SEPARUH JIWAKU

SEPARUH JIWAKU
MELEMPARMU KE JALAN


__ADS_3

"Maafkan kami, maafkan putraku," Elena menangis sesengukan. Bahunya dipeluk oleh Michael, untuk memberinya kekuatan. Mereka tak sanggup berhadapan dengan keluarga besar Harisson yang kini menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


Alan dan Megan tak bisa berkata apa apa, karena saat ini mereka tahu, yang paling tersakiti adalah Kimberly. Namun, Kimberly merasa sedih bukan karena dirinya tak jadi menikah, melainkan karena melihat kekecewaan yang begitu besar di wajah Orang tuanya.


"Kamu mau kemana, Kim?" tanya King saat melihat Kimberly akan melangkah pergi.


"Maafkan aku, Kak. Biarkan aku sendiri dulu. Aku tak sanggup melihat Mami dan Papi begitu kecewa. Maafkan aku," Kimberly langsung pergi meninggalkan ruangan itu, sementara William masih saja menenangkan Viera.


*****


Anthony berjalan mondar mandir di dalam kamar tidurnya. Ia terus menerus merasa gelisah. Ia sudah mengenakan pakaian resminya, ia akan berangkat ke acara resepsi pernikahan William dan Kimberly yang akan diadakan 2 jam lagi.


Pergi, tidak, pergi, tidak ...


Anthony terus berkata kata pada dirinya sendiri.


Arghhhh!!!


Ia menjatuhkan tubuhnya di samping tempat tidur. Dengan sebelah kaki dilipat, ia meletakkan sikunya untuk menahan tangan yang kini menopang keningnya.


"Aku kehilangannya, aku sudah kehilangan dirinya."


Tokk ... tokk ... tokk ...


"Masuk," ucap Anthony.


"Tuan ....," Anthony menatap ke arah Bi Imah yang membuka pintunya.


"Ada apa, Bi?"


"Ada yang mencari Tuan di luar."


"Mencariku?"

__ADS_1


"Iya, Tuan. Wanita yang pernah datang kemari."


Kim ....


Anthony langsung berlari keluar kamar melewati Bi Imah. Anthony langsung menebak Kimberly, karena hanya Kimberly lah yang pernah ia bawa ke rumahnya.


Anthony menuruni tangga dengan cepat, ia bisa melihat seorang wanita dengan gaun putih dan hiasan di kepalanya, bak seorang dewi yunani yang terjatuh tepat di depan pintu rumahnya.


"Kim!" teriak Anthony memanggil Kimberly.


Kimberly memutar tubuhnya, ia langsung berlari ke arah Anthony. Memeluk tubuh laki laki yang selalu memberikan kenyamanan padanya, selalu mendengarkan kelu kesahnya, dan selalu ada untuk dirinya.


"Kak ...," Kimberly langsung meluapkan tangisnya dalam pelukan Anthony.


"Tenanglah, ceritakan padaku apa yang terjadi," Anthony membawa Kimberly duduk di sofa. Ia meminta pelayan untuk menghidangkan secangkir teh hangat untuk Kimberly.


Kimberly menceritakan semua yang ia alami hari ini, dari pagi sampai akhirnya ia sampai ke rumah Anthony. Seperti biasa, Anthony akan selalu mendengarkan semuanya sampai selesai, tanpa bertanya dan tanpa menyela.


"Aku hampir saja membuat seorang anak kehilangan ayahnya, Kak. Aku bodoh. Aku wanita jahat, ya kan ... hiks, hiks," Anthony memeluk Kimberly erat, membiarkan wanita itu menumpahkan kesedihannya.


"Aku tidak mau pulang, Kak. Biarkan aku di sini atau aku akan ke hotel saja jika aku mengganggumu."


"Tidak, Kim. Jangan. Baiklah, kamu boleh di sini. Tapi aku akan menelepon orang tuamu, agar mereka tidak mengkhawatirkanmu."


Aku tidak akan membiarkanmu sendiri dan membuatmu larut dalam kesedihanmu, Kim. Kamu masih punya aku, yang akan selalu ada di sampingmu.


