
"Apa kamu yakin, Kim?" tanya King.
"Ya, Kak. Aku akan melanjutkan S2 ku."
"Tapi kenapa tidak di sini saja, Kim?" tanya King lagi.
"Kenapa hal itu tidak kakak tanyakan pada diri kakak sendiri dulu?"
Deghhh ....
"Tapi, Kim. Situasinya berbeda. Kakak ini laki laki, dan kakak punya tanggung jawab yang besar."
"Tak ada yang berbeda, Kak. Mau laki laki atau perempuan, kita sama. Jika kakak bisa, maka aku juga bisa. Lagipula aku hanya kuliah 2 tahun saja, tidak seperti kakak yang menghabiskan seluruh waktu kuliah kakak di luar."
"Baiklah, baiklah," King pada akhirnya menyerah berdebat dengan Kimberly. Ia tidak tahu sejak kapan adiknya ini menjadi memiliki pendirian yang begitu teguh, susah untuk diombang ambingkan.
*****
"Honey, aku minta uang. Aku mau ke salon, aku butuh perawatan. Kulitku sudah terasa kasar dan rambutku juga terkesan kumal," ucap Viera dengan rayuan seperti biasanya.
"Tentu saja, honey. Aku akan mentrasfernya ke rekeningmu."
"Terima kasih, honey. Aku sangat mencintaimu. Apa yang sedang kamu kerjakan?"
"Oohh, semester depan aku harus sudah menyelesaikan kuliahku. Aku kan harus memimpin perusahaan, jadi akan lebih baik kalau aku menyelesaikan kuliahku secepatnya."
"Kamu benar. Kamu kan smart, honey. Kamu pasti bisa."
"Apa kamu tidak mau melanjutkan kuliahmu, honey?" tanya William pada Viera.
__ADS_1
"A-aku rasa aku cuti dulu saja, honey. Aku sedang mengandung, dan aku tak ingin terlalu lelah. Bukankah itu akan membahayakan calon bayi kita?" ucap Viera beralasan, padahal ia tak ingin lagi melanjutkan kuliahnya. Ia sudah menjadi istri dari seorang William Smith, uang tak perlu diragukan lagi, untuk apa ia mengejar gelar kalau ia sudah menjadi istri orang kaya.
William tampak berpikir, "Kamu benar, honey. Aku tak ingin terjadi apapun denganmu dan calon bayi kita," William pun mengelus perut Viera.
*****
"Kimmm!!! jadi kamu akan benar benar meninggalkan kita di sini?"
"Aku kan pergi untuk melanjutkan kuliahku, bukan untuk meninggalkan kalian."
"Tapi kami akan sangat merindukanmu," ucap Lady sambil memeluk Kimberly dari samping.
"Ya ampun, sekarang kan ada yang namanya video call, tinggal pencet pencet, ketemu deh kita," ucap kimberly.
"Tapi itu virtual, Kim. Aku maunya tuh yang real."
"Kaya kamu sama mister Dodi gitu?" goda Kimberly.
"Kapan kamu akan berangkat?" tanya Kristy.
"Mungkin sekitar 2 minggu lagi."
"Ahhh, itu tinggal sebentar lagi. Kamu kenapa bisa cepat banget sih ngedaftar kuliahnya."
"Kak Lee yang bantuin aku."
"Ya ampun, kalian berdua tuh belakangan kayanya nempel banget ya. Aku curiga, jangan jangan kamu suka ya Kim sama Kak Anthony."
Deghhh...
__ADS_1
Aku? suka Kak Lee? tidak! tidak! Aku hanya menganggapnya sebagai kakakku, sama seperti Kak King. Aku juga tahu kalau Kak Lee hanya menganggapku seperti adiknya. Mami bilang ia adalah sahabat Kakak, ia pasti akan menganggapku adik, sama seperti Kak King.
"Kim? Kim?" Lady menggoyangkan telapak tangannya di depan wajah Kimberly yang sedang melamun.
"Kamu kenapa, Kim? Apa kamu lagi mikirin Kak Anthony ya? Cie ... cie ...," goda Lady lagi.
"Eh .... tidak, tidak. Aku lagi mikir, gimana kalau sebelum aku berangkat, kalian menginap di rumahku, hmm?" Kimberly langsung memutar otaknya untuk mencari alasan.
"Menginap? Wahhh, tentu saja kita mau, Kim. Kita adain girls night, pajamas party, yihaaa!!" Lady langsung bergoyang goyang tanpa menyadari seseorang sudah berada di belakangnya.
"Wahhh, goyangannya mantap nih!" goda Donny yang lebih mereka kenal dengan sebutan mister Dodo.
Lady langsung memutar tubuhnya, ia diam berdiri kaku melihat ke arah Donny. Sementara itu Kristy dan Kimberly menahan tawa melihat tingkah Lady.
"Ke ruangan saya sekarang!" perintah Donny pada Lady.
"Mister, jangan kasih saya tugas lagi donk. Ya ampun. Bentar lagi kan libur, mister," Lady mengikuti Donny ke ruangan dosen, sementara Kimberly berjalan ke ruang sekretariat untuk mengambil surat referensi.
"Kris, aku balik dulu ya. Nanti kita chat lagi aja di group tentang acara menginapnya. Aku juga mau ngomong sama Mami Papi dulu."
"Siap, Kim! Kalau gitu, aku nyusul Lady dulu ya. Kasihan dia, kayanya mister Dodo emang sengaja deh tiap kali ngasi tugas ke Lady, mana tugasnya nggak banget lagi," gerutu Kristy.
"Okay deh. See you, Kris," pamit Kimberly.
Sesudah berpisah dengan Kristy, Kimberly berjalan menuju ke arah parkiran. Baru saja ia menuruni tangga lobby, ia dipertemukan kembali dengan laki laki yang tak ingin dilihatnya.
Bagaimana aku bisa melupakannya kalau dimanapun aku selalu bertemu dengannya. Ya Tuhan, bagaimana aku bisa segera menghilangkan perasaan ini.
Kimberly sempat menghentikkan langkahnya sesaat, ia masih menolehkan kepalanya melihat ke arah William. Sepertinya hati dan pikirannya tidak bisa diajak bekerjasama, yang satu ingin melupakan, tapi yang satu begitu merindukan.
__ADS_1
Sementara itu William hanya berjalan melewati Kimberly begitu saja. Kimberly merasa ia sudah benar benar seperti orang asing bagi William.
Jika kamu bisa melupakanku dan menganggapku orang asing, maka aku juga pasti bisa melakukannya, menganggapmu tidak pernah ada dalam hidupku, William Smith!