SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
HUBUNGAN SPESIAL


__ADS_3

Hanna terbaring dengan wajah pucat di atas brankar rumah sakit. Di punggung tangannya tertancap jarum infus. Sam duduk di sebelahnya, memegang tangan Hanna.


"Han, ayo bangunlah," ucap Sam lirih.


"Max, kembalilah ke hotel. Besok pagi aku akan kembali hotel dan kita akan bertemu dengan Tuan Bram."


"Baik, Tuan," ucap Max kemudian meninggalkan Sam seorang di dalam ruangan tersebut.


Sesampainya Max di hotel, ia membersihkan diri, kemudian memberikan laporan hariannya pada King.


*****


King masih berada di ruangan kerjanya di perusahaan. Tak ada Max di sana, pekerjaan King tentu saja bertambah. Sejak perusahaan ini berdiri, King sudah terbiasa berbagi tugas dengan Max.


Tokkk ... tokkk ... tokk ...


"Masuklah."


Fika masuk ke dalam ruangan King, kemudian menutup pintunya rapat, "Apa ada lagi yang kamu butuhkan?" tanya Fika.


"Tak ada, Fik. Kamu bisa pulang sekarang."


"Kamu tidak mau pulang sekarang juga?" tanya Fika.


"Tidak, Fik. Masih ada yang harus kukerjakan."


Dengan pakaian yang tetap saja menggoda iman para lelaki, Fika berjalan mendekati King. King yang sedang sibuk memeriksa beberapa berkas tak terlalu mempedulikan Fika, hingga tiba tiba ia dengan cepat memutar kursi yang diduduki King dan langsung duduk di pangkuan King. Tanpa basa basi, ia menempelkan bibirnya pada bibir King.

__ADS_1


Brukkk ...


"Ahhhh ... King!" teriak Fika.


Sialll!!! 2 kali aku terjatuh di ruangan ini. Memalukan sekali, mana sakit sekali bokongku ini.


"Fik, aku tegaskan padamu. Kita adalah rekan kerja, jangan melampaui batasanmu. Aku tidak suka," King langsung mengambil tissue dan menyeka bibirnya.


"Tapi King, aku menyukaimu. Aku mencintaimu, sejak dulu. Apa kamu tidak bisa sedikit saja membuka hati untukku?"


"Maaf, tapi bagaimanapun aku tidak bisa. Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu."


"Kamu harus mencobanya dulu, King. Aku ... aku akan memberikan segalanya untukmu. Hmmm ... Bagaimana kalau kita tidur bersama? Aku akan memberikan pelayanan yang terbaik bagimu," rayu Fika.


"Lebih baik sekarang kamu pulang, Fik. Aku tak akan melakukan apapun denganmu dan sebaiknya kamu mencari laki laki lain," King kembali duduk dan fokus ke arah berkas berkasnya.


"Jangan sebut namanya lagi! Sebaiknya sekarang kamu keluar, aku harus bekerja," dengan perasaan kesal, Fika keluar dari ruangan King. Ia merapikan pakaian dan riasannya, kemudian beranjak pulang. Sementara King kini terdiam di dalam ruangannya.


Drtttt ... drrtt ....


King menggeser tanda hijau di ponselnya dan tampaklah Max di sana, "Apa yang ingin kamu laporkan padaku hari ini, Max?"


"Hari ini kami sudah bertemu dengan Tuan Amar dan membicarakan mengenai isi surat kontrak lanjutan. Besok kami akan langsung bertemu dengan Tuan Bram untuk melakukan penandatanganan secara langsung."


"Baiklah, Max. Lakukan yang terbaik."


"Satu lagi, Tuan."

__ADS_1


"Ada apa, Max?"


Tring ... ting ... ting ...


"Saya mengirimkan beberapa foto. Saya juga sebenarnya tidak ingin ikut campur. Hanya saja saya tidak ingin kerjasama proyek kali ini gagal karena masalah pribadi. Saya tadi melihat Tuan Sam menarik seorang wanita dan wanita itu berteriak hingga akhirnya pingsan. Kini Tuan Sam sedang menemani wanita itu di rumah sakit."


"Baiklah, Max. Kamu jaga saja agar semua berjalan sesuai keinginan kita. Jangan sampai hal hal kecil seperti itu mengganggu kelancaran proyek kita," ucap King.


"Baik, Tuan. Selamat malam," Max pun mematikan sambungan video call tersebut.


King sebenarnya tak terlalu tertarik dengan hal hal yang berbau pribadi. Sam dengan seorang wanita? menurutnya biasa saja, tapi ntah dorongan dari mana ia mengambil ponselnya dan membuka chat yang berisi foto foto yang dikirimkan oleh Max.


Deghhh ....


Hanna? Apa yang Sam lakukan pada Hanna?


King melihat satu persatu foto yang dikirimkan oleh Max, dan ada sebuah video juga. Salah satu jarinya dengan cepat menekan tombol berbentuk segitiga yang muncul di layar ponselnya. Ia memutar video tersebut, mendengar teriakan dari Hanna pada Sam.


Apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka? Apa mereka memiliki hubungan spesial?


Foto terakhir yang dikirimkan oleh Max memperlihatkan Hanna tengah berada di rumah sakit, terbaring lemah dengan wajah yang pucat. Di sampingnya terlihat Sam sedang duduk dan menggenggam tangan Hanna. Seketika hatinya terasa sakit, sakit melihat keadaan Hanna dan sakit melihat bahwa Hanna memiliki hubungan khusus dengan Sam.


King langsung meletakkan ponselnya, ia menyandarkan tubuhnya di kursi, memijat pelipisnya.


Mengapa kamu selalu ada di sekitarku, tapi tak dapat kugapai lagi. Ini semua kesalahanmu, ya ... kesalahanmu. Jika saja kamu tidak bermain api dengan Anthony, maka kita akan selalu bersama hingga detik ini. Aku tak akan membiarkan dirimu dimiliki oleh siapapun.


*****

__ADS_1


__ADS_2