Anthony meminta seorang pelayan untuk menyiapkan kamar tamu untuk Kimberly. Ia juga memerintahkan supirnya untuk mengambil pakaian yang telah ia pesan di sebuah boutique, pakaian ganti untuk Kimberly. Tak mungkin ia membiarkan Kimberly terus mengenakan gaun pengantinnya, yang akan membuatnya terus mengingat hari ini.


*****


"Ini, makanlah dulu. Aku tak mau kamu sakit, hanya karena tidak makan," Anthony meletakkan nampan yang berisi makan malam untuk Kimberly.


"Aku juga sudah menelepon orang tuamu. Mereka mengerti," lanjut Anthony.

__ADS_1


Namun, pikiran Kimberly kini tertuju pada kakaknya. Apa yang akan kakaknya lakukan pada Anthony jika ia mengetahui bahwa dirinya. Kakaknya pasti akan memukul Anthony. Tidak! tidak!


"T-tapi ... apa Mami dan Papi tidak marah? Tidak! Kak King akan marah padaku jika aku ada di sini. Kak, aku harus kemana sekarang? Kak King pasti akan menarikku keluar secara paksa dari sini. Aku tidak mau kalian berkelagi lagi," Kimberly seketika panik. Saat ia datang ke rumah Anthony, ia hanya memikirkan bagaimana ia mencari tempat bersandar dan yang terpikir hanyalah Anthony.


"Kakakmu sedang pergi ... mencarimu," ucap Anthony jujur.


"Tuh kan, ahhh ... aku harus bagaimana kak?"


"Tenanglah. Aku sudah memanggil Lady dan Kristy kemari untuk menemanimu."


"Benarkah?" senyum terukir di wajah Kimberly, membuat hati Anthony menghangat.


"Kalau begitu, sekarang makanlah dulu. Kamu pasti belum makan kan dari tadi siang," Kimberly pun kembali tersenyum, ia langsung melahap makanan yang dibawa oleh Anthony.


*****


Sementara itu, di dalam sebuah ballroom hotel yang sangat megah, sepasang pria dan wanita tersenyum dengan lepas. Mereka merasa bahagia karena kini tujuan mereka sudah tercapai.


"Sudah kukatakan bukan, kita akan menikah. Aku akan menjadikanmu istriku, dan ibu dari anak anakku."


"Terima kasih, honey. Aku sangat mencintaimu."


Namun, berbeda dengan kedua mempelai, orang tua William masih tidak bisa menerima apa yang terjadi terutama Elena. Selain itu, kasak kusuk terdengar dengan begitu jelas di antara para tamu yang datang, sementara para wartawan juga banyak mengambil gambar. Elena benar benar tidak tahan berdiri terlalu lama di sana. Tubuhnya lelah, dan hatinya begitu letih. Ia kembali dari Jepang untuk merayakan pernikahan putra tunggalnya dengan wanita yang ia sayangi seperti putrinya sendiri, tapi kini ...


"Kamu tidak apa apa, sayang?" tanya Michael pada Elena.


"Bawa aku ke kamar, sayang. Aku lelah, aku tidak bisa berdiri lagi di sini," seakan mengerti perasaan istrinya, Michael pun langsung membawa Elena keluar dari sana tanpa berpamitan dengan siapapun.


Dasar wanita tua! Lihat saja, aku akan membuat anakmu melemparmu ke jalan. Ia telah memilihku daripada wanita bodoh seperti Kimberly. Aku pastikan akan menikmati semua kekayaan keluarga Smith dengan sebaik baiknya. - Viera.


"Ayo, honey. Kita berkeliling. Mereka pasti ingin menemui dan berbincang dengan kita," ajak William.


Para wartawan terus mengambil gambar mereka, bahkan mereka memiliki keberanian untuk melakukan wawancara. Viera sendiri ingin dirinya dikenal sebagai menantu satu satunya keluarga Smith. Wanita yang kini menjadi cinta putra tunggal keluarga Smith yang terkenal akan kesuksesan dan kekayaannya.

__ADS_1


*****


__ADS_2