya sama istri saya, saya Internship istri saya masih Koas "
" ohh begitu dok " mereka berbarengan
" Iyaa.. " Langit tersenyum
" oh ya dok, mungkin yang mengirim makanan dan hadiah itu istri dokter " Amel mengira-ngira
" hmm.. bukan.. istri saya selalu mengabari tidak seperti itu "
"oh iya dok.. " Amel, Gilang, Lengga dan Rizki manggut-manggut
" Sepertinya saya harus meminta istri saya mengirimkan flashdisk nya kesini " Langit kepada yang lainnya
Langit langsung mengambil ponsel disaku jas putih nya, mencari nomor telepon istrinya lalu melakukan panggilan.
__ADS_1
Tuut... tuuttt....
hening tidak ada suara sedikitpun semua terfokus pada Langit yang menelepon istrinya
" Halo.. sayang... tooloo...ng... " Langit melihat kesekitar wajah para perawat dan putra terlihat menahan tawa dan berusaha untuk memasang wajah senetral mungkin
" Iya kenapa kak ? " tanya Senja diujung telepon
" Tolong.. kirimkan flashdisk kakak, tertinggal di laci meja, kakak salah bawa ini yang kamu " Langit melanjutkan menelepon tidak menghiraukan yang lainnya
" oh oke kak.. nanti aku aja yang ke klinik, Bintang aku titip ibu dulu sebentar "
" oh yaudah oke " klik telepon di tutup
Putra dan keempat perawat masih saja diam di posisinya memperhatikan Langit.
Langit yang sadar sedang diperhatikan menjadi salah tingkah
" Kenapa kalian ? ada yang salah ? " tanya Langit
" oh.. engga dok engga.. i..itu.. gimana dok flashdisk nya " Putra mengalihkan pembicaraan
" tumben banget dokter putra ikut ngomong " Batin Lengga
" hmm.. nanti istri saya anterin kesini "Langit dengan santai
" istri dokter mau kesini ? " tanya Amel
" iyaa " Langit tersenyum
" Asiikk nanti bisa kenalan sama istri dokter " Amel antusias
" hmm.. boleh.. "
Mereka kembali dengan laporan yang lain sambil menunggu Senja datang ke klinik untuk menyerahkan flashdisk langit yang tertinggal di rumah.
πΈπΈπΈ
Terimakasih yang sudah mampir.. jangan lupa vote,like dan koment ya.. tetep stay untuk ikuti kelanjutannya ... aku suka seneng loh baca komentar-komentar π₯°π₯°ππ
__ADS_1