
"Aunty, apa aunty sudah harus pergi?"
"Iya, sayang. Maaf aunty tidak bisa ikut menemanimu untuk mempersiapkan semua kebutuhan pernikahanmu. Tapi tenang saja, Aunty sudah meminta WO untuk mengurus semuanya. William juga akan selalu menemanimu sesuai jadwal yang akan WO berikan. Mengerti sayang? jadi kamu tidak perlu bersedih. Aunty tidak sabar menunggu kamu menjadi menantu aunty," Elena memeluk Kimberly sebelum ia harus berangkat ke bandara.
"Terima kasih, Aunty."
Kimberly melepas kepergian calon mertuanya itu. Mereka akan berangkat ke Jepang untuk urusan bisnis. William pun ikut serta dengan mereka hanya sampai di bandara saja.
"Mengapa kamu sedih?" tanya King saat melihat adiknya masuk ke dalam rumah dengan lesu.
"Aunty Elena dan Uncle Michael sudah pergi."
"Lha memangnya kenapa?"
"Tidak, tidak apa. Aku ke atas dulu, Kak. Kalau nanti Mami mencariku, bilang aku mau istirahat sebentar ya."
"Baiklah," ucap King.
Ponsel King yang berada di atas meja berbunyi, ia melihat nama yang tertera di sana, dan mengangkatnya.
"Sam, ada apa?"
" ... "
"Aku sudah menerimanya, begitu juga dengan punya Fika. Bagaimana kalau senin kamu dan Fika langsung ke kantor saja."
" ... "
__ADS_1
"Baiklah, sampai bertemu hari senin."
*****
Sehabis mengantar kedua orang tuanya ke bandara, William langsung mengambil alih mobil dari supir pribadi ayahnya. Ia meminta supir itu untuk pulang naik taksi. Ia sendiri akan pergi ke tempat wanita yang selalu ia rindukan setiap hari, siapa lagi kalau bukan Viera.
Ia menjemput Viera untuk berjalan jalan di Mall, makan bersama dan juga nonton bioskop seperti pasangan pasangan lainnya.
Mereka memasuki sebuah toko yang menjual berbagai macam tas branded. William masuk ke dalam toko itu karena melihat mata Viera yang sepertinya begitu tertarik.
"Pilihlah yang kamu suka, honey. Aku akan membelikannya untukmu," ucap William.
"Benarkah?" ucap Viera sambil memperhatikan label harga pada tas tersebut.
"Tapi ini mahal sekali. Kita keluar saja," lanjut Viera.
"Ambillah. Aku sudah bilang akan membelikanmu, dan kamu adalah wanita yang pantas mendapatkannya."
Setelah berbelanja tas yang harganya mencapai puluhan juta, kini mereka berada di toko perhiasan. William kembali menghujani Viera dengan 1 set perhiasan yang harganya sangat fantastis.
Tentu saja, dengan semua hal yang diberikan William pada Viera, ia menginginkan timbal balik. William membawa Viera ke rumahnya malam itu. Rumah yang hanya diisi oleh dirinya dan beberapa pelayan dan seorang penjaga rumah.
Para pelayan sudah berada di rumah belakang, yang posisinya terpisah dengan rumah utama. Kini hanya ada William dan Viera di rumah utama. Tanpa basa basi, William segera meletakkan barang belanjaan mereka di sofa ruang tamu. Kemudian dengan kasar ******* bibir Viera, hingga akhirnya mereka melakukan adegan panas di sofa.
Air mata keluar dari mata cantik milik Kimberly. Ia belum lama sampai di rumah itu, untuk mengantarkan beberapa contoh souvenir yang akan mereka gunakan di acara pernikahan mereka.
Ia tertawa pedih, melihat adegan live yang terpampang nyata di hadapannya, sungguh miris. Akhirnya ia keluar dari rumah itu melalui pintu samping kemudian keluar melalui pagar utama, sambil membawa contoh contoh souvenir yang ada di dalam paperbag.
__ADS_1
"Sudah bertemunya, non?" tanya sang penjaga.
Kimberly hanya menganggukkan kepalanya sedikit, kemudian langsung keluar dan menuju ke rumahnya.
Kimberly meletakkan paperbag tersebut di atas meja di dalam kamarnya. Ia naik ke tempat tidur, membalut seluruh tubuhnya dengan selimut, dan hanya isakan tangis yang terdengar setelahnya.
*****
"Bro ...," sapa Sam sambil memeluk dan menepuk bahu King.
"Wah kalian udah sampai, yuk kita ke ruang meeting."
Sam bisa melihat bahwa perusahaan milik King sudah diisi oleh beberapa orang staf. Mereka ada di bagian resepsionis, HRD, dan juga OB.
Di dalam ruang meeting, Max sedang mempersiapkan layar proyektor yang tersambung ke sebuah laptop, juga ada beberapa tumpukan dokumen di sebelahnya.
"Max, apa sudah siap?" tanya King.
"Sudah, Tuan."
"Baiklah, panggil semua staf untuk berkumpul di sini, kecuali bagian resepsionis dan keamanan," ucap King.
"Siap," Max segera keluar dari ruangan tersebut dan meminta seluruh staf untuk masuk ke dalam ruang meeting. Ia juga berpesan kepada bagian resepsionis dan keamanan bahwa saat ini seluruh staf sedang melakukan meeting dengan bos mereka.
"Selamat pagi. Saya mengumpulkan kalian semua di sini agar kalian saling mengenal satu sama lain. Di sebelah kiri saya adalah Max, dia adalah asisten pribadi saya. Sementara itu di sebelah kanan saya ada Tuan Hendra sebagai direktur keuangan, Tuan Bara sebagai direktur HRD, Tuan Sam sebagai direktur purchasing, dan Fika sebagai sekretaris saya."
Para staf bertepuk tangan setelah mendengarkan penjelasan King. Kemudian mereka bersalaman sambil meperkenalkan diri kepada setiap staf.
__ADS_1
"Saya percaya kalian semua akan bekerja dengan baik. Kalian adalah staf staf terpilih karena kapasitas kalian. Saya harap kita semua bisa bekerja sama dengan baik untuk kelangsungan perusahaan ini. Terima kasih."
*****